KEUSKUPANATAMBUA.ORG–Ini sebuah pertanyaan klasik yang selalu dilontarkan umat dan siapa saja ketika berhadapan dengan Gereja? Seolah-olah gereja dalam hal ini Keuskupan Atambua sebagai institusi menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi umat. Pertanyaan ini sering dilontarkan bukan hanya oleh mereka yang awam teologi tetapi bahkan oleh mereka yang jebolan ‘sekolah teologi’ atau kateketik. Penulis sengaja melontarkan pertanyaan ini kepada Uskup Atambua melalui Vikaris Jendral Keuskupan Atambua, P. Vincentius Wun SVD, “Apa saja yang sudah dibuat oleh Keuskupan Atambua berhadapan dengan pandemi Covid-19 ini?”

Salah satu karya Keuskupan Atambua
Pemeliharaan Babi Pedaging di Mix Farming Haliwen Keuskupan Atambua di bawah pimpinan Rm. Aje Afat, Pr (sumber foto: wa grup)

Banyak Hal telah dikerjakan.

Menurut mantan Pastor Paroki Santo Gerardus Nualain di Kabupaten Belu ini: “Gereja dalam hal ini Keuskupan Atambua selama masa pandemi Covid-19 ini tidak tinggal diam. Sebagai lembaga agama, keuskupan Atambua melalui Bapa Uskup berusaha menjaga agar umat tidak terkena virus corona ini dengan pendampingan rohani, doa dan Ekaristi serta himbauan-himbauan agar umat menjaga kesehatannya dan mematuhi protokol Covid-19 seperti Gereja-gereja disemprot dengan larutan desinfektan; umat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir; menjaga jarak dan memakai masker. Selain itu, Keuskupan Atambua juga sebagai lembaga yang dipercaya untuk menyalurkan ‘berkat’ Tuhan bagi umat melalui pembagian sembako dan lain-lain”, paparnya. Lebih lanjut, Pastor asal Niki-niki yang biasa dipanggil “Kase” itu menjelaskan bahwa selama pandemi covid-19 keuskupan Atambua, mulai dari Bapa Uskup, para imam, frater dan suster, di keuskupan, paroki dan biara-biara mengembangkan pastoral ekonomi yang menjadi misi Kesukupan Atambua melalui berbagai aktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan. Katanya, “Coba kamu lihat di sekitar halaman keuskupan bagian depan dan belakang dipenuhi dengan tanaman sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. demikian pun di paroki-paroki dan biara-biara, menanam di media polibag, sayur untuk makan sehari-hari sehingga tidak perlu beli, bahkan kalau ada umat yang minta bisa diberi”, ungkap mantan Pastor Paroki Naesleu itu kepada penulis. Bahkan beliau mengajak penulis untuk masuk ke dalam kebun sayur-sayuran yang sedang dikerjakannya. Memang betul: ada sayur macam-macam.

Menyalurkan Bantuan Donatur

Ketua Tim ABC KA, Rm. Urbanus Hala bersama anggota tim menyalurkan bantuan kepada umat paroki Weoe yang disaksikan langsung Pastor paroki Weoe Rm. Pius Nahak Pr (foto. doc. pribadi)

Karena selama pandemi Covid 19 ini banyak umat mengalami kekurangan bukan hanya uang untuk membeli obat-obatan, tetapi juga bahan makanan, Bapa Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, membentuk sebuah tim untuk membantu meringankan beban umat ini yang diberi nama “Tim Aksi Bersama Covid-19 Tingkat Keuskupan Atambua”, yang selama pandemi ini dikenal dengan sebutan “Tim ABC Keuskupan Atambua”. Tim ini terdiri dari beberapa komisi dan lembaga yakni Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan (PSE) di dalamnya ada Caritas Keuskupan Atambua dan Mix Farming KA; Komisi Kepemudaan; Komisi Keluarga; Komisi Komunikasi Sosial; dan Persatuan Dharma karya Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Wilayah KA. Tim ini diketuai oleh Romo Urbanus Hala, Pr sebagai Ketua Komisi PSE Keuskupan, sedangkan Sekretarisnya langsung ditangani oleh Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, bapak Yosef Hello. Tim ini sungguh-sungguh bekerja tanpa kenal lelah, mulai dari membuat proposal kepada donatur, mengepak, menyalurkan bantuan hingga membuat laporan. “Saya menyaksikan sendiri kerja dari tim ini. Karena itu Bapa Uskup mengapresiasi kerja dari tim kecil ini”, katanya.
Sementara itu, Ketua Tim ABC KA, Romo Urbanus Hala, Pr menuturkan bahwa apa yang kita bagikan kepada umat ini adalah kepercayaan dari mereka yang mempunyai lebih. Kita hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menyalurkan kepada yang berhak mendapatkannya. “Saya minta teman-teman sekalian, supaya kita menjaga kepercayaan ini. Apa yang kita dapat dari penderma, harus kita teruskan kepada mereka yang membutuhkan karena kita hanyalah alat-Nya”, tandas Pastor Paroki Tukuneno itu. “Tentu saja Tim ABC Keuskupan Atambua berbeda dari pemerintah karena pemerintah memiliki dana yang banyak untuk bisa melakukan apa saja untuk masyarakat. Sedangkan kita harus terlebih dahulu menggandeng pihak ketiga yang mempunyai uang dan barang agar kita bisa salurkan kepada umat atau masyarakat. Untuk melakukan aksi kemanusiaan selama Covid-19 ini kita (Tim ABC KA-red),bekerja sama dengan Yayasan CARINA (Caritas Indonesia); Credit Union Kasih Sejahtera (CU-KS); Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT) Jakarta; Komunitas God’s Love Sunter Jakarta, dan donatur-donatur pribadi yang mungkin bukan memberi dari kelebihannya tetapi juga dari kekurangannya. Karena itu kewajiban kita adalah menyalurkan sesuai permintaannya”, tegas Romo kelahiran Noemuti itu kepada anggota Tim ABC Keuskupan Atambua. Bantuan-bantuan itu berupa sembako, masker, vitamin C dan APD. ***(YH)

Sebagian anggota Tim ABC KA makan siang setelah melakukan pengepakan terhadap bantuan sembako yang siap didistribusikan kepada umat di paroki-paroki. Sr. Klarentin FSGM bersama Okto, Anton dan Yansen (Foto. doc. pribadi)

Diedit oleh Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here