
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Kebijaksanaan Ditemukan oleh Mereka Yang Mencarinya – oleh Rm. Yunus Bouk, Pr

Renungan
Kebijaksanaan secara umum diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal budi, pengetahuan dan pengalamannya untuk bertindak, menilai, serta mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi masalah atau kesulitan. Namun, kebijaksanaan menurut Alkitab adalah kemampuan rohani dari Allah untuk menerapkan kebenaran ilahi ke dalam tindakan hidup sehari-hari. Adapun ciri-ciri orang yang bijaksana terlihat dalam lima (5) hal berikut yakni: tindakan nyata di mana pengetahuan seseorang diwujudnyatakan dalam tindakan konkrit, kerendahan hati di mana nampak dalam sifat bukan sombong atau tidak mementingkan diri sendiri, kemampuan membedakan di mana ada sikap menimbang antara yang baik dan yang buruk, benar dan salah, berpikir sebelum bertindak di mana sebelum mengambil keputusan harus mengamati situasi dan mempertimbangkan dampak atau konsekuensi jangka panjang dan tenang dalam masalah di mana seseorang mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing amarah atau bersikap inpulsif saat menghadapi situasi sulit.
Kebijaksanaan itu lebih jelas dan tegas dicontohkan Yesus dalam Perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Perumpamaan ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapan rohani menyambut kedatangan Tuhan. Ada tiga (3) hal yang perlu dibiasakan untuk wajib dibuat. Bahwasannya kesiapan rohani itu bersifat pribadi tidak bisa dipinjam ataupun dititipkan kepada orang lain yang dilambangkan dengan minyak. Kemudian ditekankan pula bahwa kesiapan rohani itu tidak bisa dilakukan secara terburu-buru saat krisis melanda atau mendadak (last minute) sehingga pintu perjamuan tutup maka terlambat sudah bagi yang tidak siap. Dan akhirnya harus selalu waspada dengan penampilan luar. Artinya tidak cukup hanya aktif secara lahiriah jika batiniah atau bagian dalam tidak diisi dengan minyak kehidupan rohani yang sejati.
Jalan iman menuju surga sesungguhnya sulit, penuh tantangan dan resiko. Kita gampang tersesat, tidak sampai pada tujuan, binasa. Maka dengan mempraktekkan lima (5) ciri dan tiga (3) kebiasaan ini pasti kita akan sampai di surga tempat tujuan kita semua. Karena janji Tuhan entah untuk mereka yang sudah meninggal maupun untuk kita yang masih hidup(1 Tes 4:16b-17ab) ketika DIA datang menjemput kita tempat kita jelas bahwa kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (1 Tes 4:17c).
Niat
Hari ini Saya mau mengikuti petunjuk Allah Roh Kudus dan berdoa memohon supaya berpikir dan bertindak bijaksana!
Doa
Tuhan terimakasih atas penyertaan-Mu selama ini sehingga aku masih baik-baik saja hingga kini. Bantulah aku agar setia mengikuti petunjuknya sehingga tidak tersesat di jalan kebinasaan. Semoga kebijaksanaan-Mu menghantarku selamat sentosa tiba di rumah-Mu yang abadi di surga. Amin
Editor Yosef Hello, Published by Yudel Neno

