
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah – oleh Rm. John Pilis, Pr
Renungan
Penginjil Lukas hari ini, menampilkan sebuah dialog singkat yang spontan antara Yesus dan seorang wanita dari kerumunan orang banyak yang sedang mendengarkan pengajaranNya. Wanita itu kagum oleh kebijaksanaan dan mukjizat yang dibuat Yesus, memberikan pujian kepada Maria, ibu Yesus. “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau”. Bagi Masyarakat Yahudi saat itu, ibu dari seorang tokoh besar adalah puncak kehormatan dan kebahagiaan. Bagi wanita itu, keberuntungan terbesar Maria adalah secara fisik mengandung dan menyusui sang Mesias. Namun tanggapan Yesus atas pujian kepada ibuNya itu justru di luar dugaan. Ia tidak menolak untuk menghormati ibuNya tetapi menuntun wanita itu dan para pendengarNya untuk lebih focus kepada sumber kebahagiaan yang sesungguhnya. Yesus berkata “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman dan memeliharanya”.
Dengan pernyataan ini, Yesus tidak hanya mengajak wanita itu tetapi kita sekalian untuk belajar menjadi pendengar firman seperti ibuNya, Maria. Maria berbahagia bukan hanya karena rahimnya mengandung Kristus melainkan karena hatinya terbuka untuk mendengar dan melakukan kehendak Bapa. Ketika malaikat Tuhan mengunjungi Maria untuk menyampaikan kabar sukacita, Maria dengan rendah hati menjawab: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanMu”. Dengan demikian Maria telah melaksanakan apa yang dikatakan Yesus putranya tadi. Maka kebahagiaan Maria terletak pada ketaatan imannya bukan sekedar fungsi biologisnya sebagai ibu.
Sebuah pelajaran berharga bahwa jika kebahagiaan itu terletak pada hubungan darah maka tentu hanya Maria dan keluarga dekat Yesus yang berbahagia sedangkan kita yang lain hanya “kuah kosong”. Namun dengan syarat yang berbahagia adalah mereka yang mendengar dan memelihara firman maka pintu kebahagiaan surgawi terbuka bagi siapa saja yang mau membuka telinga untuk mendengar firman dan membuka hatinya melaksanakan apa yang didengar sehingga kita semua bisa menjadi satu keluarga rohani karena mendengar dan melaksanakan firman Tuhan. Mendengar dan memelihara firman; dua hal yang sangat ditekankan oleh Tuhan. Ini berarti tidak cukup kita hanya mendengarkan firman karena kebahagiaan sejati lahir justru ketika firman tersebut diwujudkan dalam perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Niat
Hari ini Saya mau berusaha untuk mendengar, membaca Kitab Suci, merenungkannya dan mengamalkannya dalam sikap dan perbuatan sehari-hari.
Doa
Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk tidak hanya sekedar menjadi pengikutMu, melainkan memiliki hati yang peka mendengarkan suara-Mu. Berilah kami kekuatan untuk memelihara firman-Mu dalam tutur kata dan perbuatan sehingga kami pun boleh merasakan kebahagiaan seperti Bunda Maria. Amin
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

