
Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Menjadi Sesama Bagi Siapakah Aku? oleh Rm. Hiro Masu, Pr

Renungan
Menjadi sesama berarti tidak memandang latarbelakang suku, agama, dan status sosial seseorang. Sebaliknya mengasihi tanpa pamrih. Sederhana, namun tidak gampang. Menjadi sesama dengan kasih yang besar sebagai jalan untuk memperoleh hidup yang kekal, butuh pengorbanan dan penyangkalan diri.
Orang Samaria dalam Injil hari ini menawarkan sebuah perspektif baru bagi kita orang beriman dalam memandang sesama manusia, tidak hanya sebatas perspektif duniawi-manusiawi belaka, tetapi harus menggunakan perspertif Allah-perspektif Ilahi yang melampaui batasan suku, agama dan status sosial bahkan musuh sekalipun.
Di sini kita diajak keluar dari diri kita sendiri untuk menjamah mereka yang tak seiring sejalan dengan kita dan sangat membutuhkan uluran tangan kita. Sampai pada titik ini butuh sikap iman yang benar yakni RENDAH HATI.
Niat
Hari ini Saya mau membantu dan menolong sesama tanpa membeda-bedakan asal, suku, agama dan ras!
Doa
Ya Allah, jadikanlah kami orang yang tahu menghargai diri sendiri dan orang lain, agar kami senantiasa menyadari bahwa kami adalah ciptaan-Mu. Bantulah kami untuk saling membantu tanpa membeda-bedakan. Amin

