
KeuskupanAtambua.org – Seminari Santa Maria Imakulata Lalian melalui SMA Swasta Seminari Lalian menggelar aksi panggilan di tiga paroki, yakni Paroki St. Antonius Padua Nela, Paroki St. Paulus Wedomu, dan Paroki Santa Filomena Mena. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026, ini dilaksanakan dalam semangat Hari Panggilan Sedunia dengan tema, “One in Christ, United in Mission.”

Aksi panggilan tahunan ini menjadi bagian dari upaya Seminari Lalian untuk memperkenalkan, memupuk, dan memelihara benih panggilan khusus di tengah umat, terutama di kalangan anak-anak dan orang muda. Melalui kegiatan ini, Seminari Lalian berharap semakin banyak orang muda terbuka untuk menjalani pembinaan di seminari menengah, serta menanggapi panggilan hidup sebagai frater, suster, bruder, imam, maupun pelayan Gereja dan masyarakat.

Kegiatan aksi panggilan di tiga paroki tersebut diisi dengan berbagai mata acara. Setiap lokasi dipercayakan kepada kelas yang berbeda, dengan pendampingan para pembina dan wali kelas masing-masing.
Di Paroki St. Antonius Padua Nela, kegiatan ditanggung oleh kelas Peralihan bersama para pembina dan wali kelas. Para seminaris kelas Peralihan turut mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi dengan menjadi petugas koor pada Misa pertama yang dipimpin oleh para imam Seminari Lalian.

Sementara itu, di Paroki St. Paulus Wedomu, kegiatan dipercayakan kepada kelas X. Selain Ekaristi bersama pada hari Minggu dengan koor dari para siswa Seminari Lalian, kegiatan juga diisi dengan pentas kreasi pada Sabtu malam. Dalam pentas tersebut, sejumlah mata acara tidak hanya dibawakan oleh para seminaris, tetapi juga oleh anak-anak dan remaja Paroki Wedomu.

Berbeda dengan dua paroki lainnya, kegiatan di Paroki Santa Filomena Mena berlangsung dengan rangkaian acara yang lebih beragam. Para peserta mengikuti pertandingan bola voli dan futsal, aksi menanam pohon bersama, malam kreasi, serta Ekaristi bersama pada hari Minggu.
Selain menjadi sarana promosi panggilan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan bagi para seminaris. Melalui aksi panggilan, para seminaris dilatih untuk membangun komunikasi, bekerja dalam tim, menumbuhkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan berpikir dan berbicara, serta mengembangkan kreativitas dalam merancang acara.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para seminaris untuk belajar mawas diri, disiplin, tekun, dan konsisten dalam menjalankan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan di Seminari Lalian.
Dalam terang iman, aksi panggilan ini mengajak setiap orang muda untuk menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup. Sabda Yesus, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,” menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus membuka diri terhadap kehendak Tuhan.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan hingga pelepasan peserta aksi panggilan, berjalan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan ini diharapkan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan evaluasi yang berkelanjutan, agar mutu, kreativitas, dan dampak pastoral aksi panggilan semakin berkembang.
Penulis: Ogilbertus Hendra Mau Loko dan Petrus Man Dalio
Editor: Yudel Neno
