
Mena, 17 November 2025 – KeuskupanAtambua.org – Seluruh paroki se-Dekenat Mena melaksanakan Evaluasi dan Perencanaan Kegiatan (EVAPERCA) tingkat dekenat di Pendopo Pastoran Dekenat Mena, Senin (17/11/2025). Untuk diketahui, di Dekenat Mena ada 10 Paroki yakni Paroki Mena-Wini-Bakitolas-Fafinesu-Manufui-Lurasik-Manumean-Fatuoni-Ponu dan Mena. Kegiatan ini dihadiri oleh para pastor, termasuk Deken Dekenat Mena Rm. John Seran Nahak, Pr dan utusan dari masing-masing paroki, dengan total peserta dari 10 paroki hadir lengkap. Rincian peserta yang hadir ialah Manumean 1 orang, Manufui 3 orang, Fafinesu 5 orang, Bakitolas 7 orang, Manamas 2 orang, Wini 4 orang, Ponu 7 orang, Fatuoni 3 orang, Mena 6 orang, dan Lurasik 2 orang. Total peserta yang hadir berjumlah 40 orang.

Khusus kehadiran para Pastor dalam EVAPERCA, dirincikan sebagai berikut : Romo John Seran Nahak, Pr – Pastor Paroki Mena sekaligus Deken Dekenat Mena, Rm. Yudel Neno, Pr dan Rm. Dius Nahas, Pr, Rm. Yoris Giri, Pr – Pastor Paroki Wini, Rm Delvi Asa, Pr – Pastor Paroki Bakitolas, Romo Yansen Faentaono, Pr – Pastor Paroki Manamas, Romo Beatus Salu, Pr – Pastor Paroki Fafinesu dan Rm. Gusty Nesi, Pr– Pastor Pembantu Fafinesu, Romo John Paul Naben, Pr – Pastor Paroki Ponu dan Pater Kris Ibu, SVD – Pastor Pembantu Paroki Ponu, Romo Vence Bria, Pr – Pastor Pembantu Paroki Manumean, Rm. Dalsi Saunoah, Pr – Pastor Pembantu Paroki Lurasik dan Rm. Alfons Leki, Pr – Pastor Paroki Manufui.

EVAPERCA menjadi momen penting untuk menilai keberhasilan program pastoral tahun 2025 sekaligus menyusun strategi kegiatan tahun 2026 menjelang EVAPERCA tingkat keuskupan.

Acara dibuka oleh Master of Ceremony ; Bapak Lukas Usboko dan diawali dengan lagu Vos Amici, dilanjutkan dengan penyampaian visi, misi, strategi, serta slogan dekenat.

Dalam arahan pembukaannya, Deken Rm. John Seran Nahak, Pr menyampaikan bahwa evaluasi seharusnya dilakukan pada tanggal 14 Desember, namun beberapa pastor berhalangan karena tugas. “Kegiatan hari ini menjadi kesempatan berharga untuk menilai program yang terlaksana maupun yang belum, sekaligus merencanakan kerja pastoral ke depan,” ujarnya.

Tim Puspas yang diwakili Bapak Yos Hello, Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, menyampaikan tema EVAPERCA 2025, yaitu “Sinodalitas dan Peziarah Pengharapan”, serta mengutip pernyataan Ratan Tata: “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri; jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama.” Bapak Yos juga menekankan pentingnya membangun komitmen baru untuk quinquineal ke-IV Uskup, meningkatkan profesionalisme pastoral, dan menggunakan format evaluasi berbasis lima indikator: input, proses, output, outcome, dan impact.

Laporan dari paroki-paroki menunjukkan keberhasilan dan tantangan yang beragam. Paroki Manumean melaporkan tiga program fokus, di mana dua terlaksana dan satu tidak. Paroki Manufui berhasil melaksanakan satu program fokus, yakni pelatihan memimpin ibadat tanpa imam. Paroki Fafinesu memiliki empat kegiatan, termasuk satu program relevan; dua terlaksana dan dua tidak. Paroki Bakitolas mencatat lima program fokus, dengan tiga terlaksana dan dua tidak. Paroki Manamas berhasil melaksanakan dua program fokus. Paroki Wini memiliki dua kegiatan fokus, satu terlaksana pada tanggal 24 November dan satu tidak terlaksana. Paroki Lurasik melaporkan tiga program fokus, dengan dua terlaksana dan satu tidak. Paroki Fatuoni memiliki empat program fokus dan satu relevan, dengan satu program fokus tidak terlaksana. Paroki Ponu melaksanakan tiga program fokus semuanya berhasil, sedangkan Paroki Mena dari tiga program fokus hanya satu yang terlaksana. Secara keseluruhan, dari 31 program yang dievaluasi, 21 terlaksana, 10 tidak terlaksana, dan dua program bersifat relevan.

Untuk tahun 2026, paroki-paroki se-Dekenat Mena telah merencanakan berbagai program fokus dengan perhatian khusus pada bidang ekonomi, keluarga, dan pendidikan. Jumlahnya mencapai 27 Program Fokus dan satu program relevan, minus Paroki Lurasik karena belum dimasukkan. Paroki Manumean menyiapkan tiga program fokus, Manufui tiga program fokus, Fafinesu tiga program fokus, Bakitolas empat program fokus, Manamas dua program fokus, Wini tiga program fokus, Ponu empat program (tiga fokus dan satu relevan), Fatuoni tiga program fokus, dan Mena tiga program fokus. Perencanaan Paroki Lurasik akan dikirim kemudian.

Program Dekenat Mena tahun 2026 mencakup Program Relevan, yaitu Prosesi Hati Kudus Yesus Dekenat, dan Program Fokus, berupa animasi dan pencerahan kepada umat tentang bisnis dan literasi keuangan kolektif. Program ini bertujuan membantu umat menghindari pinjaman dan praktik rentenir melalui gerakan akar rumput.

EVAPERCA tingkat Dekenat Mena diharapkan menjadi acuan strategis dalam pelaksanaan EVAPERCA keuskupan dan meningkatkan sinergi antar-paroki, mendukung visi pastoral Uskup dalam quinquineal ke-IV, serta memperkuat komitmen pastoral profesional di seluruh Dekenat Mena.
