
Keuskupatanatambua.org – Dekenat Mena, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr ketika memberi rekoleksi dalam rangka Rekoleksi Kategorial Adventus 2023, mengajak Umat Dekenat Mena untuk multiproduktif atau produktif dalam berbagai bidang, mulai dari bidang kehidupan biologi, teologis, sosio-pastoral dan sosio-politik.
Rekoleksi kategorial ini mencakup para Pastor, Suster, Frater, DPD, DPP/DKP, para Kepala Desa, Kepala Sekolah, Politisi, Kelompok-Kelompok Kategorial Rohani se-Dekenat Mena, Keuskupan Atambua, Selasa, 12/12/2023.

Deken Dekenat Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr sebagai Tuan Rumah, menyapa kedatangan Bapak Uskup dan semua Peserta Rekoleksi Kategorial, hari ini. Seraya gembira karena kunjungan hari ini, Dirinya sebagai Deken, berharap umat Dekenat Mena dapat memetik hikmah dan pencerahan dari materi, renungan dan dalam dialog yang disampaikan Bapak Uskup dan bersama Bapak Uskup.

Banyak hal yang disentil Bapak Uskup. Bapak Uskup mulai dengan Tema Umum Rekoleksi Adventus 2023 ; hari Natal; Terpujilah Tuhan Karena Segala Ciptaan-Nya . Tema ini menandai refleksi Bapak Suci Paus Fransiskus dalam Surat Apostolik Laudate Deum , seri Dokumen Gerejawi No. 137, yang ditujukan kepada semua orang uang berkehendak baik tentang Krisis Iklim.

Bertolak dari Tema Umum Adventus dan Refleksi Bapa Suci dalam Surat Apostolik Laudate Deum , Bapak Uskup Atambua, memberi tema Rekoleksi Kategorial ; Memuji Allah melalui Hidup yang Bertumbuh, Berkembang dan Berbuah. Refleksi Bapak Uskup tentang kehidupan ini, dimulai dari teks Penciptaan, yang menandai semangat hidup berbuah hingga kisah tentang Pohon Ara yang tidak berbuah, yang menandai tentang iman yang tidak produktif.
Menurut Bapak Uskup, sebagaimana bumi ini memberi kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan, demikianlah, kita sebagai ciptaan bertindak.
Bapak Uskup menegaskan bahwa bumi ini mampu memenuhi kebutuhan semua manusia. Yang tidak disanggupi oleh bumi adalah memenuhi keinginan manusia yang rakus. Tentang kerakusan yang bercokol dalam hubungan sosial manusia, Bapak Uskup mengangkat perihal konspirasi kepentingan antar para penguasa baik pemerintah, agama, masyarakat maupun adat. Menurut Bapak Uskup, selain kekuasaan dan akses yang dimiliki, perlu dibarengi secara seimbang antara agama dan ilmu.
Bapak Uskup menegaskan bahwasannya; ilmu tanpa agama ialah buta dan agama tanpa ilmu, ditegaskan sebagai membabi-buta.
Selanjutnya, dalam sesi dialog, Bapak Uskup Atambua memberikan pandangan dan pencerahan tentang politik, pendidikan dan kehidupan berkeluarga.
Bapak Uskup menegaskan bahwa sampai saat ini, Prinsip Politik Gereja jelas, yakni 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia. Maka Bapak Uskup menegaskan suara kenabiannya tentang kecerdasaran dalam memilih, yang berdasarkan akal budi, hati nurani dan diterangi oleh Roh Kudus.
Sementara tentang Sakramen Perkawinan, Bapak Uskup menegaskan bahwa ke depannya, kursus pernikahan akan berlangsung selama enam bulan. Anulasi perkawinan pun pertama akan dilakukan melalui rekonsolisiasi, pertobatan mendalam antara kedua belah pihak di Paroki-Paroki. Mereka yang keras kepala, hati membatu, dan tidak mau terbuka kepada rahmat pertobatan, merekalah yang akan menempuh anulasi perkawinan.
Rekoleksi diakhiri dengan Pengakuan Dosa. Sebelumnya diawali dengan Ibadat Tobat, yang dipimpin oleh Frater Obet Sila.
Sebagai informasi, hari ini merupakan rekoleksi hari pertama. Hari kedua, akan berlangsung, besok, 13/12/2023 bersama para pelajar perwakilan dari Sekolah-Sekolah se-Dekenat Mena.
Laporan RD. Yudel Neno
