
Efudini — KeuskupanAtambua.org – Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr memimpin Misa syukur ulang tahun imamat ke-34 bersama empat imam seangkatannya di Kapela Stasi Santo Markus Efudini, Paroki Santa Sesilia Kotafoun, Kabupaten Malaka, Selasa (29/9/2026). Melalui perayaan Ekaristi bersama umat, mereka mensyukuri rahmat panggilan dan perjalanan pelayanan selama 34 tahun.

Kelima imam yang merayakan ulang tahun imamat tersebut ialah Mgr. Dominikus Saku, Pr; Rm. Baltasar Seran, Pr; Rm. Yanuarius Seran, Pr; Rm. Donatus Tefa, Pr; dan Rm. Leonardus Nahas, Pr.

Misa dihadiri Wakil Bupati Malaka – Henry Simu, Ketua DPRD Kabupaten Malaka – Adrianus Bria Seran, para suster, serta umat setempat. Berdasarkan catatan kegiatan, kehadiran umat mencapai sekitar 90 persen dari keseluruhan umat Stasi Santo Markus Efudini.

Perayaan ini bertepatan dengan Pesta Santo Mikhael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung. Dalam pengantarnya, Uskup mengajak umat bersyukur atas karya Tuhan yang menyertai kehidupan para imam serta rahmat panggilan yang terus dianugerahkan kepada Gereja.
Uskup menghubungkan perayaan para malaikat agung dengan tugas pelayanan. Mikhael mengingatkan umat pada perjuangan melawan dosa dan kuasa setan, Gabriel pada pewartaan kabar gembira, serta Rafael pada pertolongan dan penyembuhan bagi mereka yang sakit.
Dalam homilinya, Uskup mengenang keakraban dengan rekan-rekan seangkatan dan cita-cita mereka untuk menjadi imam Tuhan. Ia menegaskan bahwa imamat merupakan pemberian diri bagi pelayanan yang menuntut kesetiaan sepanjang hidup.
Kesetiaan tersebut, menurutnya, terus diuji melalui pengorbanan dan berbagai tantangan. Kedekatan dengan Tuhan menjadi sumber kekuatan untuk menjalankan tugas rasuli dan pelayanan sakramen-sakramen.
Wakil Bupati Malaka, dalam sambutannya, menyampaikan proficiat atas nama pemerintah kabupaten dan seluruh masyarakat Malaka. Ia mengapresiasi pengabdian para imam yang telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, pembangunan manusia yang memiliki iman, karakter, dan moral perlu berjalan bersama pembangunan infrastruktur. Karena itu, kemitraan pemerintah dan Gereja diharapkan terus dipelihara untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Dalam rangkaian sambutan Ketua Panitia Rintus Kali dan Ketua Stasi Edy Kali, umat juga menyampaikan permohonan agar Stasi Santo Markus Efudini ditingkatkan statusnya menjadi paroki. Stasi yang telah berdiri selama 31 tahun itu meliputi empat desa, tujuh lingkungan, dan 36 komunitas umat basis atau KUB.
Menanggapi harapan tersebut, Uskup mengatakan bahwa permohonan umat menjadi bahan pertimbangan, mengingat wilayah Paroki Santa Sesilia Kotafoun masih besar dan luas.
Uskup juga mengajak umat memperhatikan kehidupan keluarga, pendidikan, persaudaraan, dan kelestarian lingkungan. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perkembangan stasi dan penyelenggaraan perayaan, seraya mengajak masyarakat menjaga perdamaian serta mendukung pemerintah dalam melayani rakyat.
oleh Yudel Neno
