
Mena, 26 Februari 2026 — KeuskupanAtambua.org – Semangat Tahun Baru Imlek diwujudkan dalam aksi nyata berbagi kasih. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) cabang Timor Tengah Utara membagikan 50 paket sembako kepada keluarga yang membutuhkan di wilayah Paroki Mena, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dekenat Mena dan menjadi bagian dari bakti sosial tahunan PSMTI.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Pastor Paroki Santa Filomena Mena; Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr. Dalam sambutan pembukanya, Romo John Seran menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan PSMTI. Ia menegaskan bahwa makna berbagi tidak terletak pada besar kecilnya bantuan, melainkan pada ketulusan hati.

“Ini bukan soal harta kekayaan, tetapi tentang hati yang tulus untuk berbagi. Dengan memberi, kita bersyukur atas berkat yang telah kita terima, tanpa mengharapkan imbalan,” ujarnya.

Menurut Pastor yang pernah bertugas di Naesleu ini, kegiatan bakti sosial ini bukan hanya bentuk solidaritas sosial, melainkan juga perwujudan iman dalam tindakan konkret. Ia mengajak seluruh umat untuk terus memupuk semangat syukur dan kepedulian, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Kegiatan yang dipandu oleh Frater Valdy Hani itu berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan. Sejumlah perwakilan keluarga penerima bantuan hadir menerima paket sembako secara simbolis. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPP Paroki Santa Filomena Mena – Bapak Lukas Usboko, Sekretaris Paroki – Bapak Ota Tulasi dan Rm. Yudel Neno, Pr. Hadir juga para Ketua Lingkungan dari para penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua PSMTI Cabang Kefamenanu, Bapak Yanto Tantri, mengatakan kegiatan berbagi itu dilandasi kesadaran bahwa tahun baru merupakan momentum syukur atas rahmat Tuhan. “Tahun baru adalah tahun rahmat. Karena itu, semangatnya bukan hanya merayakan, tetapi juga berbagi kepada sesama,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut salah satu Pengusaha TTU ini, bantuan yang dibagikan berjumlah 50 paket sembako dan disalurkan kepada warga lintas agama. Selain untuk umat Katolik di Paroki Noemuti, Paroki Mena, Paroki Oelami, dan Paroki Ponu, bantuan juga diberikan kepada sejumlah jemaat Gereja Protestan, yakni Gereja Imanuel, Petra, GMIT di Naen, dan Oebkin.

Ia menambahkan, perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini dimaknai sebagai Tahun Kuda Api—sebuah simbol semangat dan energi untuk terus menyalakan kepedulian sosial. “Kuda api melambangkan semangat yang menyala untuk berbagi dan melayani,” katanya. Karena itu, tambahnya, baju warna merah yang dipakai saat ini, adalah simbol api semangat untuk berbagi.

Melalui aksi berbagi tersebut, PSMTI Timor Tengah Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan perayaan keagamaan sebagai momentum mempererat persaudaraan lintas iman dan membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
oleh Romo Yudel Neno, Pr
