
KeuskupanAtambua.org — SMA Swasta Seminari Lalian menorehkan capaian menggembirakan dalam ajang Olimpiade Nasional 3.0 bidang Matematika yang diselenggarakan secara daring pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Kompetisi ini diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat.

Keikutsertaan sekolah ini menjadi bagian dari upaya mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, khususnya dalam bidang Matematika, sekaligus melatih daya saing dalam arena kompetisi yang lebih luas. Selain menjadi wadah pengembangan bakat dan minat, olimpiade ini juga memberi ruang bagi siswa untuk memperkuat portofolio prestasi serta keterampilan analitis.

Dalam ajang tersebut, 10 siswa SMA Swasta Seminari Lalian ambil bagian. Mereka adalah Alexandro Usboko, Dirliando Manehat, Agustinus Gerlan Bou, Emanuel Cristian Devares Lake, Ignatio Melandri Bili Moruk Loe, Fransisco Oskarindo Salu, Gregorius Fabier Suri, Apriano Fallo, Tiburtius Ricardo Mau Lelo, dan Shandy Paulo Febrian Atok Nede. Para siswa ini didampingi oleh guru mata pelajaran Matematika, yakni Robertus Abi, S.Pd.Gr. dan Innocentia Christa Pires, S.Pd.Gr.
Hasil yang diumumkan pada 2 Maret 2026 menunjukkan capaian yang membanggakan. Dari 10 peserta yang dikirim, delapan siswa meraih medali emas (A+), sedangkan dua siswa lainnya memperoleh medali perak (A).

Delapan siswa peraih medali emas itu ialah Alexandro Usboko, Dirliando Manehat, Agustinus Gerlan Bou, Emanuel Cristian Devares Lake, Ignatio Melandri Bili Moruk Loe, Fransisco Oskarindo Salu, Gregorius Fabier Suri, dan Apriano Fallo. Sementara itu, Tiburtius Ricardo Mau Lelo dan Shandy Paulo Febrian Atok Nede meraih medali perak.

Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi SMA Swasta Seminari Lalian, terlebih karena kompetisi ini diikuti banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Capaian itu menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga sanggup bersaing dan menunjukkan hasil yang memuaskan dalam bidang akademik.

Keikutsertaan dalam olimpiade semacam ini dinilai sebagai proses pembelajaran yang berharga. Ajang kompetisi bukan semata-mata soal hasil akhir, melainkan juga tentang pembentukan mental bertanding, ketekunan belajar, dan keberanian mengukur kemampuan di ruang yang lebih luas.
Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta didik untuk mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya, baik di tingkat regional maupun nasional. Sementara itu, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa penghargaan berupa sertifikat dan piagam masih dalam proses pengiriman.
Dengan capaian ini, SMA Swasta Seminari Lalian kembali menegaskan komitmennya dalam membina pertumbuhan akademik peserta didik. Prestasi para siswa tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus bertumbuh, belajar, dan berani menantang diri dalam berbagai ruang kompetisi di masa mendatang.
Penulis: Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mau Loko. Editor: Yudel Neno
