Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
  • Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
  • Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
  • Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
  • Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
  • 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
  • Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
  • Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Narasi dan Catatan Kritis tentang Dialog di Bawah Stand Paroki Mena
Berita Keuskupan Atambua

Narasi dan Catatan Kritis tentang Dialog di Bawah Stand Paroki Mena

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 20, 2023Updated:September 20, 2023No Comments17 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kali ini santai. Di Stand Paroki Mena dalam ajang Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua, terjadi diskusi pandangan tanpa adanya rencana sebelumnya.

Mampir di Stand Paroki Mena; Rm. Yanuarius Seran, Pr, salah satu narasumber dalam Muspas ke-IX Keuskupan Atambua. Hadir Rm. Eman Siki, Rm. Yavet Makus, Rm. Yudel Neno, Rm. Nus Humoen, Rm. Djanu Mau Kura, Rm. Dius Nahas, Rm. John Paul Naben, Rm. Gabriel Bouk dan Bapak Lukas Usboko (Ketua DPP Paroki Mena).

Diskusi berlangsung hangat. Ide lancar terungkap. Tanya-jawab, pernyataan dan komitmen sedang berlangsung. Semuanya tentang Dialog, Toleransi dan bagaimana upaya menjelaskan dan mengatasinya.

Saya menarasikan kisah diskusi secara santai….he….he…he….tidak kaku-kaku amat.

Diskusi mulanya dibuka oleh Rm. Yan Seran tentang dialog dan toleransi. Menurut Rm. Yan, toleransi berarti mengakui bahwa kita berbeda. Kita boleh fanatik dalam memberi tetapi tidak berarti harus menolak orang lain.

Orang boleh fanatik tetapi dia tidak boleh mengatakan bahwa orang lain salah. Sementara tentang dialog, Rm. Yan mengatakan dialog bukan untuk saling berdebat tetapi saling mendengarkan. Semangat saling mendengarkan merupakan kunci bagi dialog multikultural. Semangat mendengarkan seraya mengakui perbedaan, itulah toleransi.

Di satu sisi, Rm. Eman Siki, Pr menukik dalam tentang pentingnya sikap militan dalam beriman. Menurutnya, sikap militan bahkan fanatik juga perlu dipupuk dan dimiliki agar tidak kehilangan identitas, tetapi dapat mempertahankan identitas di dalam membangun dialog. Sebagai komitmen ilmu, Rm. Yan yang studi tentang dialog agama menegaskan bahwa fanatik tidak berarti menyalahkan mereka yang lain keyakinan. Lantas Rm. Eman mengatakan, militansi iman merupakan sikap bijak karena menunjukkan aspek konstitusional tentang kebebasan beragama sebagai pemenuhan atas hak asasi manusia.

Diskusi menarik ingin. Saking manisnya, tak terasa telah lama. Rm. Yavet melontarkan pertanyaan kritis. Apakah benar bahwa toleransi mematikan aspek kritis? Tak lama, Rm. Yan sambar kritis. Toleransi bisa dilihat dari dua sisi yakni sisi negatif dan sisi positif. Sisi negatif dari toleransi berujung pada sikap ekstrimisme. Sisi positifnya ialah kita tetap dan bertahan dalam iman tetapi tidak boleh dan tidak harus menyalahkan mereka yang berkeyakinan lain.

Diskusi berlanjut dan memang terkesan terjadi lompatan dalam diskusi. Rm. Yudel Neno dengan mempedomani pendapat Karen Armstrong dalam bukunya Sejarah Tuhan, menyampaikan catatan kritis tentang dampak negatif doktrinasi masa kecil. Rm. Yudel mengatakan, doktrinasi tentang Tuhan masa kecil menempatkan Tuhan seolah-olah terlalu jauh dan telah lama meninggalkan kita. Akibatnya, sikap ekslusif kuat tertanam dan bertahan tak tergoyahkan karena lamanya menetap.

Lantas Rm. Yan Seran mengatakan doktrinasi semacam itu, secara de facto tak dapat terpungkiri. Tetapi tidak berarti tidak dapat diberi pencerahan. Sejauh penjelasan tentang paham ketuhanan tidak bersifat ekstrimis dan radikalis, doktrinasi semacam itu, sebetulnya dapat teratasi.

Menyambung tentang doktrin, Rm. Nus Humoen memberi catatan khas tentang doktrin dan dogma. Menurutnya ada perbedaan antara doktrin dan dogma. Perbedaannya ada pada sifat mengikatnya. Bedanya ada pada dogma yang bersifat mengikat sementara doktrin tidak. Hal ini dikatakan sebagai pintu pencerah.

Selepas distingsi itu, Bapak Lukas Usboko menekankan tentang pentingnya dialog kehidupan untuk mengurangi sikap ekstremisme. Menurut Bapak Lukas, cara berpikir boleh kritis dan sistematis tetapi tidak harus kaku dalam perilaku. Sikap kaku, menjadi pilihan yang tidak bercorak profit dalam budaya multikural.

Pada akhirnya, diskusi ini berakhir pada bersambung. Ini menjadi tugas lanjutan dalam momen diskusi berikutnya. Tuhan melayani.

Oleh Rm. Yudel Neno, Pr, Pendeta Pembantu Paroki Santa Filomena Mena

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi

April 25, 2026

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti

April 18, 2026

Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan

April 16, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026

62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah

April 27, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?