
MENA, KeuskupanAtambua.org — Para siswa Seminari Santa Maria Immakulata Lalian melakukan aksi panggilan di Paroki Santa Filomena Mena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Sabtu–Minggu, 25–26 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Minggu IV Masa Paskah yang dikenal sebagai Hari Minggu Panggilan Sedunia.

Aksi panggilan ini diikuti rombongan siswa Seminari Lalian bersama para pendamping. Berdasarkan rangkaian kedatangan, rombongan pertama berjumlah 10 orang tiba di Mena pada Jumat, 24 April 2026, bersama Rm. Filto. Rombongan besar kemudian tiba pada Sabtu pagi, 25 April 2026, bersama Rm. Lucius Tae Mau, Pr., Rm. Aldy Seran, Pr., Fr. Anno, dua suster, yakni Sr. Evarista, CIJ dan Sr. Yohana Umbupati, serta 69 siswa seminari.

Kehadiran para siswa Seminari Lalian di Paroki Santa Filomena Mena menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kehidupan seminari kepada umat, terutama anak-anak dan kaum muda. Aksi ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan minat panggilan serta memperkuat kesadaran umat dalam mendukung panggilan imam dan hidup bakti.

Selama berada di Mena, para siswa mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain pertandingan futsal, malam kreasi, perayaan Ekaristi, animasi panggilan, serta pertandingan bola voli persahabatan. Pada hari sebelumnya, para siswa Seminari Lalian juga mengikuti pertandingan futsal melawan anak-anak SMAN Pantura di lapangan futsal Desa Oepuah Selatan. Pertandingan itu berlangsung dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan.

Malam kreasi menjadi salah satu bagian penting dalam aksi panggilan tersebut. Para siswa Seminari Lalian menampilkan sejumlah atraksi seni, antara lain paduan suara, pantomim, dance, band, ansambel, dan stand up comedy. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari umat yang hadir.

Selain penampilan para siswa seminari, kegiatan malam kreasi juga dimeriahkan oleh anak-anak SMAK Santa Filomena Mena melalui dua tarian kreasi dan paduan suara dari anak-anak SDK In’ane. Kehadiran mereka menambah suasana sukacita dalam perjumpaan antara Seminari Lalian dan umat Paroki Santa Filomena Mena.

Pastor Paroki Santa Filomena Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr., yang mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa umat memiliki tanggung jawab bersama untuk memelihara dan mendukung panggilan para seminaris. Ia berharap, aksi panggilan ini menjadi daya tarik bagi anak-anak dan kaum muda untuk mengenal serta mencintai panggilan sebagai seminaris dan calon imam.
Puncak kegiatan berlangsung dalam perayaan Ekaristi pada Minggu, 26 April 2026. Misa dipimpin oleh Rm. Filto Bowe, sedangkan khotbah dibawakan oleh Rm. Lucius Tae Mau, Pr. Dalam perayaan itu, koor ditanggung oleh para siswa Seminari Lalian kelas XI.
Suasana perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan meriah. Salah satu momen yang menarik perhatian umat ialah ketika anak-anak dipakaikan busana layaknya seorang suster, frater, dan imam. Simbol ini menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan panggilan hidup bakti dan imamat kepada anak-anak sejak dini.
Dalam semangat Minggu Panggilan Sedunia, umat diajak untuk terus mendoakan tumbuhnya benih-benih panggilan dari keluarga-keluarga Katolik. Panggilan tidak hanya bertumbuh di lembaga pendidikan calon imam, tetapi juga lahir dari keluarga, paroki, dan komunitas umat yang mencintai kehidupan Gereja.
Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan bola voli persahabatan antara tim Seminari Lalian dan tim SMAN Pantura. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim SMAN Pantura dengan skor 3-0.
Meski tim Seminari Lalian belum berhasil meraih kemenangan, pertandingan berlangsung dalam suasana penuh persahabatan. Kedua tim memperlihatkan semangat sportivitas, keakraban, dan kegembiraan sebagai bagian dari perjumpaan orang muda.
Salah satu pembina, Rm. Lucius Tae Mau, Pr., menyampaikan bahwa aksi panggilan ini lahir dari kerinduan para siswa sendiri. Menurut dia, para siswa mengusulkan kegiatan tersebut, lalu para pembina mempertimbangkan dan memutuskan untuk melaksanakannya.
Rm. Filto juga menilai kreativitas para siswa seminari sangat luar biasa. Ia mengatakan, sebagian besar gagasan pentas seni lahir dari para siswa sendiri dan kemudian dipoles bersama para pendamping agar dapat ditampilkan dengan baik di hadapan umat.
Melalui aksi panggilan ini, para siswa Seminari Lalian tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menghadirkan wajah kehidupan seminari yang penuh sukacita, persaudaraan, disiplin, dan semangat pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi benih panggilan baru bagi anak-anak dan kaum muda di Paroki Santa Filomena Mena.
Penulis: Komsos Paroki Mena
Editor: Rm. Yudel Neno
