Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Narasi dan Catatan Kritis tentang Dialog di Bawah Stand Paroki Mena
Berita Keuskupan Atambua

Narasi dan Catatan Kritis tentang Dialog di Bawah Stand Paroki Mena

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 20, 2023Updated:September 20, 2023No Comments27 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kali ini santai. Di Stand Paroki Mena dalam ajang Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua, terjadi diskusi pandangan tanpa adanya rencana sebelumnya.

Mampir di Stand Paroki Mena; Rm. Yanuarius Seran, Pr, salah satu narasumber dalam Muspas ke-IX Keuskupan Atambua. Hadir Rm. Eman Siki, Rm. Yavet Makus, Rm. Yudel Neno, Rm. Nus Humoen, Rm. Djanu Mau Kura, Rm. Dius Nahas, Rm. John Paul Naben, Rm. Gabriel Bouk dan Bapak Lukas Usboko (Ketua DPP Paroki Mena).

Diskusi berlangsung hangat. Ide lancar terungkap. Tanya-jawab, pernyataan dan komitmen sedang berlangsung. Semuanya tentang Dialog, Toleransi dan bagaimana upaya menjelaskan dan mengatasinya.

Saya menarasikan kisah diskusi secara santai….he….he…he….tidak kaku-kaku amat.

Diskusi mulanya dibuka oleh Rm. Yan Seran tentang dialog dan toleransi. Menurut Rm. Yan, toleransi berarti mengakui bahwa kita berbeda. Kita boleh fanatik dalam memberi tetapi tidak berarti harus menolak orang lain.

Orang boleh fanatik tetapi dia tidak boleh mengatakan bahwa orang lain salah. Sementara tentang dialog, Rm. Yan mengatakan dialog bukan untuk saling berdebat tetapi saling mendengarkan. Semangat saling mendengarkan merupakan kunci bagi dialog multikultural. Semangat mendengarkan seraya mengakui perbedaan, itulah toleransi.

Di satu sisi, Rm. Eman Siki, Pr menukik dalam tentang pentingnya sikap militan dalam beriman. Menurutnya, sikap militan bahkan fanatik juga perlu dipupuk dan dimiliki agar tidak kehilangan identitas, tetapi dapat mempertahankan identitas di dalam membangun dialog. Sebagai komitmen ilmu, Rm. Yan yang studi tentang dialog agama menegaskan bahwa fanatik tidak berarti menyalahkan mereka yang lain keyakinan. Lantas Rm. Eman mengatakan, militansi iman merupakan sikap bijak karena menunjukkan aspek konstitusional tentang kebebasan beragama sebagai pemenuhan atas hak asasi manusia.

Diskusi menarik ingin. Saking manisnya, tak terasa telah lama. Rm. Yavet melontarkan pertanyaan kritis. Apakah benar bahwa toleransi mematikan aspek kritis? Tak lama, Rm. Yan sambar kritis. Toleransi bisa dilihat dari dua sisi yakni sisi negatif dan sisi positif. Sisi negatif dari toleransi berujung pada sikap ekstrimisme. Sisi positifnya ialah kita tetap dan bertahan dalam iman tetapi tidak boleh dan tidak harus menyalahkan mereka yang berkeyakinan lain.

Diskusi berlanjut dan memang terkesan terjadi lompatan dalam diskusi. Rm. Yudel Neno dengan mempedomani pendapat Karen Armstrong dalam bukunya Sejarah Tuhan, menyampaikan catatan kritis tentang dampak negatif doktrinasi masa kecil. Rm. Yudel mengatakan, doktrinasi tentang Tuhan masa kecil menempatkan Tuhan seolah-olah terlalu jauh dan telah lama meninggalkan kita. Akibatnya, sikap ekslusif kuat tertanam dan bertahan tak tergoyahkan karena lamanya menetap.

Lantas Rm. Yan Seran mengatakan doktrinasi semacam itu, secara de facto tak dapat terpungkiri. Tetapi tidak berarti tidak dapat diberi pencerahan. Sejauh penjelasan tentang paham ketuhanan tidak bersifat ekstrimis dan radikalis, doktrinasi semacam itu, sebetulnya dapat teratasi.

Menyambung tentang doktrin, Rm. Nus Humoen memberi catatan khas tentang doktrin dan dogma. Menurutnya ada perbedaan antara doktrin dan dogma. Perbedaannya ada pada sifat mengikatnya. Bedanya ada pada dogma yang bersifat mengikat sementara doktrin tidak. Hal ini dikatakan sebagai pintu pencerah.

Selepas distingsi itu, Bapak Lukas Usboko menekankan tentang pentingnya dialog kehidupan untuk mengurangi sikap ekstremisme. Menurut Bapak Lukas, cara berpikir boleh kritis dan sistematis tetapi tidak harus kaku dalam perilaku. Sikap kaku, menjadi pilihan yang tidak bercorak profit dalam budaya multikural.

Pada akhirnya, diskusi ini berakhir pada bersambung. Ini menjadi tugas lanjutan dalam momen diskusi berikutnya. Tuhan melayani.

Oleh Rm. Yudel Neno, Pr, Pendeta Pembantu Paroki Santa Filomena Mena

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026

Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah

July 5, 2026

Dari Ritapiret, Gubernur NTT Ajak OMK Menjadi Generasi Literat, Produktif, dan Kolaboratif

July 5, 2026

Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya

July 4, 2026

Di Aula Ritapiret, Rm. Patris Allegro Ajak OMK Berakar dalam Iman dan Berdampak di Dunia Digital

July 4, 2026

Peserta NYD III Berziarah di Maumere, Uskup Ajak OMK Berjalan Bersama

July 4, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?