Kupang – KeuskupanAtambua.org – Profil dan Refleksi Frater Marianus Tubani Nainaif yang akan Ditahbiskan menjadi Diakon – Motto Tahbisan ; “TUHAN, ENGKAU MENGERTI PIKIRANKU” (Mzm. 139:2)
Profil Singkat
Marianus Tubani Nainaif, yang akrab disapa Frater Tommy, adalah salah satu calon imam Keuskupan Atambua yang akan ditahbiskan menjadi Diakon pada hari Sabtu, 31 Mei 2025 di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang.
Frater Tommy lahir pada 18 Februari 1996 di BKIA-Kiupukan, sebuah kampung kecil yang sejuk dan teduh. Sejak kecil, ia sudah dibimbing dalam iman Katolik yang teguh karena lahir dari keluarga Katolik yang taat beriman. Ayahnya bernama Benyamin Antoin, seorang Pegawai Negeri Sipil, dan ibunya bernama Wilhelmina Tafin, seorang ibu rumah tangga.
Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Frater Tommy memiliki niat yang matang dalam pergumulannya menjawab panggilan Tuhan. Pendidikan dasarnya dimulai pada tahun 2002 di SDK Unab dan selesai pada tahun 2008. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri Satu Atap Oemasi hingga tamat pada tahun 2011.
Setelah itu, Frater Tommy memutuskan untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Seminari Santa Maria Immaculata Lalian-Atambua, sebuah lembaga pendidikan calon imam di Keuskupan Atambua. Di seminari inilah embrio panggilan imamat mulai tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Ia menyelesaikan pendidikannya di Seminari Lalian pada tahun 2015.
Tahun 2017, Frater Tommy melanjutkan studi filsafat di Universitas Katolik Widya Mandira sekaligus memulai jenjang formasi sebagai calon imam di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang. Setelah menyelesaikan studi filsafatnya, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama dua tahun di Paroki Santo Gerardus Nualain, tempat ia mengasah pengalaman pastoral dan pelayanan kepada umat.
Pada tahun 2023, Frater Tommy kembali ke Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui untuk mendalami ilmu teologi sebagai persiapan menjelang tahbisan diakonat. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri secara matang untuk menerima tahbisan diakon pada 31 Mei 2025.
Refleksi Moto Tahbisan – “TUHAN, ENGKAU MENGERTI PIKIRANKU” (Mzm. 139:2)
Motto tahbisan ini mengungkapkan kesadaran Frater Tommy sebagai makhluk yang terbatas dan tidak tetap. Ia percaya bahwa hanya Tuhan yang tak terbatas dan tak pernah berubah yang dapat memahami secara penuh pikiran dan batinnya. Frater Tommy menyadari pikirannya yang kecil dan rapuh, jauh dari pemikiran Tuhan yang sempurna.
Dengan keyakinan itu, ia mempersembahkan dirinya seutuhnya kepada Tuhan, yang senantiasa memeriksa, mengoreksi, dan membimbing dirinya. Moto ini menjadi pegangan kuat dalam menghadapi berbagai pergumulan dan tantangan panggilan imamat, sekaligus sumber pengharapan dan kekuatan rohani.
Catatan:
Tulisan ini disusun oleh Para Frater Tingkat III Keuskupan Atambua dan diedit oleh Rm. Yudelfianus Fon Neno, Pr sebagai bagian dari penyambutan dan pengantar tahbisan diakonat yang akan dilaksanakan oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang.

