
Lalian — KeuskupanAtambua.org – SMA Swasta Seminari Lalian kembali menghidupkan suasana minat bakat dalam pendidikan dengan denting gitar dan gesekan biola. Pada Selasa (24/2/2026), sebanyak 58 siswa terlibat dalam latihan ekstrakurikuler seni musik yang berlangsung di aula dan ruang musik seminari.
Di aula, sebanyak 49 siswa memadati ruangan dengan gitar masing-masing. Latihan dipandu oleh Rm. Felisius Okto Bowe, Pr, guru Bahasa Jerman yang juga menjadi pendamping seni musik, khususnya gitar. Irama yang dimainkan tidak hanya berkisar pada musik klasik, tetapi juga musik pop.

“Kami tidak hanya menuntun mereka dalam praktik, tetapi juga memberikan pemahaman teoretis agar mereka mengerti apa yang dimainkan,” ujar Rm. Filto dalam wawancara di sela latihan. Menurutnya, pemahaman teori menjadi fondasi penting untuk membangun kualitas musikalitas para siswa.
Suasana aula tampak semarak. Petikan demi petikan gitar menyatu dalam latihan yang berlangsung terstruktur. Para siswa mengikuti arahan dengan serius, sesekali memperbaiki posisi tangan dan teknik petikan.
Sementara itu, di ruang musik, sembilan siswa kelas peralihan menjalani latihan biola dengan pendekatan berbeda. Fr. Aron, selaku guru musik, menjelaskan bahwa minat terhadap biola masih terbatas, begitu pula ketersediaan alatnya.

“Biola termasuk alat musik yang masih jarang diminati dan jumlahnya terbatas. Karena itu, latihan dilakukan per tingkat dan tidak menyeluruh,” kata Fr. Aron. Untuk kelas peralihan yang baru bergabung, fokus latihan dimulai dari teknik dasar, seperti cara menjepit dan memegang biola dengan benar, sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Setiap tingkat memiliki tahapan pembelajaran yang berbeda, disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa. Proses bertahap ini dinilai penting untuk membangun dasar teknik yang kuat. Kegiatan ekstrakurikuler seni musik ini tidak sekadar mengasah bakat dan minat siswa. Latihan rutin juga diproyeksikan sebagai persiapan menuju pentas kreasi maupun perlombaan seni musik di masa mendatang.
Lebih dari itu, latihan musik dinilai membawa manfaat yang luas bagi perkembangan siswa. Selain merangsang kemampuan kognitif, kegiatan ini membantu meningkatkan keterampilan motorik, melatih konsentrasi, serta menjadi sarana pelepasan emosi yang sehat. Disiplin latihan juga membentuk kepercayaan diri dan daya ingat para seminaris.
Dengan latihan yang konsisten dan terarah, pihak sekolah berharap seni musik tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Penulis: Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mau Loko. Editor : Rm. Yudel Neno, Pr
