keuskupanatambua.org, -Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta bekerja sama dengan Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia (Dokpen KWI) menyelenggarakan Workshop Policy Brief yang diikuti oleh para Pimpinan Pusat Pastoral Keuskupan se-Indonesia belum lama ini dengan narasumber utama, Dr. Ignatius Praptoraharjo atau biasa dipanggil Pak Gambit dan Moderator Staf Bank Data Kegerejaan KWI-UNIKA Atma Jaya.
Kegiatan Kursus Penyusunan Policy Brief ini diawali dengan mendengarkan sambutan atau pengarahan awal oleh Kepala Dokpen KWI, Pastor Andreas Suparman, SCJ. Dalam arahannya itu, Pastor Suparman menegaskan tentang pentingnya kursus ini untuk membantu para pengelola statistik atau bank data untuk mengolah data-data dengan sebaik-baiknya dan mengusulkan ‘policy brief’ kepada para pengambil kebijakan yaitu para Bapak Uskup atau Pimpinan Gereja untuk menetapkan kebijakan pastoral yang baik dan benar berdasarkan data.
Selanjutnya selama tiga minggu berturut-turut para peserta didampingi oleh narasumber yang berkompeten mulai dari penjelasan tentang policy brief hingga latihan membuat policy brief oleh para peserta.
Policy Brief merupakan sebuah media yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis sebuah masalah dan rekomendasi untuk menanggapi masalah tersebut kepada pembaca khususnya para pembuat kebijakan. Menurut Dr. Gambit, policy brief merupakan sarana untuk menyediakan usulan pembuatan kebijakan yang berbasis bukti empirik.
Lebih lanjut, Gambit mengatakan “belum banyak para pembuat kebijakan yang memanfaatkan policy brief pada satu sisi, tetapi tidak banyak pula tersedia policy brief yang bisa dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan untuk mendukung kebijakan yang ingin dibuatnya”. Beliau berharap pada akhir kegiatan, para peserta dapat menyusun sebuah policy brief yang akan diberikan kepada Bapak Uskup dalam mengambil kebijakan pastoral di keuskupannya.
Selanjutnya, hal-hal yang dibahas bersama dalam acara workshop ini adalah:
a. Mengidentifikasi isu kebijakan
b. Mengidentifikasi kelompok pemanfaat potensial (pembuat kebijakan) dari analisis masalah yang dibuat dan mengembangkan strategi komunikasi yang mendukungnya.
c. Menyusun dokumen policy brief berdasarkan sistematika dan metode penulisan yang berlaku.
Para peserta workshop terdiri para romo, suster dan bapa/ibu yang terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan pastoral di Keuskupan masing-masing.
Kursus ini dilakukan secara daring (dalam jaringan) dengan memanfaatkan aplikasi zoom. Peserta dari Keuskupan Atambua adalah Sekretaris Umum Pusat Pastoral, Bapak Yosef M.L. Hello.
Selain menggunakan aplikasi zoom meeting, peserta kursus juga memanfaatkan WAGrup dan Google Classroom. Para peserta dibimbing oleh narasumber untuk memaparkan data statistik keuskupannya dan menyusun sebuah policy brief pada akhir kegiatan. Setiap peserta mendapat sertifikat yang ditandatangani bersama oleh Kepala Dokpen KWI dan Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Unika Atma Jaya Jakarta. Workshop berlangsung dari tanggal 10 hingga 24 Februari 2021 *** YH
Workshop Policy Brief via Zoom Meeting,24/2-2021
Diedit oleh Yosef M.L. Hello (Admin)
