
Kupang, 25 Juli 2025 — KeuskupanAtambua.org – Dalam Rapat Koordinasi Komisi Kepemudaan (Rakor Komkep) Regio Nusra – Bali yang berlangsung di Keuskupan Agung Kupang, Romo Yoris Giri, Pr (Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua) menyampaikan seruan penting terkait pemberdayaan Orang Muda Katolik (OMK) di era digital. Materi tersebut disampaikan di ruang tamu Pastoran Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, BTN – Kolhua Kupang, pada Jumat, 25 Juli 2025 di hadapan para Ketua dan Sekretaris Komkep dari sembilan Keuskupan Regio Nusra – Bali.

Dalam pemaparannya, Romo Yoris menyoroti fenomena kurangnya peran OMK dalam dinamika sinodalitas Gereja. “OMK merasa tidak penting dalam grup sinodal; ini tanda bahwa mereka belum sepenuhnya diberi ruang dan daya,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa media sosial seharusnya dihidupkan sebagai nadi pewartaan bagi OMK, bukan sekadar wadah hiburan atau viralitas semu.

Lebih lanjut, Romo Yoris menyoroti kebutuhan akan pendampingan yang cerdas, sabar, dan kritis terhadap OMK, mengingat adanya krisis pengharapan yang berdampak pada kecenderungan OMK mudah putus asa dan hidup dalam pola pikir pragmatis: “enak di mana, lingkar di situ.” OMK, menurutnya, masih kurang ketajaman dalam memilah nilai dan kerap tergoda oleh sensasi daripada substansi.
“OMK adalah nafas Tuhan; mereka harus terus diberdayakan agar menghembuskan kehidupan,” tandasnya. Ia mengutip seruan Christus Vivit dari Paus Fransiskus, yang menegaskan bahwa spiritualitas menjadi fondasi dalam mendampingi kaum muda. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Roma 5:5 — pengharapan yang tidak mengecewakan — menjadi dasar teologis dalam setiap pendampingan terhadap OMK, sebagaimana ditegaskan pula dalam Bula Paus Fransiskus ; Spes non Confundit.
Romo Yoris turut menyoroti masalah serius seperti migrasi non-prosedural yang menjadi krisis identitas dan kualitas hidup OMK, sekaligus mencatat bahwa teknologi digital kini cenderung mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Karena itu, OMK harus dibekali agar tetap dekat dengan Allah dan menjadi perpanjangan tangan Allah bagi sesamanya.
Rakor Komkep Regio Nusra – Bali kali ini berlangsung dari Jumat, 25 Juli hingga Minggu, 27 Juli 2025, dengan Keuskupan Agung Kupang sebagai tuan rumah. Forum ini menjadi ruang reflektif dan strategis bagi para pelayan kaum muda untuk bersama-sama merumuskan arah pastoral yang relevan bagi OMK di tengah tantangan zaman digital.
Laporan : Rm. Yudel Neno, Pr
