
MENA, 28 Februari 2026 – KeuskupanAtambua.org – Paroki Santa Filomena Mena menggelar kegiatan fokus pembekalan dan pelatihan misdinar yang berlangsung di Aula Dekenat Mena, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Emanuel Kiik Mau, Sekretaris Komisi Liturgi Keuskupan Atambua, bersama Okto Klau yang saat ini bertugas sebagai Sekretaris Komisi Pendidikan dan Komisi Kerawam Keuskupan Atambua. Keduanya hadir sebagai tim pembekalan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 182 orang dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Paroki Mena.

Dalam sapaan pembuka, Yudel Neno, Pr, mewakili Pastor Paroki menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan evaluasi pelayanan liturgi yang dinilai belum berjalan efektif dalam setiap perayaan Ekaristi. Ia menegaskan bahwa misdinar adalah pelayan misa yang secara khusus membantu imam, sehingga pelayanan tersebut harus dilaksanakan dengan pengetahuan yang benar dan sikap yang tepat.

Romo Yudel juga menggarisbawahi prinsip Lex Orandi, Lex Credendi, Lex Vivendi—bahwa cara Gereja berdoa membentuk apa yang diimani dan selanjutnya diwujudkan dalam kesaksian hidup. Keseragaman gerak dalam liturgi, menurutnya, membahasakan iman yang sama. Ia juga menyampaikan bahwa Pastor Paroki, Yohanes Seran Nahak, Pr, tidak dapat hadir karena menjalankan tugas sebagai Deken di tempat lain.

Mengawali materinya, Romo Emanuel Kiik Mau melakukan prates dengan mengajukan pertanyaan seputar pemahaman peserta tentang misdinar. Ia menjelaskan bahwa misdinar adalah asisten misa, yang sebelumnya dikenal sebagai ajuda dan Putera-Puteri Altar (PPA). Ia menekankan karakter dasar seorang asisten misa dengan istilah CTB—Cepat, Tepat dan Benar, serta menghindari MBB—Muka Bingung dan Bodoh. Ia juga memperkenalkan Santo Tarsisius sebagai pelindung para misdinar, yang dikenal sebagai teladan kesetiaan dalam menjaga Ekaristi.

Dalam pemaparannya, Romo Emanuel menyebutkan syarat-syarat menjadi misdinar, antara lain: sudah dibaptis, menerima Komuni Pertama, maksimal berusia 21 tahun, tidak ada unsur paksaan, rajin dan setia, mengetahui prosedur dan perlengkapan Ekaristi, belum menikah, serta memiliki jiwa pengabdian tanpa pamrih. Ia menegaskan bahwa tugas misdinar terbagi dalam tiga tahap: sebelum misa, selama misa, dan sesudah misa.

Materi berikutnya dibawakan oleh Bapak Okto Klau yang menekankan perwujudan sikap liturgi dalam perayaan Ekaristi, termasuk pemahaman tentang busana dan warna liturgi, perlengkapan misa, serta sikap praktis liturgis yang benar.

Peserta yang hadir berasal dari sembilan sekolah dengan rincian sebagai berikut: SDK In Ane sebanyak 21 siswa; SDN Nino sebanyak 13 siswa; SDN Mena sebanyak 21 siswa; SMPN Bisel sebanyak 28 siswa; SMPN Satap Oesoko sebanyak 21 siswa; SMPN Satap Heut’utan sebanyak 13 siswa; SMPN Unina sebanyak 13 siswa; SMAK Mena sebanyak 21 siswa; dan SMAN Pantura sebanyak 31 siswa. Seluruh peserta didampingi oleh para guru pendamping dari masing-masing sekolah.

Sebagai pendalaman materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktis melalui pembagian tiga kelompok perwakilan jenjang SD, SMP, dan SMA. Proses pelatihan dibimbing langsung oleh Romo Emanuel Kiik Mau dan Bapak Okto Klau, yang kemudian diakhiri dengan gladi bersama sebagai persiapan pengukuhan pada perayaan Ekaristi keesokan harinya.

Pasca latihan praktis liturgis, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan badan pengurus misdinar Paroki Santa Filomena Mena. Proses pemilihan berlangsung secara aklamatif dan dipandu oleh Lukas Usboko selaku Ketua DPP I Paroki Santa Filomena Mena bersama Yos Hareva, Ketua Seksi Liturgi Paroki Mena.

Adapun susunan badan pengurus inti yang terpilih adalah sebagai berikut: Ketua: Filemon Umadato – Kelas XI SMAN Pantura, Wakil Ketua: Silferia Uskenat – Kelas XI SMAK Santa Filomena Mena, Sekretaris: Arnoldus Teme – Kelas XI SMAK Santa Filomena Mena dan Bendahara: Kristina Humoen – Kelas XI SMAN Pantura

Setelah badan pengurus inti terpilih, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan seksi-seksi untuk mendukung kelancaran pelayanan misdinar, sebagai bagian dari penataan organisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di tingkat paroki.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPP Paroki Santa Filomena Mena, Bapak Lukas Usboko; Ketua Seksi Liturgi, Bapak Yos Hareva; serta Sekretaris Paroki, Bapak Ota Tulasi.

Rangkaian pembekalan dan pelatihan ini akan ditutup dengan pengukuhan para misdinar dalam perayaan Ekaristi pada Minggu (1/3/2026) yang akan dipimpin oleh Pastor Paroki, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr.
Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan, menandakan semangat generasi muda Paroki Mena untuk bertumbuh dalam pelayanan liturgi yang lebih tertib, seragam, dan bermakna.
Penulis: Rm. Yudel Neno
