
Lalian, KeuskupanAtambua.org – SMA Swasta Seminari Lalian menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. Upacara berlangsung di Lapangan SMA Swasta Seminari Lalian dan diikuti para romo, suster, guru, pegawai, serta seluruh siswa.

Berbeda dari upacara biasanya, seluruh peserta hadir dengan mengenakan pakaian adat. Pilihan busana adat itu menjadi simbol kecintaan terhadap keragaman budaya bangsa sekaligus ungkapan komitmen untuk merawat nilai-nilai kebinekaan dalam kehidupan bersama.

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, tahun 1945, Ir. Soekarno untuk pertama kalinya memperkenalkan dan mengusulkan gagasan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila dalam sidang BPUPKI.

Upacara dipimpin oleh Kepala SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Rm. Hiro membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Dalam pidato tersebut, Pancasila ditegaskan sebagai ideologi yang hidup sekaligus jangkar moral dalam menjaga persatuan, integritas, serta pelayanan yang berkeadilan.
Pancasila juga disebut sebagai bintang penuntun di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun bangsa.
Seluruh rangkaian upacara dipercayakan kepada kelompok pramuka di bawah bimbingan Rm. Daniel Makbalin, Pr. Sementara itu, siswa kelas X.1 bertanggung jawab membawakan lagu-lagu dalam upacara. Para petugas menjalankan tugas dengan baik, tertib, dan penuh tanggung jawab.
Melalui upacara ini, keluarga besar SMA Swasta Seminari Lalian diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebangsaan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai itu menjadi dasar penting agar seluruh warga sekolah terus membangun kehidupan yang berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, demokratis, dan berkeadilan.
Penulis: Adam Natalino Teme dan Ogilbertus Hendra Mauloko
Editor: Yudel Neno
