
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Bijaksana Menggunakan Kepercayaan Tuhan – oleh Rm. Ignas Kabosu, Pr

Renungan
Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang bendahara yang tidak jujur, tetapi dipuji karena kecerdikannya dalam menghadapi masa depannya. Melalui kisah ini, Yesus mengajak kita untuk belajar menggunakan kebijaksanaan dalam menjalani hidup, terutama dalam mempersiapkan masa depan yang kekal. Kita semua dipercayakan berbagai hal oleh Tuhan: waktu, kesehatan, pekerjaan, harta benda, keluarga, dan talenta. Semua itu bukan semata-mata milik kita, melainkan anugerah yang harus kita kelola dengan penuh tanggung jawab. Namun, terkadang kita lebih sibuk memikirkan keuntungan duniawi daripada keselamatan jiwa. Kita begitu rajin mencari uang, tetapi kurang tekun berdoa. Kita pandai membangun rumah yang megah, tetapi lupa membangun keluarga yang penuh kasih. Kita ingin dihormati orang lain, tetapi kurang peduli terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan.
Yesus mengajak kita untuk menjadi bijaksana, bukan hanya dalam mencari keuntungan duniawi, tetapi terutama dalam mengusahakan keselamatan kekal. Kebijaksanaan sejati tampak dalam tindakan sederhana: menggunakan waktu untuk berbuat baik, membagikan rezeki kepada mereka yang berkekurangan, mengampuni orang yang bersalah, dan tetap setia kepada Tuhan dalam segala keadaan.
Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah selama ini saya sudah menggunakan berkat Tuhan dengan baik? Apakah hidup saya membawa sukacita dan harapan bagi orang lain? Ingatlah, pada akhirnya, bukan banyaknya harta yang kita kumpulkan yang menentukan nilai hidup kita, melainkan kasih yang kita bagikan dan kesetiaan kita kepada Tuhan.
Niat
Hari ini Saya mau menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk membantu mereka yang berkekurangan, dan berdoa bagi mereka yang sakit.
Doa
Tuhan Yesus, ajarlah kami menjadi pribadi yang bijaksana dan setia dalam mengelola segala anugerah-Mu. Semoga kami tidak hanya mengejar keuntungan duniawi, tetapi juga mengumpulkan harta surgawi melalui kasih, pelayanan, dan perbuatan baik. Amin.
Editor – Yosef Hello, Published – Yudel Neno
