
Seon, KeuskupanAtambua.org – Dalam semangat syukur dan pelayanan, Pengurus dan Anggota Credit Union (CU) Kasih Sejahtera Kantor Cabang Pelayanan (KCP) Seon merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 CU Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua melalui Misa Syukur yang berlangsung di Gereja Paroki Kristus Raja Seon, Senin, 9 Juni 2025. Misa dipimpin oleh Rm. Jefri Ndun, Pr selaku selebran utama, dan dikonselebari oleh Rm. Aloysius Kosat, Rm. Erlando Afoan, serta Rm. Tedy Thaal.

Dalam kata pengantar misa, Rm. Jefri menggarisbawahi bahwa perayaan yang sementara berlangsung bertepatan dengan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Ia menjelaskan bahwa meskipun gelar Maria sebagai Bunda Gereja telah lama dikenal, peringatannya secara resmi ditetapkan oleh mendiang Paus Fransiskus pada tahun 2018.

Rm. Jefri merefleksikan bahwa Maria adalah anugerah dari salib dan buah Roh Kudus bagi Gereja. Ia mengajak seluruh umat, khususnya pengurus dan anggota CU, untuk meneladani iman Maria serta menjadikannya sebagai pelindung dalam pelayanan kesejahteraan.

“CU Kasih Sejahtera harus menerjemahkan misteri inkarnasi dalam pelayanannya; dengan menghadirkan kesejahteraan yang berakar pada kasih dan solidaritas kristiani. CU harus menjadi rahim Maria yang menghadirkan Allah dan membagikannya kepada semua,” tegasnya.

Dalam khotbahnya, Rm. Erlando Afoan menekankan makna teologis penyerahan Yesus kepada Bunda Maria. Ia menolak pandangan bahwa Maria hanya sekadar penjaga umat, melainkan sungguh ibu kandung rohani yang diberikan Yesus bagi umat beriman. “Mencintai Bunda Maria adalah bukti iman sejati kepada Yesus. Terpisah dari Maria berarti menjauh dari Puteranya. Maka, cintailah Bunda Maria dan mintalah pertolongannya,” ujar Rm. Lando.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rm. Aloysius Kosat menyampaikan selamat atas usia pelayanan CU yang ke-18, serta menitipkan sejumlah pesan penting bagi keberlanjutan lembaga CUKS. Ia menekankan pentingnya ketertiban dalam waktu, administrasi, dan etos kerja bagi para pengurus dan pengelola.

Menurutnya, kemajuan atau kemunduran CU sangat tergantung pada integritas dan kerja sama seluruh unsur yang ada. “Harus bekerja bersama dan sama-sama bekerja,” tegas mantan Pastor Paroki St. Theresia Kefamenanu ini.

Kepada para anggota, Rm. Alo berpesan agar tetap setia pada lembaga CU dan menghidupi solidaritas kristiani. “Jangan bermain dua kaki. Sekali CU, tetap CU. Yang mampu bantu yang kekurangan. Tertib meminjam, tertib melunasi. Itu wujud solidaritas,” pungkasnya.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Pastoran Paroki Kristus Raja. Kegiatan dibuka dengan sesi foto bersama dan pembacaan surat dari Ketua Pengurus CU Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua yang berisi informasi rangkaian kegiatan HUT ke-18.

Selain Misa Syukur, CU juga mengadakan aksi donor darah, kerja bakti dan bakti sosial di tiga kabupaten: Malaka, Belu, dan Timor Tengah Utara. Seluruh rangkaian ditutup dengan potong tumpeng, santap siang bersama, serta rekreasi penuh keakraban.
Oleh: Andi Berek | Editor: Rm. Yudel Neno, Pr
