
Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Merawat Kebun Anggur Tuhan dan Menghasilkan Buah – oleh Rm. Yustus Ati Bere, Pr

Renungan
Matius dalam Injil suci hari ini menampilkan sebuah kiasan. “Kebun anggur adalah Gereja.” Pemilik kebun anggur ialah Allah Bapa. Hamba-hamba adalah para nabi utusan Allah, yang tanpa kenal lelah memperingatkan Israel akan ketidaksetiaannya. Anak pemilik kebun anggur’ ialah Yesus Kristus Putra Allah. Sedangkan para penggarap kebun anggur” ialah para penguasa yang biasa membinasakan orang yang tidak mereka senangi.
Kiasan ini sangat mudah dipahami artinya. Seperti pemilik kebun anggur membinasakan para penggarap yang jahat, karena tidak menyerahkan hasil kebunnya dan menganiaya hamba-hambanya dan membunuh anaknya yang tunggal, demikian pula Allah dengan cara-Nya akan membinasakan para pembunuh anakNya dan menyerahkan kerajaan-Nya kepada umat-Nya yang baru, yang dengan setia akan menyerahkan buah-buah yang dihasilkannya. Itu berarti, “Israel menurut daging” diganti tempatnya oleh Gereja yang melakukan semua yang benar, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan.
Sebagai orang Kristen, kita adalah para penggarap yang menerima kepercayaan untuk merawat dan menghasilkan buah. Tuhan mengharapkan buah dari kebun kehidupan kita, dan hari ini Ia mencari buah dalam kehidupan kita. Buah itu bukan pertama-tama soal banyaknya harta, jabatan, atau keberhasilan. Buah yang Tuhan cari adalah kasih, kerendahan hati, pengampunan, kejujuran, pengorbanan, kepedulian dan pelayanan kepada sesama. Mungkin kita sudah lama menjadi orang katolik. Kita sudah sering mengikuti Misa, berdoa, membaca Kitab suci, mengikuti kegiatan Gereja. Tetapi pertanyaannya: apakah kita sudah menghasilkan buah? Apakah kehadiran kita membawa kedamaian kepada keluarga? Apakah orang lain mengalami kasih Tuhan melalui perkataan dan tindakan kita? Apakah kita masih peduli dengan mereka yang menderita? Apakah hidup kita semakin mencerminkan Kristus? Sebab iman yang sejati tidak berhenti pada kata-kata. Iman harus menghasilkan buah dalam kehidupan nyata.
Niat
Hari ini Saya mau berjuang untuk hidup lebih baik sebagai penggarap kebun Anggur Tuhan untuk menghasilkan buah dalam kehidupan.
Doa
Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk menjadi penggarap Kebun Anggur-Mu agar menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan ini sehingga banyak orang mengalami indahnya hidup dalam kebun anggur-Mu. Amin

