
Ponu, KeuskupanAtambua.org – Ratusan Mahasiswa Universitas Citra Bangsa Kupang Live In di Paroki Bunda Allah Ponu sebagai wujud pengabdian masyarakat.

Kedatangan mereka disambut baik Pastor Paroki Ponu, Rm. John Paul Naben, Pr bersama DPP, DKP, seluruh Umat, plus Orang Tua Angkat.

Rm. John mengapresiasi para Mahasiswa yang datang bersama Dosen Pendamping. Lebih dari itu, Rm. John juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UCB, Prof. Frans Salesman. Tambah Rm. John, Dirinya mengapresiasi para Dosen Pendamping, Panitia dan seluruh Mahasiswa atas inisiasi kegiatan Live In seraya menambahkan apresiasi untuk kerja sama panitia kegiatan dengan Badan Pengurus KMK Mater Dei UCB Kupang.

Secara terpisah, Dosen Pendamping sekaligus Pembina Utama KMK Mater Dei, Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep,Ns.,M.Kep., menyampaikan bahwa mereka yang datang ini adalah Kelurga Mahasiswa Katolik (KMK) Mater Dei yang ada di UCB Kupang. Walaupun namanya KMK, tetapi ada juga Mahasiswa dari Protestan, Muslim dan Hindu yang ikut dalam kegiatan.

Pak Ady juga menambahkan kalau kegiatan ini bermateri ganda. Selain Live In, kegiatan ini juga merupakan wujud pengabdian masyarakat sebagaimana sesuai dengan salah satu amanat perguruan tinggi oleh Mahasiswa kepada Masyarakat. Wujud pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan pembagian sembako untuk KK Berkebutuhan khusus, penyuluhan tentang kesehatan, Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis.

Sebagai Pembina Utama, Pak Ady juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki Ponu, Rm. John Paul Naben, Pr bersama DPP, DKP, seluruh Umat dan para Orang Tua angkat atas penerimaan yang sangat bersahabat dan antusias. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan iman Katolik Mahasiswa dalam berbaur dengan masyarakat. Semoga para Mahasiswa dapat belajar dengan baik di tengah keluarga dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Paroki Bunda Allah Ponu, terhitung sejak Selasa, 26 Maret dan akan berlangsung hingga Selasa, 2 April 2024. Ada empat Dosen Pendamping, yakni Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep,Ns.,M.Kep., Yohanes Dion, S.Kep,Ns.,M.Kes., Petrus Kanisius Siga Tage,S.Kep,Ns.,M.Kep., dan Agnes M. Tay, S.Kep,Ns.
Peserta kegiatan dibagi tinggal di keluarga-keluarga. Di tengah kegiatan harian bersama keluarga, para Mahasiswa juga selenggarakan rekoleksi bersama. Mereka siap tanggung koor pada Hari Minggu Paskah di Pusat Paroki. Pada akhir kegiatan,ada malam ramah tamah, plus pentas seni bersama Umat Allah Paroki Ponu.

Secara terpisah pula, Ketua KMK Mater Dei UCB Kupang (periode 2023-2024), Yohana Kalistia Abon Matarau, menyampaikan, kalau kegiatan Live In ini merupakan salah satu agenda tetap KMK sejak awal berdiri. Dirinya mengharapkan; semoga dengan adanya kegiatan yang dilakukan ini, para Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar sebagai orang muda. Menurutnya, orang muda merupakan masa depan Gereja dan Bangsa. Untuk itu, diperlukan wawasan dan pengalaman memadai demi menjawabi tuntutan zaman. Sebagai Ketua KMK, Dirinya mendukung penuh kegiatan ini, sembari mengajak teman-temannya untuk menghayati semangat “Gabe ist Autgabe” sebagai tema Live In Paskah, tahun ini. Tema ini mengagungkan Anugerah yang diberikan Allah sebagai spirit utama dalam melayani dan berbagi dengan masyarakat sebagai ekspresi bermakna dari kasih.

Pernyataan apresiasi pun datang dari Ketua Panitia Kegiatan, Brito de Deus Monteiro. Selaku Ketua Panitia, Dirinya mengapresiasi Pihak Kampus dan Seluruh Umat Paroki Bunda Allah Ponu atas kesempatan bernas untuk belajar sebagai Mahasiswa.
Dirinya menambahkan, dalam kegiatan Live In ini, bahwasanya mereka datang untuk belajar dan berbagi. Semoga ilmu yang sudah diajarkan oleh para Dosen di Kampus, bermanfaat di tengah Masyarakat.
Brito juga menambahkan bahwa Mereka yang datang berjumlah 175 Orang, dengan rincian, sebagian besar Mahasiswa Katolik, menyusul Rekan-Rekan lain (Protestan, Muslim dan Hindu). Tambahnya lagi, untuk kegiatan hari ini (Rabu, 27 Maret 2024 , ada dua kegiatan yakni Rekoleksi yang dibimbing oleh Rm. Yudel Neno, Pr dan Bina Akrab bersama OMK Paroki Bunda Allah Ponu. Untuk itu, Dirinya bersama seluruh Peserta menyampaikan terima kasih atas kesediaan Rm. Yudel yang telah berbagi melalui rekoleksi.

Dalam Rekoleksi, Rm. Yudel mengangkat tema tentang Bunuh Diri, yang akhir-akhir ini, terjadi di mana-mana. Bertolak dari inspirasi Ajaran Katolik dalam Kitab Suci dan dalam Dokumen Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes tentang Sikap Hormat terhadap Martabat Manusia, Rm. Yudel mengajak para Mahasiswa untuk benar-benar merefleksikan tanggung jawab yang ditanamkan oleh Allah kepada masing-masing orang.
Bahwasannya, lanjut Rm. Yudel, Katekismus Gereja Katolik artikel 2280-2281 dan Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes artikel 27 jelas menempatkan pentingnya tanggung jawab sebagai sujud iman, yang terekspresi melalui tanggung jawab terhadap rahmat kehidupan yang telah diberikan Allah.
Menurut Rm. Yudel, hidup merupakan tanggung jawab terhadap Allah, karena itu tindakan bunuh diri merupakan pelanggaran terhadap keadilan Allah karena dengan melalui tindakan itu, si pelaku merampas hak Allah atas hidup yang telah diberikan kepadanya; dan tindakan itu tak berpengharapan karena menghilangkan Allah sebagai sumber pengharapan dalam hidupnnya ; serta tak berdimensi cinta kasih, karena oleh tindakan bunuh diri, si pelaku secara otomatis menolak dan menghilangkan cinta kasih Allah dalam hidupnya serta merusak relasinya dengan keluarga, sesama dan lingkungan sekitar.
Terlepas dari kegiatan ini, Rm. Yudel selaku Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua mengapresiasi OMK Paroki Bunda Allah Ponu atas partisipasi yang luar biasa; melancarkan urusan kegiatan Mahasiswa; sejak awal penerimaan seraya mendorong OMK agar menaruh hati pada spiritualitas partisipasi agar tuntas dan total bertanggung jawab hingga para Mahasiswa balik ke Kupang pada tanggal 2 April nanti.
Laporan :
Mahasiswa UCB dan OMK Paroki Ponu
Editor : Rm. Yudel Neno, Pr
