Dari pengalaman-pengalaman itu, ia perlahan-lahan keluar dari zona nyaman, belajar dari kritik, dan semakin membuka diri. Masa TOP membuatnya menyadari bahwa pengalaman pastoral bukan tujuan akhir, melainkan bekal menuju relasi yang lebih intim dengan Tuhan. Karena itu, ia dengan tekad yang matang melanjutkan formasi calon imam dan studi teologi, dengan keyakinan bahwa menjadi imam berarti terus bertumbuh dalam iman, kepribadian, spiritualitas, dan intelektualitas.
Trending
- SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
- Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
- Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
- Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
- Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
- 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
- Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
- Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
