
Mena, 1 Maret 2026 – KeuskupanAtambua.org – Pastor Paroki Paroki Santa Filomena Mena, Yohanes Seran Nahak, Pr, mengukuhkan anak-anak menjadi misdinar dalam perayaan Ekaristi yang dipimpinnya secara langsung. Pengukuhan tersebut dilaksanakan sesudah homili, sebagai tanda perutusan resmi Gereja kepada para pelayan altar yang telah dipersiapkan.

Pengukuhan ini merupakan puncak dari rangkaian pembekalan dan pelatihan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan pembekalan tersebut menghadirkan Romo Emanuel Kiik Mau, Pr – Sekretaris Komisi Liturgi Keuskupan Atambua, bersama Pak Okto Klau dari Tim Puspas yang hadir mendampingi Romo Eman. Dalam sesi pelatihan itu, para peserta dibekali dengan pemahaman mengenai makna pelayanan misdinar sebagai asisten imam dalam perayaan Ekaristi, sekaligus pendalaman praktik liturgi yang benar dan tertib.

Dalam perayaan pengukuhan yang dihadiri banyak umat, suasana tampak khidmat dan penuh sukacita. Para misdinar yang dikukuhkan merupakan utusan dari berbagai sekolah di wilayah Paroki Mena, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kehadiran mereka mencerminkan semangat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam pelayanan liturgi.

Pada kesempatan yang sama, turut dikukuhkan secara khusus badan pengurus inti misdinar Paroki Mena yakni Ketua: Filemon Umadato – Kelas XI SMAN Pantura, Wakil Ketua: Silferia Uskenat – Kelas XI SMAK Santa Filomena Mena, Sekretaris: Arnoldus Teme – Kelas XI SMAK Santa Filomena Mena dan Bendahara: Kristina Humoen – Kelas XI SMAN Pantura, bersama para koordinator stasi dan para pengurus seksi untuk mengoordinasikan pelayanan misdinar di seluruh wilayah paroki.
Di penghujung perayaan Ekaristi, Pastor Paroki berpesan agar segala pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, baik secara teori maupun praktik, sungguh dijalankan dalam tugas pelayanan selanjutnya. Ia berharap, melalui pembekalan dan pelatihan yang telah diterima, para misdinar semakin bertumbuh menjadi pelayan altar yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar tugas liturgis, kesempatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk belajar memimpin, belajar berkoordinasi, serta belajar menghimpun rekan-rekan dalam melaksanakan tugas yang mulia di altar Tuhan.
Ditulis oleh: Romo Yudel Neno, Pr
