
MENA, KeuskupanAtambua.org – Rabu, 8 April 2026 — Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KKMKI) Keuskupan Atambua menggelar kegiatan Animasi Animator dan Animatris SEKAMI se-Dekenat Mena di Aula Dekenat Mena, Rabu, 8 April 2026.

Dalam kegiatan komisi ini, para animator dan animatris diajak untuk tidak hanya menjadi pengajar bagi anak-anak, tetapi juga tampil sebagai orang tua kedua dalam pendampingan iman.
Ajakan itu disampaikan Deken Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr dalam sambutan pembuka. Ia menyampaikan terima kasih kepada tim KKMKI Keuskupan Atambua yang telah hadir memberi animasi bagi para animator dan animatris se-Dekenat Mena.
Menurutnya, peran animator dan animatris SEKAMI tidak berhenti pada tugas mengajar di kelas, tetapi juga menyentuh dimensi pendampingan, perhatian, dan keteladanan hidup bagi anak-anak.
Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari 10 paroki se-Dekenat Mena, yakni Paroki Mena, Paroki Wini, Paroki Manamas, Paroki Bakitolas, Paroki Fafinesu, Paroki Manufui, Paroki Lurasik, Paroki Manumean, Paroki Fatuoni, dan Paroki Ponu. Kehadiran para peserta dari berbagai paroki menunjukkan semangat bersama untuk memperkuat karya kerasulan anak dan remaja di tingkat dekenat.
Tim KKMKI Keuskupan Atambua yang hadir dalam kegiatan ini terdiri atas Pater Salvator Towary, SVD, Sr. Klarentin FSGM selaku sekretaris, dan Yustina Muti dari staf Pusat Pastoral. Kegiatan dipandu oleh Sr. Klarentin FSGM.
Sesuai rundown, sesi pertama diisi dengan materi Buah-Buah SAGKI V, sedangkan sesi kedua mengangkat tema Spiritualitas dan Tanggung Jawab Animator SEKAMI, yang dibawakan oleh Pater Salvator Towary, SVD, selaku Dirdios KMKI Keuskupan Atambua. Dalam pemaparannya, ia mengurai tiga kata kunci utama buah SAGKI V, yakni sinodalitas, misioner, dan perdamaian.
Selain dua sesi materi itu, peserta juga mengikuti sesi ketiga berupa animasi gerak dan lagu, yel-yel, serta aneka tepuk. Sementara pada sesi keempat, peserta mendapat penegasan tentang pentingnya membangun kesadaran misioner dan sinodalitas dalam karya kerasulan, sekaligus menyusun program bersama kerasulan misioner yang sinodal tingkat Dekenat Mena untuk periode 2026–2027.
Melalui kegiatan ini, KKMKI Keuskupan Atambua menegaskan pentingnya pendampingan yang lebih utuh dalam karya SEKAMI. Animator dan animatris tidak hanya dipanggil untuk menyampaikan materi iman, tetapi juga membangun kedekatan, kepedulian, dan semangat misioner bersama anak-anak sebagai generasi Gereja masa kini dan masa depan.
Oleh : Yustina Muti
Editor : Yudel Neno, Pr
