Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Profil 15 Frater Keuskupan Atambua yang akan Ditahbiskan Menjadi Diakon
  • SMA Swasta Seminari Lalian Gandeng BNNK Belu Sosialisasikan Bahaya Narkoba bagi Remaja
  • SMA Swasta Seminari Lalian Juara I Debat Bahasa Indonesia FLS3N Kabupaten Belu
  • Umat Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini Rayakan Pentakosta dengan Ritus “Tatama Mau Neu Uis Neno”
  • Umat Lingkungan St. Yosep Pekerja Manufonu Gelar Misa Patroli Rosario Mei
  • Paroki Manufui Gelar Animasi Tupoksi Pastoral bagi Pengurus Lingkungan dan KUB
  • Agen Pastoral Paroki Weoe Dalami Migrasi Prosedural untuk Lindungi Umat
  • Umat Paroki Manamas Terima Arca Hati Kudus Yesus dari Paroki Wini
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Profil 15 Frater Keuskupan Atambua yang akan Ditahbiskan Menjadi Diakon
Berita Keuskupan Atambua

Profil 15 Frater Keuskupan Atambua yang akan Ditahbiskan Menjadi Diakon

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMay 26, 2026No Comments136 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KeuskupanAtambua.org – Profil 15 Frater Keuskupan Atambua yang akan Ditahbiskan Menjadi Diakon

Narasi Profil Berdasarkan 15 Dokumen Biodata

Tahbisan Diakon di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang 30 Mei 2026 oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR (Uskup Weetabula)

Catatan penyunting: naskah ini disusun dalam gaya naratif dengan mempertahankan data pokok, motto, serta makna refleksi asli dari para Frater. Redaksi dirapikan seperlunya demi kelancaran bahasa, kesinambungan ide, dan keseragaman struktur.

Daftar Profil

  1. Fr. Adrianus Asa Tuna, S.Fil.
  2. Fr. Yohanes Halek Manek, S.Fil.
  3. Fr. Vegidius Tikneon, S.Fil.
  4. Fr. Renaldi Erikson Kiik, S.Fil.
  5. Fr. Christovorus Tes Loe, S.Fil.
  6. Fr. Yoseph Martins Bau, S.Fil.
  7. Fr. Benyamin Robetus Sila, S.Fil.
  8. Fr. Peter Ronaldo Thaal, S.Fil.
  9. Fr. Febronius Kiik, S.Fil.
  10. Fr. Yulianto Lopo Tutpai, S.Fil.
  11. Fr. Aloisius Hestronius Deri, S.Fil.
  12. Fr. Remigildus Lake, S.Fil.
  13. Fr. Benyamin Leto, S.Fil.
  14. Fr. Yanuarius Vernando Lake, S.Fil.
  15. Fr. Yulius Gordianus Sengkoen, S.Fil.

Fr. Adrianus Asa Tuna, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Adrianus Asa Tuna
Tempat/Tanggal Lahir Halilulik, 16 Desember 1998
Orang Tua Bapak Fredianus Asa Tuna dan Mama Sisilia Kole
Judul Skripsi “Gereja sebagai Pewarta Injil dalam Terang Evangelii Nuntiandi Artikel 15”
Tempat TOP Paroki Sta. Theresia Kefamenanu (2022–2024)
Judul Tesis “Partisipasi Orang Muda Katolik dalam Pelayanan Lektor di Paroki Santa Theresia Kefamenanu”
Tahbisan Diakon Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Tuhan akan menyelesaikan segala-galanya bagiku” (Mazmur 138:8a).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Adrianus Asa Tuna lahir di Halilulik pada 16 Desember 1998. Ia adalah putra dari Bapak Fredianus Asa Tuna dan Mama Sisilia Kole. Dalam perjalanan akademiknya, ia menulis skripsi berjudul “Gereja sebagai Pewarta Injil dalam Terang Evangelii Nuntiandi Artikel 15”. Pengalaman Tahun Orientasi Pastoral ia jalani di Paroki Sta. Theresia Kefamenanu pada tahun 2022–2024, dan kemudian memperdalam perhatian pastoralnya melalui tesis berjudul “Partisipasi Orang Muda Katolik dalam Pelayanan Lektor di Paroki Santa Theresia Kefamenanu”.

Menjelang tahbisan diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang pada Sabtu, 30 Mei 2026, oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, Fr. Adrianus memilih motto “Tuhan akan menyelesaikan segala-galanya bagiku” (Mazmur 138:8a). Motto ini menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panggilan yang telah dijalaninya selama kurang lebih tiga belas tahun. Perjalanan tersebut bukanlah jalan yang selalu mudah. Ada proses panjang yang dipenuhi jatuh bangun, perjuangan, keraguan, serta berbagai pengalaman hidup yang perlahan membentuknya menjadi pribadi yang semakin mengenal kasih dan kesetiaan Tuhan.

Dalam seluruh proses pembinaan dan formasi panggilan itu, ia semakin menyadari bahwa karya Tuhan tidak pernah berhenti bekerja dalam hidup manusia. Ketika merasa lemah, Tuhan memberikan kekuatan. Ketika menghadapi tantangan dan ketidakpastian, Tuhan membuka jalan. Bahkan dalam keterbatasan dan kegagalan, Tuhan tetap setia menuntun hingga ia sampai pada titik ini. Semua pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa panggilan ini bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan karena Tuhan sendiri yang berkarya dan menyempurnakannya.

Karena itu, motto tahbisan ini bukanlah pilihan yang lahir secara kebetulan, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi pengalaman akan keterbatasan diri dan kemurahan Allah. Setiap tahap perjalanan panggilannya menjadi tanda nyata bahwa Tuhan sungguh menyelesaikan apa yang telah Ia mulai. Motto ini tidak hanya menjadi kenangan indah pada hari tahbisan, tetapi juga menjadi arah dan pegangan hidup dalam pelayanan: tetap rendah hati, bersandar pada Tuhan, setia dalam hal-hal kecil, dan bersedia dipakai sebagai alat untuk menyelesaikan karya-Nya di tengah umat.

Fr. Yohanes Halek Manek, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Yohanes Halek Manek
Tempat/Tanggal Lahir Webenahi, 27 Juli 1988
Orang Tua Bapak Gabriel Manek (alm.) dan Ibu Yuliana Tahan
Judul Skripsi “Pencobaan terhadap Yesus oleh Iblis di Padang Gurun: Sebuah Refleksi Eksegetis atas Teks Matius 4:1–11”
Tempat TOP Paroki St. Yohanes Rasul Webriamata (2022–2024)
Judul Tesis “Meningkatkan Peran Orang Tua dalam Persiapan Komuni Pertama di Paroki Santo Yohanes Rasul Webriamata”
Tahbisan Diakon Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Mari, Ikutlah Aku” (Matius 4:19).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Yohanes Halek Manek lahir di Webenahi pada 27 Juli 1988. Ia adalah putra dari Bapak Gabriel Manek (alm.) dan Ibu Yuliana Tahan. Dalam bidang akademik, ia menulis skripsi “Pencobaan terhadap Yesus oleh Iblis di Padang Gurun: Sebuah Refleksi Eksegetis atas Teks Matius 4:1–11”. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki St. Yohanes Rasul Webriamata pada tahun 2022–2024, dan tesisnya berfokus pada upaya meningkatkan peran orang tua dalam persiapan Komuni Pertama di paroki yang sama.

Menjelang tahbisan diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang pada Sabtu, 30 Mei 2026, oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, ia memilih motto “Mari, Ikutlah Aku” (Matius 4:19). Setelah merenungkan perjalanan panggilannya, ia menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana dan tujuan yang unik untuk hidupnya. Tuhan memanggil dan mengetuk pintu hatinya untuk menjawab panggilan suci ini, sehingga ia menyadari bahwa panggilan yang sedang dijalani adalah anugerah terindah dalam hidupnya.

Dengan hati yang tulus, ia telah menjawab “ya” atas panggilan Tuhan dan siap menjadi murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah di tengah dunia. Menjadi murid Kristus berarti menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dan berani melepaskan diri dari kesenangan serta kenikmatan duniawi demi kehendak Tuhan. Kisah panggilan para murid dalam Matius 4:19 mengajarkannya tentang iman dan ketaatan sejati kepada Allah.

Ketika menilik kembali perjalanan panggilannya, Fr. Yohanes merasakan pertolongan, penyertaan, dan penyelenggaraan Tuhan yang sungguh luar biasa. Dalam banyak rintangan, halangan, dan dukacita, Tuhan tetap menguatkan dan memanggilnya: “Mari, Ikutlah Aku”. Dengan iman dan kerendahan hati, ia berani melangkah mengikuti panggilan-Nya demi mewujudkan harapan dan cita-cita menjadi imam Tuhan.

Fr. Vegidius Tikneon, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Vegidius Tikneon
Tempat/Tanggal Lahir Oekolo, 10 Agustus 1998
Orang Tua Bapak Raimundus Tikneon dan Mama Kristina Tael Tikneon
Judul Skripsi “Makna Rekonsiliasi dalam Ritus Hel Keta di Humusu Oekolo–Insana–Timor”
Tempat TOP Paroki Sta. Theresia Kefamenanu (2022–2024)
Judul Tesis “Kerasulan Legio Maria, Kuria Maria Berdukacita, Paroki Santa Theresia Kefamenanu dalam Meningkatkan Kualitas Kehidupan Iman Umat”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku” (Yesaya 55:8).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Vegidius Tikneon lahir di Oekolo pada 10 Agustus 1998. Ia adalah putra dari Bapak Raimundus Tikneon dan Mama Kristina Tael Tikneon. Dalam studi filsafat dan teologi, ia menulis skripsi “Makna Rekonsiliasi dalam Ritus Hel Keta di Humusu Oekolo–Insana–Timor”. Pengalaman TOP dijalaninya di Paroki Sta. Theresia Kefamenanu pada tahun 2022–2024, dan tesisnya mengangkat tema kerasulan Legio Maria dalam meningkatkan kualitas kehidupan iman umat.

Motto tahbisannya, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku” (Yesaya 55:8), lahir dari kesadaran bahwa perjalanan panggilan tidak berasal dari kekuatan atau rencana pribadi. Ada begitu banyak keinginan, harapan, dan cita-cita hidup yang pernah ia rancang. Namun Tuhan menuntunnya melalui jalan yang sering kali tidak dipahami, sekaligus mengajarkannya bahwa kehendak Tuhan lebih besar daripada apa yang dipikirkan manusia.

Dalam perjalanan itu ia sering merasa tidak pantas dan penuh kelemahan untuk menjalankan panggilan ini. Ada ketakutan, kegelisahan, keraguan, dan pertanyaan dalam hati: apakah ia sungguh mampu menjadi pelayan Tuhan? Namun melalui Yesaya 55:8, ia belajar percaya bahwa Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna, melainkan menyempurnakan orang yang dipanggil. Panggilan ini bukan semata-mata tentang dirinya, melainkan tentang karya Allah dalam hidupnya.

Melalui motto ini, Fr. Vegidius ingin terus belajar rendah hati dan setia. Ketika ia belum memahami rencana Tuhan, ia mau tetap percaya. Ketika pelayanan terasa melelahkan, ia mau tetap bertahan, sebab ia percaya bahwa rancangan Tuhan lebih mulia daripada rancangan manusia dan jalan Tuhan adalah jalan terbaik dalam menapaki panggilan dan pelayanan.

Fr. Renaldi Erikson Kiik, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Renaldi Erikson Kiik
Tempat/Tanggal Lahir Halilulik, 22 April 1998
Orang Tua Bapak Aloysius Nana dan Mama Bernadetha Asury
Judul Skripsi “Memahami Politik Multikulturalisme Perspektif William Kymlicka dan Relevansinya dalam Konteks Politik Identitas di Indonesia”
Tempat TOP Paroki St. Arnoldus Janssen Jak (2022–2024)
Judul Tesis “Integrasi Artificial Intelligence dalam Penyusunan Homili: Studi Kasus Pemanfaatan AI oleh Frater Tingkat VI Seminari Tinggi St. Mikael Penfui-Kupang”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikael Penfui-Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yohanes 21:17).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Renaldi Erikson Kiik lahir di Halilulik pada 22 April 1998. Ia adalah putra dari Bapak Aloysius Nana dan Mama Bernadetha Asury. Dalam studi akademik, ia menulis skripsi tentang politik multikulturalisme perspektif William Kymlicka dan relevansinya dalam konteks politik identitas di Indonesia. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki St. Arnoldus Janssen Jak pada tahun 2022–2024. Tesisnya kemudian mengkaji integrasi Artificial Intelligence dalam penyusunan homili melalui studi kasus pemanfaatan AI oleh frater tingkat VI Seminari Tinggi St. Mikael Penfui-Kupang.

Motto tahbisannya, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yohanes 21:17), lahir dari perjumpaan mendalam antara kasih manusia yang rapuh dan kasih Allah yang memulihkan. Dalam dialog antara Yesus dan Petrus setelah kebangkitan, tampak suatu misteri kasih yang menjadi inti panggilan murid dan pelayan Gereja. Petrus datang dengan pengalaman kegagalan dan penyangkalan, sementara Yesus hadir dengan kasih yang tidak menuntut pembelaan diri, melainkan membuka jalan pemulihan dan pengutusan.

Sabda ini direfleksikan dalam terang ajaran Rasul Paulus tentang tiga hal yang tetap tinggal: iman, harap, dan kasih; dan yang terbesar adalah kasih. Kasih menjadi dasar sekaligus puncak seluruh kehidupan kristiani. Kasih bukan sekadar perasaan manusiawi, melainkan jawaban total manusia terhadap Allah yang lebih dahulu mengasihi. Dalam terang itu, dialog Yesus dan Petrus memperoleh maknanya sebagai perjumpaan antara kelemahan manusia dan belas kasih ilahi.

Bagi Fr. Renaldi, motto ini menjadi pengingat bahwa panggilan imamat pertama-tama bukan soal kemampuan, melainkan soal kasih kepada Kristus. Pelayanan hanya akan bermakna apabila berakar pada relasi pribadi dengan Tuhan. Seorang imam dipanggil bukan karena tanpa kelemahan, melainkan karena Allah berkenan bekerja melalui manusia yang mau membuka diri terhadap kasih-Nya. Dengan demikian, motto ini menjadi doa dan penyerahan diri agar dalam setiap tugas pelayanan ia selalu kembali kepada sumber utama panggilan, yakni kasih kepada Kristus Sang Gembala Agung.

Fr. Christovorus Tes Loe, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Christovorus Tes Loe
Tempat/Tanggal Lahir Atambua, 12 November 1998
Orang Tua Bapak Yohanes Tes Loe (alm.) dan Ibu Maria Yasinta Naba
Saudara Martinus Sabiyantus Tes Loe dan Kristianus Saprianus Tes Loe
Data Sakramen Baptis di Fatubenao, 7 Juni 1999; Krisma di Halilulik, 24 Oktober 2010
Judul Skripsi “Konsep Postkolonial menurut Edward Wadie Said”
Tempat TOP Paroki Santo Fransiskus Asisi Lakulo (2022–2024)
Judul Tesis “Makna Teologis Ritus Kose Mama Lulik dalam Kebudayaan Masyarakat Adat Tetun di Lakulo: Tinjauan Model Antropologis dari Teologi Kontekstual Stephen Bevans”
Tahbisan Diakon Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:20b).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Christovorus Tes Loe lahir di Atambua pada 12 November 1998. Ia berasal dari keluarga Bapak Yohanes Tes Loe (alm.) dan Ibu Maria Yasinta Naba, serta memiliki dua saudara, yakni Martinus Sabiyantus Tes Loe dan Kristianus Saprianus Tes Loe. Dalam riwayat sakramentalnya, ia menerima Sakramen Baptis di Fatubenao pada 7 Juni 1999 dan Sakramen Krisma di Halilulik pada 24 Oktober 2010.

Perjalanan akademiknya ditandai dengan skripsi berjudul “Konsep Postkolonial menurut Edward Wadie Said”. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki Santo Fransiskus Asisi Lakulo pada tahun 2022–2024. Selanjutnya, ia menulis tesis “Makna Teologis Ritus Kose Mama Lulik dalam Kebudayaan Masyarakat Adat Tetun di Lakulo: Tinjauan Model Antropologis dari Teologi Kontekstual Stephen Bevans”.

Motto tahbisannya diambil dari Matius 28:20b: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”. Kata-kata Yesus ini bukan sekadar bagian penutup dari kisah perutusan para murid. Lebih dari itu, sabda ini merupakan napas iman bagi karya pewartaan para murid, sebab di dalamnya terkandung pengharapan iman akan penyertaan Tuhan bagi karya perutusan.

Yesus tidak meninggalkan para murid sendirian di tengah ketakutan dan ancaman selama melaksanakan misi pewartaan. Ia tetap ada dan selalu menyertai mereka. Fr. Christovorus menyadari bahwa ia dipanggil menjadi imam bukan pertama-tama karena kuat dan hebat, melainkan karena Dia yang memanggil selalu berjalan bersama dan menyertai dengan setia. Keyakinan inilah yang meneguhkannya dalam kelemahan untuk berani memilih jalan panggilan dan siap diutus, meskipun akan berhadapan dengan berbagai tantangan dan pergumulan.

Fr. Yoseph Martins Bau, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Yoseph Martins Bau
Tempat/Tanggal Lahir Duala’us, 29 Maret 1998
Orang Tua Bapak Simeon Nahak dan Mama Indeliva Kolo
Judul Skripsi “Kemajuan Teknologi Informasi dan Dampaknya bagi Penghayatan Kebebasan Kaum Muda Katolik dalam Terang Gaudium et Spes Artikel 17”
Tempat TOP Emaus Pastoral Centre (2022–2024)
Judul Tesis “Resiliensi Calon Imam Penderita Penyakit Lambung: Relasi Timbal Balik Ketahanan Fisik, Psikologis, Spiritual dalam Formasi di Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui-Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Fiat voluntas tua – Jadilah kehendak-Mu” (Matius 26:42).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Yoseph Martins Bau lahir di Duala’us pada 29 Maret 1998. Ia adalah putra dari Bapak Simeon Nahak dan Mama Indeliva Kolo. Dalam perjalanan akademiknya, ia menulis skripsi tentang kemajuan teknologi informasi dan dampaknya bagi penghayatan kebebasan kaum muda Katolik dalam terang Gaudium et Spes Artikel 17. Pengalaman TOP dijalani di Emaus Pastoral Centre pada tahun 2022–2024, dan tesisnya mengangkat tema resiliensi calon imam penderita penyakit lambung dalam relasi timbal balik ketahanan fisik, psikologis, dan spiritual dalam formasi.

Menjelang tahbisan diakon di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui-Kupang pada Sabtu, 30 Mei 2026, oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, Fr. Yoseph memilih motto “Fiat voluntas tua – Jadilah kehendak-Mu” (Matius 26:42). Motto ini mengungkapkan penyerahan diri yang sederhana namun mendalam: bukan kehendak pribadi yang terjadi, melainkan kehendak Allah.

Ia menyadari bahwa perjalanan panggilan bukanlah perjalanan yang sempurna. Panggilan lahir dari hidup yang sederhana, rapuh, dan penuh pergulatan. Dalam kelemahan dan keterbatasan, Tuhan tetap datang memanggil dan mempercayakan rahmat-Nya. Seperti Yesus Kristus di Taman Getsemani yang menunjukkan bahwa kasih sejati lahir dari ketaatan kepada Bapa, demikian pula di tengah kelemahan dan kerapuhan, ia memilih berserah penuh pada kehendak Allah.

Motto ini juga menampilkan kesan kerendahan hati: seorang calon imam sadar bahwa dirinya hanyalah alat di tangan Tuhan. Ia tidak mengandalkan kehebatan diri, tetapi bersedia dibentuk oleh Allah dan dipakai menurut rencana-Nya.

Fr. Benyamin Robetus Sila, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Benyamin Robetus Sila
Tempat/Tanggal Lahir Atambua, 4 Juni 1998
Asal Paroki Sta. Maria Immaculata – Katedral Atambua
Orang Tua Bapak Blasius Sila dan Ibu Margaretha Meak
Judul Skripsi “Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap Kedisiplinan Para Calon Imam di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang”
Tempat TOP Paroki Sta. Filomena Mena (2022–2024)
Judul Tesis “Legio Maria dan Perannya dalam Formasi dan Transformasi Iman Legioner di Presidium Bunda Maria Perawan Tersuci As’asu Mena”
Tahbisan Diakon Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Aku senantiasa memandang kepada Tuhan” (Mazmur 16:8a).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Benyamin Robetus Sila lahir di Atambua pada 4 Juni 1998. Ia berasal dari Paroki Sta. Maria Immaculata – Katedral Atambua dan merupakan putra dari Bapak Blasius Sila dan Ibu Margaretha Meak. Dalam studi akademik, ia menulis skripsi tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan para calon imam di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki Sta. Filomena Mena pada tahun 2022–2024, dan tesisnya membahas peran Legio Maria dalam formasi dan transformasi iman para legioner di Presidium Bunda Maria Perawan Tersuci As’asu Mena.

Motto tahbisannya, “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan” (Mazmur 16:8a), dipilih dalam kesadaran penuh akan keterbatasan dan ketidaksempurnaan diri sebagai manusia. Dalam keseluruhan Mazmur, Raja Daud mengungkapkan bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber keselamatan, warisan, dan sukacita. Ayat ini hadir sebagai pengakuan hidup yang lahir dari pengalaman iman yang menempatkan Allah sebagai pusat seluruh hidup.

Fr. Benyamin juga mengingat refleksi St. Gregorius dari Nyssa yang melihat kebahagiaan sebagai gerak memandang dan merindukan Tuhan. Kebahagiaan sejati bukan sekadar “memiliki” Allah, melainkan terus memandang dan merindukan-Nya dalam perjalanan tanpa akhir. Selama mata tetap tertuju pada Tuhan, arah pelayanan tidak akan pernah hilang.

Motto ini meneguhkan keyakinannya bahwa pergumulan dan tantangan zaman tidak dapat memadamkan arah panggilan selama hidup tetap memandang kepada Tuhan. Ia yang memanggil lebih besar daripada segala tantangan, dan karena itu seluruh hidup serta pelayanan diarahkan kepada Tuhan yang senantiasa menjadi pusat dan tujuan.

Fr. Peter Ronaldo Thaal, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Peter Ronaldo Thaal
Tempat/Tanggal Lahir Halat, 29 Juni 1998
Orang Tua Bapak Pius Thaal dan Ibu Imelda Sareng
Judul Skripsi “Semiotika Perspektif Umberto Eco dan Pemaknaannya terhadap Simbol Haumonef dalam Kultur Masyarakat Dawan Eban di Timor Tengah Utara”
Tempat TOP Katedral St. Maria Immaculata Atambua (Juli 2022–Juni 2024)
Judul Tesis “Pemahaman Orang Muda Katolik Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua tentang Perayaan Ekaristi dan Implikasinya terhadap Penguatan Iman dan Moral”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Perkataan-Mu adalah hidup yang kekal” (Yohanes 6:68).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Peter Ronaldo Thaal lahir di Halat pada 29 Juni 1998. Ia adalah putra dari Bapak Pius Thaal dan Ibu Imelda Sareng. Ia menulis skripsi tentang semiotika perspektif Umberto Eco dan pemaknaannya terhadap simbol Haumonef dalam kultur masyarakat Dawan Eban di Timor Tengah Utara. Pengalaman TOP ia jalani di Katedral St. Maria Immaculata Atambua pada Juli 2022 hingga Juni 2024. Tesisnya menyoroti pemahaman Orang Muda Katolik Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua tentang Perayaan Ekaristi dan implikasinya terhadap penguatan iman dan moral.

Motto “Perkataan-Mu adalah hidup yang kekal” (Yohanes 6:68) merupakan salah satu pengakuan iman paling mendalam dari Santo Petrus. Kalimat itu lahir bukan dalam situasi yang mudah, melainkan ketika banyak murid mulai meninggalkan Yesus karena tidak mampu memahami ajaran-Nya. Di tengah situasi penolakan dan kebingungan itu, Yesus bertanya kepada kedua belas murid: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Petrus menjawab: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.”

Pengakuan Petrus ini menunjukkan posisi seorang murid sejati. Petrus mungkin belum memahami semuanya secara sempurna, tetapi ia percaya bahwa hanya Yesus yang memiliki sumber hidup sejati. Di sinilah tampak relasi mendalam antara Petrus dan Yesus: relasi yang dibangun bukan pertama-tama atas kepastian intelektual, melainkan atas iman dan kepercayaan total kepada pribadi Kristus.

Bagi Fr. Peter, motto ini memiliki makna spiritual yang sangat kuat dalam seluruh ziarah panggilan. Tahap-tahap perjalanan panggilan adalah upaya untuk memperdalam relasi dengan Yesus Kristus, sebab Dialah kepenuhan hidup. Dengan demikian, motto ini menjadi pengakuan iman sekaligus penyerahan diri bahwa hidup, pelayanan, dan seluruh perjalanan panggilan hanya memiliki arah sejati bila berakar pada Sabda dan pribadi Yesus Kristus.

Fr. Febronius Kiik, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Febronius Kiik
Tempat/Tanggal Lahir Halilulik, 14 Februari 1996
Orang Tua Bapak Aloysius Nana dan Mama Bernadetha Asury
Judul Skripsi “Perbandingan Konsep Monogami antara Hukum Perkawinan Gereja Katolik menurut Kanon 1056 dan Hukum Perkawinan Adat Butero di Wilayah Paroki Santa Maria Fatima Nurobo”
Tempat TOP SMA Seminari Sta. Maria Immaculata Lalian (2022–2024)
Judul Tesis “Spiritualitas Santa Perawan Maria sebagai Inspirasi bagi Formasi Calon Imam di SMA Seminari Lalian”
Tahbisan Diakon Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataanmu” (Lukas 1:38).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Febronius Kiik lahir di Halilulik pada 14 Februari 1996. Ia adalah putra dari Bapak Aloysius Nana dan Mama Bernadetha Asury. Dalam studi akademik, ia menulis skripsi “Perbandingan Konsep Monogami antara Hukum Perkawinan Gereja Katolik menurut Kanon 1056 dan Hukum Perkawinan Adat Butero di Wilayah Paroki Santa Maria Fatima Nurobo”. Pengalaman TOP ia jalani di SMA Seminari Sta. Maria Immaculata Lalian pada tahun 2022–2024, dan tesisnya mengangkat tema spiritualitas Santa Perawan Maria sebagai inspirasi bagi formasi calon imam di SMA Seminari Lalian.

Menjelang tahbisan diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang pada Sabtu, 30 Mei 2026, oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, ia memilih motto “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataanmu” (Lukas 1:38). Motto ini menempatkan teladan Maria sebagai dasar penyerahan diri kepada kehendak Allah.

Bagi Fr. Febronius, panggilan hidup dan pelayanan hanya menemukan makna sejatinya ketika seseorang berani hidup penuh penyerahan kepada penyelenggaraan Tuhan dengan ketaatan yang utuh. Dengan semangat fiat Maria, ia ingin menjalani panggilan dan pelayanan sebagai hamba Tuhan yang siap dibentuk dan diutus menurut sabda-Nya.

Fr. Yulianto Lopo Tutpai, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Yulianto Lopo Tutpai
Tempat/Tanggal Lahir Kiupukan, 4 Juli 1998
Orang Tua Bapak Yoakim Tutpai dan Mama Elisabeth Uskono
Judul Skripsi “Filsafat Holisme-Ekologis sebagai Bentuk Kritikan terhadap Paradigma Newtonian Perspektif Fritjof Capra”
Tempat TOP Paroki Salib Suci Weoe (2022–2024)
Judul Tesis “Pengaruh Ekonomi Keluarga Umat Kristiani terhadap Partisipasi Kehidupan Menggereja di Paroki Salib Suci Weoe”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi Sto. Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:6).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Yulianto Lopo Tutpai lahir di Kiupukan pada 4 Juli 1998. Ia adalah putra dari Bapak Yoakim Tutpai dan Mama Elisabeth Uskono. Dalam bidang akademik, ia menulis skripsi tentang filsafat holisme-ekologis sebagai bentuk kritik terhadap paradigma Newtonian perspektif Fritjof Capra. Pengalaman TOP dijalani di Paroki Salib Suci Weoe pada tahun 2022–2024, dan tesisnya membahas pengaruh ekonomi keluarga umat Kristiani terhadap partisipasi kehidupan menggereja di Paroki Salib Suci Weoe.

Motto tahbisannya, “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:6), merangkum kesadaran bahwa hidup adalah perjalanan yang bermuara pada satu panggilan: pengakuan diri untuk menempatkan kehendak Allah sebagai pusat segala keputusan.

Fr. Yulianto memandang bahwa Tuhan telah menuliskan garis yang lurus pada jalan hidup manusia yang bengkok. Kisah pengakuannya menjadi kesediaan untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada penyelenggaraan ilahi. Allah adalah sumber kekuatan dan kepenuhan hikmat, dan jalan yang dipilih adalah tinggal dalam rahmat-Nya yang berkuasa atas diri manusia.

Dalam terang iman, Yesus menjadi model dan pola kesaksian hidup yang mengesankan. Sebagai Saksi Agung dan Pahlawan Iman, sikap-Nya pantas ditiru dan diikuti oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, motto ini menjadi pegangan untuk mengakui Tuhan dalam seluruh hidup dan membiarkan Dia meluruskan setiap langkah pelayanan.

Fr. Aloisius Hestronius Deri, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Aloisius Hestronius Deri
Tempat/Tanggal Lahir Seon, 15 April 1998
Orang Tua Bapak Vincentius Nurak dan Ibu Maria Bete Sin
Judul Skripsi “Analisis Semiologi Jean Baudrillard terhadap Masyarakat Konsumtif dan Relevansinya dengan E-Commerce di Indonesia”
Tempat TOP SMK Katolik St. Pius X Insana (2022–2024)
Judul Tesis “Analisis Implementasi Integrasi Local Wisdom dan Pertanian Modern dalam Pembentukan Karakter dan Kesiapan Kerja Peserta Didik Kelas XII Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di SMK St. Pius X Insana”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Yesaya 41:10a).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Aloisius Hestronius Deri lahir di Seon pada 15 April 1998. Ia adalah putra dari Bapak Vincentius Nurak dan Ibu Maria Bete Sin. Ia menulis skripsi tentang analisis semiologi Jean Baudrillard terhadap masyarakat konsumtif dan relevansinya dengan e-commerce di Indonesia. Pengalaman TOP ia jalani di SMK Katolik St. Pius X Insana pada tahun 2022–2024. Tesisnya membahas implementasi integrasi local wisdom dan pertanian modern dalam pembentukan karakter serta kesiapan kerja peserta didik kelas XII Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di SMK St. Pius X Insana.

Motto “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Yesaya 41:10a) menjadi puncak rangkuman seluruh perjalanan panggilannya. Ayat ini dipilih sebagai motto menjelang tahbisan diakon karena di dalamnya ia menemukan gema pengalaman hidupnya sendiri: sebuah sapaan penuh kekuatan dari Tuhan kepada umat-Nya di tengah kegelisahan, kelemahan, dan perjuangan hidup.

Dalam setiap langkah panggilan, baik di saat sukacita maupun kesesakan, ia merasakan penyertaan Tuhan yang nyata: tangan-Nya yang setia menuntun, menopang, dan menguatkan. Dialah yang memelihara melewati badai batin, tantangan formasi, serta pergumulan akal dan kehendak yang kerap menguji kesetiaan dan keteguhan hati.

Sabda ini menjadi sumber penghiburan sekaligus keberanian. Tuhan tidak pernah menjanjikan jalan yang mudah, tetapi Ia menjanjikan kehadiran-Nya yang setia. Karena itu, Fr. Aloisius percaya bahwa dalam setiap ketakutan, keraguan, dan keterbatasan diri, Tuhan tetap berjalan bersama. Ia hanyalah alat yang rapuh dan sederhana, namun percaya bahwa Tuhan berkenan memakai hidupnya demi kemuliaan sabda-Nya dan pelayanan bagi umat-Nya.

Fr. Remigildus Lake, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Remigildus Lake
Tempat/Tanggal Lahir Atambua, 14 September 1998
Orang Tua Bapak Lukas Anunu Lake (+) dan Ibu Erika Nule
Judul Skripsi “Hak Umat Beriman Kristiani dalam Memberikan Harta Benda demi Gereja dalam Terang Kanon 1261 §1”
Tempat TOP Paroki Sta. Maria Fatima Betun (2022–2024)
Judul Tesis “Peran Bendahara Paroki dalam Mengelola Keuangan Paroki dan Transparansinya terhadap Umat Paroki Sta. Maria Fatima Betun”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi Sto. Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus” (Mazmur 2:6).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Remigildus Lake lahir di Atambua pada 14 September 1998. Ia adalah putra dari Bapak Lukas Anunu Lake (+) dan Ibu Erika Nule. Dalam studi akademik, ia menulis skripsi “Hak Umat Beriman Kristiani dalam Memberikan Harta Benda demi Gereja dalam Terang Kanon 1261 §1”. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki Sta. Maria Fatima Betun pada tahun 2022–2024, dan tesisnya membahas peran bendahara paroki dalam mengelola keuangan paroki serta transparansinya terhadap umat Paroki Sta. Maria Fatima Betun.

Motto tahbisannya, “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus” (Mazmur 2:6), dipilih sebagai dasar refleksi perjalanan panggilan untuk menjadi imam. Baginya, Tuhan adalah kekuatan serta sumber segala kuasa dan otoritas. Tuhan memanggil, memilih, dan melantik seseorang untuk mengikuti-Nya bukan karena orang itu hebat, melainkan karena ada sesuatu yang indah yang hendak dipakai Tuhan untuk mewartakan keselamatan kepada dunia.

Fr. Remigildus menyadari bahwa Tuhan memilihnya bukan karena kehebatan, kemampuan pribadi, atau kekuatan sendiri. Tuhan memilih karena ada rencana besar yang telah disiapkan. Ia menyadari bahwa sumber segala kekuatan berasal dari Tuhan. Dirinya adalah alat yang dipakai untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Karena itu, motto ini menjadi pengingat bahwa panggilan selalu bersumber dari kehendak dan kuasa Allah. Dalam pelayanan, ia hendak hidup sebagai pribadi yang bersedia dipakai Tuhan untuk mewartakan keselamatan dan melaksanakan rencana-Nya bagi umat.

Fr. Benyamin Leto, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Benyamin Leto
Tempat/Tanggal Lahir Welaus, 12 September 1997
Orang Tua Bapak Paulus Leto dan Ibu Blandina Soi
Judul Skripsi “Memahami Konsep Autentisitas Cinta Perspektif Søren Aabye Kierkegaard”
Tempat TOP Paroki Sta. Maria Diangkat ke Surga Eban (2022–2024)
Judul Tesis “Pastoral Komuni Orang Sakit dan Dampaknya bagi Penghayatan Iman Umat di Paroki Sta. Maria Diangkat ke Surga Eban”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu” (Yohanes 21:17).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Benyamin Leto lahir di Welaus pada 12 September 1997. Ia adalah putra dari Bapak Paulus Leto dan Ibu Blandina Soi. Dalam perjalanan akademiknya, ia menulis skripsi “Memahami Konsep Autentisitas Cinta Perspektif Søren Aabye Kierkegaard”. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki Sta. Maria Diangkat ke Surga Eban pada tahun 2022–2024, dan tesisnya membahas pastoral Komuni orang sakit serta dampaknya bagi penghayatan iman umat di paroki tersebut.

Motto tahbisannya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu” (Yohanes 21:17), lahir dari kesadaran bahwa kehidupan seorang anak manusia sejatinya berada dalam genggaman Sang Khalik. Tidak mudah berjalan dalam panggilan suci ini, namun penyertaan Tuhan selalu ada bersama.

Pertanyaan Yesus kepada Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” dan jawaban Petrus, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau; Engkau tahu segala sesuatu,” menjadi dasar refleksi panggilan. Percakapan terakhir antara Yesus dan Petrus setelah kebangkitan menunjukkan bahwa Allah memberi kesempatan kedua dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Setelah tiga kali Petrus menyangkal Yesus, pertanyaan tiga kali itu menjadi bentuk pemulihan.

Dari peristiwa itu Fr. Benyamin belajar bahwa “gembala” bukan pertama-tama tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab. Pelayan Gereja adalah sahabat Kristus yang rendah hati, yang merawat domba-domba dengan kasih sayang, membimbing dengan lembut, memiliki hati yang bergetar ketika melihat salib Kristus, serta tinggal bersama Kristus dan hidup bersama Roh Kudus.

Fr. Yanuarius Vernando Lake, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Yanuarius Vernando Lake
Tempat/Tanggal Lahir Nimasi, 11 Januari 1998
Orang Tua Bapak Nicolas Lake dan Mama Hermina Sasi
Judul Skripsi “Memahami Perayaan Ekaristi sebagai Pusat Hidup bagi Seorang Calon Imam dalam Terang Kanon 246 §1 Kitab Hukum Kanonik 1983”
Tempat TOP Paroki Sta. Filomena-Mena (2022–2024)
Judul Tesis “Pengaruh Ekaristi bagi Perkembangan Hidup Rohani Siswa-Siswi SMAK Sta. Filomena-Mena”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Yesaya 41:10).

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Yanuarius Vernando Lake lahir di Nimasi pada 11 Januari 1998. Ia adalah putra dari Bapak Nicolas Lake dan Mama Hermina Sasi. Dalam studi akademiknya, ia menulis skripsi “Memahami Perayaan Ekaristi sebagai Pusat Hidup bagi Seorang Calon Imam dalam Terang Kanon 246 §1 Kitab Hukum Kanonik 1983”. Pengalaman TOP ia jalani di Paroki Sta. Filomena-Mena pada tahun 2022–2024, dan tesisnya membahas pengaruh Ekaristi bagi perkembangan hidup rohani siswa-siswi SMAK Sta. Filomena-Mena.

Melalui motto “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Yesaya 41:10), Fr. Yanuarius merefleksikan perjalanan panggilan yang indah dan luar biasa. Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang menyertai segala langkah hidup, sehingga panggilan suci dapat dijalani dengan hati yang teguh dan pantang menyerah ketika menghadapi cobaan, tantangan, dan godaan duniawi.

Ia menyadari bahwa Tuhan menguatkan hati dan pikiran, memelihara iman, dan mengarahkan dirinya untuk terus berjuang serta melangkah menata panggilan dengan sukacita, walaupun badai dan rintangan datang silih berganti. Dalam situasi takut, cemas, gelisah, dan kekeringan, Tuhan hadir dan menyapa: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.”

Ayat ini adalah janji penghiburan dan kekuatan dari Tuhan kepada bangsa Israel yang mengalami ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran. Allah tidak membiarkan bangsa Israel berjalan sendiri dan mengalami penderitaan. Allah justru menyertai dan membawa mereka kepada sukacita berlimpah. Keyakinan yang sama menjadi pegangan Fr. Yanuarius dalam menapaki panggilan dan pelayanan.

Fr. Yulius Gordianus Sengkoen, S.Fil.

Data Pokok

Nama Fr. Yulius Gordianus Sengkoen
Tempat/Tanggal Lahir Fatualam, 13 Juli 1998
Orang Tua Bapak Vinsensius Sengkoen dan Ibu Laurensia Tas’au
Judul Skripsi “Nilai Religius Faot Kanaf-Oe Kanaf Suku Tas’au Lapeom Insana Timor”
Tempat TOP St. Yohanes Baptista Besikama (2022–2024)
Judul Tesis “Nilai Religius Upacara Hamis Batar: Studi Budaya bagi Masyarakat Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat”
Tahbisan Diakon Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, 30 Mei 2026
Uskup Pentahbis Mgr. Edmund Woga, CSsR

Motto Tahbisan

“Tenanglah. Aku ini. Jangan takut.”

Narasi Profil dan Refleksi

Fr. Yulius Gordianus Sengkoen lahir di Fatualam pada 13 Juli 1998. Ia adalah putra dari Bapak Vinsensius Sengkoen dan Ibu Laurensia Tas’au. Dalam studi akademiknya, ia menulis skripsi “Nilai Religius Faot Kanaf-Oe Kanaf Suku Tas’au Lapeom Insana Timor”. Pengalaman TOP ia jalani di St. Yohanes Baptista Besikama pada tahun 2022–2024, dan tesisnya mengangkat nilai religius upacara Hamis Batar sebagai studi budaya bagi masyarakat Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat.

Motto “Tenanglah. Aku ini. Jangan takut” mengandung ajakan yang sangat personal sekaligus mendalam: sebuah panggilan untuk percaya bahwa dalam setiap situasi ada kehadiran ilahi yang menyertai. Motto ini mengingatkan bahwa rasa takut adalah bagian alami dari perjalanan hidup dan panggilan, terutama ketika menghadapi ketidakpastian, tanggung jawab yang besar, atau pengorbanan.

Kata-kata “Aku ini” menegaskan bahwa ia tidak berjalan sendiri. Ada kehadiran Tuhan yang setia, yang mengenal, menjaga, dan menuntun setiap langkah. Karena itu, “jangan takut” bukan sekadar perintah, melainkan undangan untuk berserah dan percaya.

Dalam konteks tahbisan, motto ini menjadi sumber kekuatan. Ketika lelah, takut, atau merasa tidak mampu, ia diingatkan kembali bahwa panggilan ini bukan karena usaha sendiri, melainkan karya Allah. Keberanian sejati lahir bukan dari kekuatan diri, melainkan dari iman bahwa Dia yang memanggil juga akan memampukan. Maka motto ini menjadi pegangan harian: berjalan dengan berani, bukan karena semua pasti mudah, melainkan karena yakin tidak berjalan sendiri. Tuhan selalu menyertai.

Editor : Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Pelajar dan OMK Paroki Wini Dibekali Literasi Digital dan Cerdas Bermedia Sosial

May 7, 2026

Pengumuman Kelulusan, Semua Peserta Didik Kelas XII Dinyatakan Lulus Pada SMAK Santa Filomena

May 7, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi

April 25, 2026

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Profil 15 Frater Keuskupan Atambua yang akan Ditahbiskan Menjadi Diakon

May 26, 2026

SMA Swasta Seminari Lalian Gandeng BNNK Belu Sosialisasikan Bahaya Narkoba bagi Remaja

May 26, 2026

SMA Swasta Seminari Lalian Juara I Debat Bahasa Indonesia FLS3N Kabupaten Belu

May 26, 2026

Umat Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini Rayakan Pentakosta dengan Ritus “Tatama Mau Neu Uis Neno”

May 26, 2026

Umat Lingkungan St. Yosep Pekerja Manufonu Gelar Misa Patroli Rosario Mei

May 26, 2026

Paroki Manufui Gelar Animasi Tupoksi Pastoral bagi Pengurus Lingkungan dan KUB

May 18, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?