
Eban, KeuskupanAtambua.org – Paroki Eban menggelar kegiatan Animasi Pendidikan Nilai dan Moral bagi Orang Muda Katolik (OMK) pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Paroki Eban. Kegiatan ini merupakan agenda terjadwal dalam Kalender Keuskupan Atambua, yang sebelumnya telah dikonfirmasi kesiapannya oleh Pastor Paroki Eban, Rm. Ignas Kabosu, Pr. Kegiatan ini diinisiasikan oleh Paroki Eban dengan melibatkan Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua dan Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua, serta diikuti oleh 60 orang OMK Paroki Eban.

Dalam sambutan pembukaannya, Rm. Ignas Kabosu, Pr menyampaikan terima kasih kepada kedua komisi keuskupan dan para pemateri. Ia menegaskan bahwa sebagai Pastor Paroki bersama OMK ia merasa bergembira dan bersyukur atas terselenggaranya animasi ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari misi Keuskupan Atambua di bidang pendidikan. Ia berharap agar materi yang dibawakan dapat dilanjutkan secara konsisten hingga ke tingkat stasi, lingkungan, KUB, bahkan keluarga-keluarga. “Media sosial tidak bisa ditolak, tetapi kitalah yang harus membatasi diri. Jangan sampai kita membiarkan diri terjebak dalam toleransi yang salah yang membuat kita meledak oleh ledakan informasi. Karena itu kita harus cermat, bijak, dan konsisten,” pesannya.

Kegiatan menghadirkan tiga pemateri. Oktofianus Klau, S.Fil (Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua) membawakan materi tentang Nilai dan Moral Kaum Muda. Ia menekankan pentingnya iman, cinta kasih, dan solidaritas sebagai dasar bagi tindakan moral. Menurutnya, OMK harus berani menunjukkan tindakan nyata dari imannya kepada Kristus, sekaligus menghadapi problem-problem moral yang kerap melibatkan OMK sebagai pelaku maupun korban. Dari problem tersebut, kaum muda didorong untuk membina semangat solidaritas agar dapat saling belajar dan berbagi.

Pemateri kedua, Rm. Yudel Neno, Pr (Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua), berbicara tentang Kecerdasan Kaum Muda Bermedsos. Romo Yudel menyinggung berbagai fakta negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, fakenews, penipuan, fitnah, berita palsu, pornoaksi, pornografi, pencemaran nama baik, hingga pornoverbal. Ia mengajak OMK untuk bersikap cerdas dan bijak dengan melakukan analisis, check, recheck, crosscheck, evaluasi, distribusi, partisipasi, dan akhirnya berkolaborasi.

Semua itu demi menjaga integritas informasi dan publikasi. Ia menegaskan bahwa zaman sekarang lebih mengutamakan viralitas daripada kebenaran, popularitas daripada substansi, sensasi daripada etika, serta algoritma daripada logika. “For You Page lebih penting daripada Sabda, click lebih penting daripada pertimbangan, like lebih penting daripada solidaritas, share lebih penting daripada seleksi, comment lebih pentingkan emosional negatif daripada kebenaran,” tandasnya. Dari kenyataan ini, ia mendorong OMK untuk giat memproduksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi demi meretas jebakan digital.

Sementara itu, Hironimus Joni Tulasi, SH (Anggota DPRD TTU) menyampaikan materi tentang Dampak Yuridis Pelanggaran dalam Publikasi Digital. Ia menguraikan berbagai bentuk pelanggaran digital seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, publikasi tanpa izin, berita bohong, maupun konten yang mendiskreditkan orang lain. Semua itu, katanya, diatur dengan pasal hukum beserta sanksi yuridisnya. Ia mengingatkan agar OMK memahami regulasi hukum dan melakukan pertimbangan matang sebelum melakukan publikasi di ruang digital.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif-dialogal dengan tanya jawab dan feedback antara peserta dan para pemateri.

Usai penyampaian materi, sejumlah OMK menyampaikan kesannya. Noviana Iku Lake, salah satu peserta, mengaku sangat berterima kasih karena mendapat motivasi untuk lebih bijak dan selektif sebelum melakukan share atau publikasi. Menurutnya, sikap teliti itu penting agar terhindar dari komentar negatif di ruang digital.

Senada dengan itu, Ketua OMK Paroki Eban, Antonius Tahoni, menyampaikan terima kasih kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua, serta Bapak Hironimus Joni Tulasi, SH. Ia menilai kegiatan ini sebagai momen refleksi yang penting bagi OMK untuk menemukan pilihan tepat dalam setiap tindakan.

Menutup kegiatan, Pastor Paroki Eban, Rm. Ignas Kabosu, Pr kembali menegaskan bahwa animasi ini sangat efektif dan tepat sasaran bagi OMK. Ia menyebut bahwa media sosial tidak boleh membatasi hidup kaum muda, melainkan OMK sendirilah yang harus membatasi diri dalam penggunaannya. Ia berharap agar materi yang sudah disampaikan benar-benar bermanfaat, menjadi komitmen bersama, dan terus dilanjutkan demi pendidikan iman dan moral kaum muda Katolik.
Tim Komsos Paroki Eban
Editor – Yudel Neno, Pr
