
Mena — KeuskupanAtambua.org – Staf Pusat Pastoral Keuskupan Atambua (Puspas KA) menggelar kegiatan rekoleksi menjelang Hari Raya Natal 2025. Rekoleksi ini berlangsung di Kapela Oebubun, Paroki Santa Filomena Mena, pada Senin, 22 Desember 2025, dan dipimpin oleh Pater Vincent Wun, SVD, Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Staf Kerja Puspas KA sebagai bagian dari penguatan rohani di penghujung tahun pelayanan.

Dalam pengantar rekoleksi, Pater Vincent Wun, SVD mengangkat spiritualitas seruan Yohanes Pembaptis dengan merujuk pada nubuat Nabi Yesaya: “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan.” Seruan ini dijadikan kerangka refleksi utama untuk menegaskan pentingnya persiapan diri secara rohani, personal, dan komunal dalam menyongsong Natal. Rekoleksi mengusung tema “Luruskanlah Jalan untuk Tuhan” dan dibawakan dalam bentuk renungan yang diperkaya dengan konferensi singkat.

Pater Vikjen juga menekankan nilai sinodalitas sebagai semangat kerja bersama dalam memajukan karya pastoral Keuskupan Atambua. Puspas dipandang sebagai dapur informasi pastoral yang menuntut kerja tim, komunikasi yang sehat, dan tanggung jawab bersama demi pelayanan Gereja yang lebih efektif dan menyentuh umat.

Dalam arahannya, Pater Vincent menyoroti sejumlah sikap konkret yang perlu dihidupi dalam dunia kerja pastoral, antara lain ketepatan waktu dan kedisiplinan sebagai wujud konsistensi pelayanan. Selain itu, ia menegaskan pentingnya kebersihan, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai ekspresi iman yang nyata. Sikap waspada dan hemat dalam menggunakan serta merawat fasilitas kerja juga ditekankan sebagai bagian dari antisipasi dan profesionalitas dalam pelayanan.

Lebih lanjut, Pater Vikjen mengajak para staf untuk menghayati identitas sebagai peziarah pengharapan yang misioner, dimulai dari lingkungan kerja sendiri. Sikap saling menyapa, membangun relasi yang sehat, serta kerendahan hati dipandang sebagai cara konkret menjadi misionaris di tengah dunia kerja. Menurutnya, kerendahan hati adalah kunci pertumbuhan pribadi dan jembatan bagi relasi yang bermakna.
Dalam konteks rohani, Pater Vincent menegaskan pentingnya sikap tobat. Ia menyatakan bahwa tobat adalah kata yang paling tepat untuk Tuhan Yesus, karena seluruh seruan Kitab Suci tentang pertobatan merupakan cara Kitab Suci menerjemahkan kehendak Yesus bagi manusia.
Pater Vikjen juga menyinggung Pesan Natal KWI yang menegaskan bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Keluarga dipahami sebagai tempat utama Allah melaksanakan karya keselamatan-Nya. Karena itu, keluarga perlu dibebaskan dari berbagai kungkungan persoalan, termasuk dampak hoaks, fake news, dan polarisasi yang kian marak, terutama di ruang digital. Para staf Puspas diajak untuk menjadi pembawa terang dan damai, dengan membantu umat menyaring informasi serta merawat persaudaraan di tengah tantangan komunikasi digital.
Rekoleksi ini turut diwarnai dengan sesi sharing, yang diarahkan secara khusus agar para peserta menyampaikan pengalaman nyata yang mereka temui dalam karya pastoral. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk saling belajar dan menimba inspirasi.
Hadir dalam kegiatan rekoleksi ini antara lain Bapak Yosef M. L. Hello, Romo Ceri Timo, Sr. Fridoline, Sr. Clarentin, Pak Yansen, Pak Okto Klau, Lius Mali, Ibu Yustin, Ibu Esen, Ari Hane, serta Yovin, sopir Pater Vikjen.
Kegiatan rekoleksi menjelang Natal ini menjadi momen penting untuk menimba spirit rohani di penghujung tahun kerja, sekaligus meneguhkan kembali komitmen pelayanan Staf Puspas KA dalam semangat iman, sinodalitas, dan misi Gereja.
Oleh Yudel Neno
