
Kefamenanu, KeuskupanAtambua.org – Dalam rangka menyongsong Perayaan 75 Tahun Seminari Menengah Santa Maria Imaculata Lalian yang akan diperingati pada bulan September 2025, para siswa Seminari Lalian akan menggelar sebuah kegiatan bertajuk Malam Kreasi pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 18.00 WITA di Panggung Dekenat Kefamenanu, bertempat di Paroki Santa Theresia Kefamenanu.
Berbagai bentuk kreativitas seni akan ditampilkan dalam malam tersebut, antara lain: dance, drama, band, ansambel, pantomim, komedi, orkestra, dan paduan suara. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya sebagai sarana hiburan rohani, tetapi juga sebagai bentuk penggalangan dana untuk mendukung perayaan akbar 75 tahun Seminari Lalian. Selain itu, malam kreasi ini juga menjadi ruang promosi panggilan di tengah umat, dengan menunjukkan bahwa para calon imam juga memiliki talenta seni yang luar biasa, dan bahwa Tuhan pun dimuliakan lewat bakat-bakat tersebut, sebagaimana halnya perumpamaan tentang talenta dalam Kitab Suci.

Praeses Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr menegaskan bahwa malam kreasi yang bakal digelar merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan menuju pesta syukur 75 tahun Lalian. Ia menyampaikan bahwa para siswa, bersama para romo dan pendamping, telah bekerja keras menyiapkan semua acara secara maksimal. Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh dari seluruh umat, baik dalam bentuk kehadiran, doa, maupun kontribusi lainnya. “Ini bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi tentang menyemai semangat panggilan di tengah umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Santa Theresia Kefamenanu yang juga adalah Deken Dekenat Kefa, Rm. Kanisius Oki, Pr, menyambut baik dan penuh antusias kedatangan para calon imam dari Seminari Lalian. Ia menjelaskan bahwa umat Paroki Sta. Theresia Kefa akan menerima para seminaris dengan tata cara adat Atoin Meto sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap tradisi. Para siswa seminari akan menginap secara terpusat di satu lokasi sesuai permintaan Seminari, dan kebutuhan konsumsi akan ditanggung oleh umat dari masing-masing lingkungan, berdasarkan pembagian dalam keputusan sidang Dewan Pastoral Paroki.
Lebih lanjut, Pastor Kanis menyampaikan bahwa pentas malam kreasi juga akan menjadi ajang pengumpulan dana secara sukarela dari para penonton. Paroki pun akan memberikan sumbangan khususnya untuk mendukung acara tersebut. Tak hanya itu, keesokan harinya, pada Minggu, 25 Mei 2025, Misa Kudus akan dimeriahkan oleh koor para siswa seminari. Paroki juga akan menyiarkan secara langsung baik kegiatan malam kreasi maupun perayaan Ekaristi melalui live streaming. “Semua ini bukan sekadar atraksi atau kegiatan penggalangan dana, tetapi lebih dari itu, merupakan gerakan konkret promosi panggilan. Semoga banyak anak muda tergerak dan termotivasi untuk mengikuti jejak para seminaris,” ujarnya.

Mendukung semangat yang sama, Asc. Prof. Gregor Neonbasu, SVD, Ph.D., selaku Ketua Umum Ikasemla dan juga Ketua Umum Panitia Pesta 75 Tahun Seminari Lalian, mengajak seluruh umat untuk hadir dan ambil bagian dalam acara yang dimaksud. “Saksikan kreativitas anak-anak Maria dalam berbagai bentuk seni: menyanyi, membaca puisi, drama, gaya remaja yang semuanya bermuara pada perayaan 8 September 2025. Malam Kreasi merupakan tradisi yang sangat prospektif, bersinergi dengan semangat rohani sepanjang bulan Mei,” ujarnya.
Dosen Unika ini juga menegaskan bahwa hiburan-hiburan kreatif yang akan ditampilkan hendaknya menjadi refleksi yang mendorong partisipasi umat di Kota Kefamenanu dan sekitarnya dalam menyukseskan Perayaan 75 Tahun Seminari Lalian. “Penampilan anak-anak Lalian pada 24 Mei adalah bentuk kesadaran baru: bahwa Lalian adalah milik semua umat Katolik Keuskupan Atambua. Mari, umat Kefa, terimalah anak-anak Lalian… dukunglah mereka demi masa depan Gereja kita,” pungkasnya dengan semangat.
Malam Kreasi yang bakal digelar pada Seminaris merupakan momentum sukacita, refleksi iman, dan solidaritas umat dalam mendukung perjalanan panjang pembinaan calon-calon imam, seraya membuka mata dan hati banyak orang untuk menanggapi panggilan Tuhan secara kreatif dan berani.
Oleh Rm. Yudel Neno, Pr
