
LALIAN – KeuskupanAtambua.org – SMA Swasta Seminari Lalian meraih juara I lomba debat Bahasa Indonesia dalam kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N tingkat Kabupaten Belu, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS Kabupaten Belu itu berlangsung di SMA Santa Angela Atambua. Perlombaan dimulai pukul 09.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 19.00 WITA.

Beberapa cabang lomba yang digelar dalam kegiatan tersebut antara lain lomba debat Bahasa Indonesia, lomba debat Bahasa Inggris, dan lomba Duta SMA.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di Aula SMA Swasta Santa Angela Atambua. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi NTT, Ibu Rita Tae Lake, mengatakan bahwa kompetisi ini bertujuan meningkatkan daya saing peserta didik dalam dunia pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap kompetisi. Menurutnya, peserta yang meraih juara akan menjadi wakil Kabupaten Belu untuk mengikuti kompetisi pada tingkat Provinsi NTT.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk terus meningkatkan semangat dan kualitas pendampingan terhadap peserta didik.
Setelah upacara pembukaan, seluruh peserta diarahkan menuju ruangan masing-masing sesuai jenis perlombaan. Lomba Duta SMA dan debat Bahasa Inggris berlangsung di ruangan yang telah disiapkan oleh panitia di SMA Santa Angela Atambua.
Dari tiga cabang lomba yang digelar, tiga sekolah berhasil keluar sebagai juara I dan akan mewakili Kabupaten Belu ke tingkat provinsi. Juara I lomba Duta SMA diraih oleh SMAK Surya Atambua. Juara I lomba debat Bahasa Inggris diraih oleh SMAN 1 Atambua. Sementara itu, juara I lomba debat Bahasa Indonesia diraih oleh SMA Swasta Seminari Lalian.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Swasta Seminari Lalian. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa para siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan berkomunikasi secara terstruktur dalam forum akademik.
Kegiatan seperti ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain menjadi ruang kompetisi, FLS3N juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan daya saing dalam lingkup yang lebih luas.
Penulis: Aelredus Reigeno Nahak dan Yoseph A. Lopez
Editor: Yudel Neno
