
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Sibuk karena Penting dan Sibuk untuk Tuhan – oleh Rm. Agus Berek, Pr

Renungan
Salah satu keunikan manusia abad XXI ini ialah sibuk di mana-mana dan sibuk ke mana-mana. Hal ini terjadi karena kemudahan fasilitas yang semakin memadai dan tuntutan aktivitas yang sungguh mendesak.
Namun di tengah kesibukan yang semakin masif itu, muncul pertanyaan mendasar ini : apakah multi kesibukan itu sungguh perlu dan sangat penting? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita berguru pada bacaan-bacaan suci hari ini.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan umat di Filipi untuk mencontohi cara hidup Tuhan Yesus. Dalam seluruh kesibukan Tuhan Yesus, Dia mengosongkan diri untuk menomorsatukan rencana, kehendak dan hukum BapaNya di Surga (bdk. Filipi: 2 : 7). Tuhan Yesus mengurbankan seluruh diriNya untuk kepentingan yang lebih luas dan urgen. Dia sibuk, bukan sibuk sembarang, tetapi sibuk untuk kepentingan BapaNya yang di Surga. Inilah yang dinamakan :”Sibuk karena penting dan sibuk untuk Tuhan”.
Dalam bacaan Injil, diuraikan tentang tiga jenis manusia yang atas nama kesibukan menolak undangan untuk mengikuti perjamuan Tuhan.
Manusia pertama mengedepankan kesibukannya. Dia minta maaf dan mengatakan; aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya. Manusia kedua menyampaikan alasan penolakannya; aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Manusia ketiga menegaskan, aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Ketiga jenis manusia yang menolak undangan perjamuan karena kesibukan itu, membuktikan kepada kita bahwa jelas dan benarlah, sibuk karena penting, tetapi bukan sibuk untuk Tuhan. Bukan sibuk untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, tetapi sibuk yang menjauhkan diri dari Tuhan. Menjauhkan diri dari Tuhan sama dengan menolak keselamatan.
Marilah kita menata hidup ini secara lebih bijaksana. Mengisi hidup ini dengan hal-hal postif. Jangan membuang sedetikpun untuk hal-hal negatif. Tetapi marilah merangkai semua kesibukan kita dengan prinsip : sibuk karena penting dan sibuk untuk Tuhan.
Niat
Semoga hari ini saya memanfaatkan waktu secara baik dan benar untuk kepentingan pribadi, sesama dan terutama untuk kepentingan Allah Tritunggal Mahakudus.
Doa
Ya Allah Tritunggal Mahakudus. Bukalah hatiku. Jernihkanlah pikiranku. Dan kuatkanlah kehendakku, agar aku mampu memanfaatkan setiap detik untuk menata kesibukanku demi pertumbuhan dan perkembangan imanku, sehingga nama Allah Tritunggal Mahakudus senantiasa dipuji dan dimuliakan, mulai sekarang sampai selama-lamanya. Amin
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

