
KeuskupanAtambua.org – SMA Swasta Seminari Lalian menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N tingkat SMA se-Kabupaten Belu tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Belu itu berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, dan diikuti sejumlah SMA dari wilayah Kabupaten Belu.

Perlombaan tersebut menghadirkan empat cabang lomba, yakni menyanyi solo putra, menyanyi solo putri, tari kreasi, dan jurnalistik. Para peserta yang tampil dalam kegiatan ini merupakan perwakilan sekolah masing-masing untuk berkompetisi dan memperebutkan kesempatan mewakili Kabupaten Belu ke tingkat provinsi.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan bersama di Aula SMA Swasta Seminari Lalian. Upacara pembukaan itu dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur, para kepala sekolah, guru pendamping, panitia, serta para peserta lomba.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Namun, ia juga mengungkapkan keprihatinan karena belum semua sekolah di Kabupaten Belu terlibat secara aktif dalam FLS3N tahun ini.
Menurut dia, kegiatan seni dan sastra seperti FLS3N merupakan ruang penting bagi peserta didik untuk bertumbuh dan berkembang secara utuh. Karena itu, sekolah, kepala sekolah, dan para guru diharapkan memberi dukungan lebih besar terhadap pengembangan minat, bakat, dan kreativitas siswa.
Perlombaan menyanyi solo putra diikuti delapan sekolah, yakni SMAN 1 Tasifeto Timur, SMA Swasta Seminari Lalian, SMAN 4 Atambua, SMA Kristen Atambua, SMAN Raimanuk, SMA Terpadu HTM Halilulik, SMAS Bina Karya Atambua, dan SMAN Weluli.
Sementara itu, lomba menyanyi solo putri diikuti enam sekolah, yakni SMAN 4 Atambua, SMAS Bina Karya Atambua, SMAN Weluli, SMAN Raimanuk, SMA Terpadu HTM Halilulik, dan SMA Kristen Atambua.
Untuk cabang tari kreasi, enam sekolah turut ambil bagian, yakni SMAN Weluli, SMA Swasta Seminari Lalian, SMAK Surya Atambua, SMA Terpadu HTM Halilulik, SMAS Mgr. Gabriel Manek Lahurus, dan SMAN Raimanuk. Adapun lomba jurnalistik diikuti empat sekolah, yakni SMAN 2 Atambua, SMA Terpadu HTM Halilulik, SMA Swasta Seminari Lalian, dan SMAN Raimanuk.
Sebelum pengumuman hasil lomba, Kepala SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., selaku tuan rumah sekaligus mewakili MKKS, menyampaikan bahwa FLS3N bukan hanya ajang mencari juara, melainkan juga ruang bersama untuk merayakan potensi peserta didik.
“Seluruh perlombaan hari ini adalah perlombaan kita bersama. Keberhasilan peserta adalah keberhasilan kita bersama. Semua peserta adalah juara karena telah memberi yang terbaik dalam kompetisi ini,” kata Rm. Hiro.
Ia menambahkan, meski semua peserta telah menunjukkan kemampuan terbaik, panitia tetap harus menetapkan para pemenang yang akan mewakili Kabupaten Belu ke tingkat provinsi. Karena itu, para peserta terpilih perlu mendapat pendampingan lebih intens agar mampu tampil lebih baik pada jenjang berikutnya.
Pada cabang lomba menyanyi solo putra, juara I diraih SMAN 1 Tasifeto Timur atas nama Fabianus Kala. Juara II diraih SMA Swasta Seminari Lalian atas nama Dominikus D. Guaman Talan. Juara III diraih SMAN 4 Atambua atas nama Januari Paulus Ratu Ludji.
Untuk cabang menyanyi solo putri, juara I diraih SMAN 4 Atambua atas nama Michaela Putri Wawokota. Juara II diraih SMAS Bina Karya Atambua atas nama Novela Seran. Juara III diraih SMAN Weluli atas nama Waktrudis Marno Ilik.
Pada cabang tari kreasi, juara I diraih SMAN Weluli atas nama Agnes Clara Kaci Bere Sawak dan Christo Boaz Salosa Mali. Juara II diraih SMA Swasta Seminari Lalian atas nama Eugenius Yakobus Leto dan Antonius Yehezkiel Manek. Juara III diraih SMAK Surya Atambua atas nama Revan A. Bahy dan Ni Putu Ayu Lestari.
Sementara itu, pada cabang jurnalistik, juara I diraih SMA Swasta Seminari Lalian atas nama Adam Natalino Teme. Juara II diraih SMAN 2 Atambua atas nama Yorni Sarlince Benu. Juara III diraih SMA Terpadu HTM Halilulik atas nama Neliosa Us Abatan.
Para pemenang tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Belu pada FLS3N tingkat Provinsi NTT. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama panitia, sekolah peserta, guru pendamping, serta seluruh pihak yang mendukung jalannya perlombaan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin percaya diri, kreatif, dan siap mengembangkan bakat mereka. FLS3N juga menjadi ruang pembentukan karakter, sportivitas, dan apresiasi terhadap seni, sastra, serta kemampuan jurnalistik para siswa.
Penulis: Aelredus Reigeno Nahak dan Yoseph A. Lopez
Editor: Yudel Neno
