
Emaus, 14 April 2026 — KeuskupanAtambua.org – Peserta Diklat Kesekretariatan kembali bersemangat lewat sesi ice breaking yang dihadirkan pada sesi siang dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kesekretariatan bagi para Sekretaris Paroki se-Keuskupan Atambua di Emaus, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi strategi penting untuk mengatasi kejenuhan peserta setelah mengikuti rangkaian materi sejak pagi hari. Melalui aktivitas ringan, interaktif, dan menyenangkan, panitia serta pemateri membantu memulihkan fokus, energi, dan semangat peserta. Suasana yang semula cenderung lesu pun berubah menjadi lebih hidup karena peserta diajak bergerak, tertawa, dan saling berinteraksi. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga keterlibatan peserta dalam keseluruhan jalannya pelatihan.
Sesi siang kerap menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kegiatan pelatihan. Setelah mengikuti materi sejak pagi hari, kondisi fisik peserta biasanya mulai menurun, perhatian melemah, dan semangat perlahan menyusut. Dalam konteks itulah, ice breaking tidak sekadar tampil sebagai selingan, melainkan menjadi bagian penting dari strategi pembelajaran. Kehadirannya membantu peserta kembali segar, baik secara fisik maupun mental, agar tetap siap menerima materi berikutnya.
Di Emaus, suasana itu tampak jelas terasa. Para peserta yang sebelumnya mulai terlihat lelah perlahan kembali bersemangat ketika sesi ice breaking dimulai. Aktivitas-aktivitas sederhana yang dirancang secara komunikatif mampu membangkitkan energi bersama. Tawa, gerak tubuh, dan interaksi spontan antarpeserta menciptakan suasana yang cair dan hangat di tengah agenda pelatihan yang cukup padat.
Lebih dari sekadar mencairkan suasana, sesi ini juga memperlihatkan pentingnya pendekatan manusiawi dalam sebuah kegiatan pendidikan dan pelatihan. Para peserta yang berasal dari berbagai paroki tidak hanya diajak untuk kembali fokus, tetapi juga untuk membangun kedekatan satu sama lain. Kebersamaan yang tumbuh lewat momen singkat itu menjadi modal sosial yang penting dalam membangun semangat sinodalitas dan kerja sama antarsekretaris paroki.
Kehadiran ice breaking pada sesi siang sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya ditentukan oleh bobot materi, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara membaca ritme peserta. Ketika kejenuhan direspons dengan metode yang tepat, proses belajar tidak terasa kaku atau membebani. Sebaliknya, peserta dapat kembali terlibat secara aktif dan menikmati jalannya kegiatan hingga akhir.
Dengan demikian, sesi ice breaking dalam Diklat Kesekretariatan di Emaus pada 14 April 2026 menjadi bukti bahwa strategi sederhana dapat memberi dampak besar bagi dinamika sebuah pelatihan. Di tengah kelelahan sesi siang, kegiatan ini berhasil menyegarkan suasana, menghidupkan kembali antusiasme, dan mempererat kebersamaan para peserta. Semangat yang dipulihkan melalui momen itu menjadi penopang penting bagi kelangsungan pelatihan yang efektif, partisipatif, dan berdaya guna.
Penulis: Joao Baptista Soares – Paroki Atapupu
Editor: Yudel Neno, Pr.
