Serba-serbi foto dari bukit Bijaelasunan (dok.pribadi)

keuskupanatambua.org;-Kegiatan pelestarian lingkungan hidup di Bijaelasunan, Kabupaten TTU berlangsung selama dua hari dari Selasa, 11/1/2022  dan Rabu, 12/1/2022. Kegiatan ini di inisiasi oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr bersama Pemda TTU. Lokasi penanaman adalah kawasan yang masuk dalam cagar alam Mutis, yaitu Kobe – Bijaelasunan.

Hari Pertama

Kegiatan difokuskan pada penanaman anakan pohon yang telah disediakan oleh Pemda TTU yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup propinsi NTT c.q. Bagian DAS Benenai, Kupang.

Ada 14 ribu anakan yang disediakan ditambah sekitar 2 ribuan anakan yang dibawa oleh Keuskupan Atambua. Kegiatan penanaman ini melibatkan Keuskupan, Puspas, TOR Lo’o Damian, dan Emaus. Selain itu pemda TTU juga menggerakkan prangkat OPD untuk turut serta. Hadir dalam kegiatan penanaman itu Bupati TTU, Drs. Djuandi David dan Wakil Bupati, Drs. Eusabius Binsasi beserta para OPD sekabupaten TTU.

Selain itu, melibatkan juga umat yang ada di paroki-paroki sekitar Mutis yang terdiri dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Miomafo Barat dankecamatan Mutis dan 14 Desa yang ada di sekitar Mutis.
Kegiatan diawali dengan ceremoni pembukaan yang di lokasi penanaman oleh Yang Mulia Bapak Uskup Atambua bersama Bupati dan Wakil Bupati dan Bidang DAS Benenain dan dilanjutkan dengan doa bersama sebelum penanaman.

Setelah cermoni pembuka dilanjutkan dengan penanaman simbolis oleh Bapak Uskup dan Bupati TTU. Kemudian seluruh masyarakat mulai bergerak ke lokasi penanaman. Setiap orang membawa sejumlah anakan berbagai jenis pohon untuk ditanam di lubang-lubang yang sudah disediakan oleh Pastor Paroki Eban, Rm. Ignas Kabosu, Pr bersama umatnya beberapa hari sebelum kegiatan penanaman ini. Kegiatan penanaman pada hari pertama dimulai sekitar pukul 10.00 Wita ini berakhir sekitar pukul 12.30 Wita.

Hari Kedua

Kegiatan hari kedua adalah misa bersama pada pukul 10.00 Wita yang dihadiri Wakil Bupati TTU bersama Ibu Susana Sarumaha Binsasi dan perangkat OPD Kab. TTU; Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana, SH dan Bidang DAS Benenai, Kupang.

Misa dipimpin oleh Mgr. Domi dan sejumlah besar imam yang menjadi konselebran. Dalam kotbahnya, Uskup Domi  mengajak umat untuk meneladani cara kerja Yesus yang selain kerja keras tetapi juga kerja cerdas. 

“Kita hendaknya bekerja seperti Tuhan Yesus: bekerja keras termasuk menyembuhkan banyak orang sakit, tetapi pada sore hari menyepi untuk berdoa sepanjang malam dan pada keesokan harinya bekerja lagi dengan mengajar banyak orang”, kata Mgr. Dominikus.

Setelah berkat penutup, acara dilanjutkan dengan dialog bersama Gereja-Pemda- DPRD bersama masyarakat Mutis untuk mendengar suara-suara dari masyarakat yang berada di sekitar Mutis. Dalam dialog ini muncul rencana tindaklanjut untuk kegiatan ini antara lain rencana untuk menata lebih lanjut lingkungan alam sekitar Mutis agar lingkungan Mutis bisa kembali ke fungsi utamanya yaitu penyangga Oksigen dan juga menyediakan air bersih. Selain itu perlu penataan DAS yang baik sehingga tidak semua air kita kirim ke laut. Uskup Domi kembali meminta Dinas KLH Provinsi NTT, dalam hal ini Bidang DAS Benenai, Kupang untuk menyediakan beberapa ribu anakan lagi untuk kegiatan penanaman ini di dua kabupaten yang lain, yaitu kabupaten Belu dan Malaka. Selain itu untuk daerah Mutis, masih akan dilakukan lagi pananaman lebih lanjut pada masa prapaskah tahun ini.

Dialog bersama yang berlangsung hampir dua setengah jam ini, menghasilkan satu komitmen bersama bahwa kegiatan baik yang sudah dilakukan ini mesti terus dilakukan demi menyelamatkan masa depan anak cucu generasi berikut di masa depan. Tanggung jawab pemeliharan dititipkan kepada masyarakat dan umat di sekitar Mutis di bawah komando Bapak-bapak Camat Miomaffo Barat dan Mutis, 14 kepala Desa di sekitar Mutis dan dua pastor Paroki Eban dan Naekake.**

Mgr. Dominikus Saku: “Teladani Yesus”

Pelapor: Okto Klau                                      Editor: Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here