
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Dicari oleh Kasih, Diubah oleh Kristus – oleh Rm. Kristo Oki, Pr

Renungan
Kehilangan sesuatu yang berharga membuat kita gelisah. Kita akan mencarinya dengan sungguh-sungguh. Ketika menemukannya kembali, hati kita dipenuhi sukacita. Melalui pengalaman sederhana inilah Yesus memperkenalkan hati Allah.
Dalam Injil hari ini, seorang gembala mencari seekor domba yang hilang. Seorang perempuan pun mencari satu dirhamnya dengan teliti. Keduanya bersukacita ketika menemukan kembali milik mereka. Demikianlah Allah bersukacita atas seorang berdosa yang bertobat. Setiap pribadi berharga bagi-Nya. Bahkan ketika seseorang menjauh, kasih Allah terus menjangkaunya dan mengundangnya pulang.
Namun, orang Farisi dan ahli Taurat justru bersungut-sungut karena Yesus menerima orang berdosa dan makan bersama mereka. Mereka melihat kesalahan orang, sedangkan Yesus melihat pribadi yang perlu diselamatkan. Kita pun perlu bertanya: apakah sikap kita membantu orang kembali kepada Tuhan, atau justru membuat mereka merasa tidak layak mendekat?
Dalam bacaan pertama, Paulus menyebut berbagai hal yang dahulu menjadi kebanggaannya: asal-usul, ketaatan terhadap hukum, dan semangat keagamaannya. Namun, setelah mengenal Kristus, semuanya ia pandang sebagai kerugian dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus yang jauh lebih mulia. Perjumpaan dengan Yesus mengubah ukuran keberhasilan hidupnya.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita meninggalkan kesombongan rohani. Kita semua membutuhkan belas kasih Allah. Kesadaran ini menolong kita menyambut sesama dengan lebih sabar dan penuh pengharapan.
Bila hari ini kita merasa jauh dari Tuhan, beranilah kembali. Bila ada sesama yang sedang tersesat, dekatilah dengan kasih. Pertobatan membuka jalan pulang, dan kasih membuat langkah pulang itu lebih ringan.
Niat
Hari ini, saya akan memeriksa diri dengan jujur, mengakui satu sikap yang perlu saya ubah, serta menyapa seseorang yang selama ini saya jauhi atau hakimi.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tetap mencariku ketika aku menjauh dari-Mu. Bebaskanlah aku dari kesombongan dan kebiasaan menghakimi sesama. Berilah aku keberanian untuk bertobat dan hati yang bersukacita ketika orang lain kembali kepada-Mu. Semoga melalui sikap dan perkataanku, sesama merasakan kasih-Mu yang menerima dan membarui hidup. Amin.
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

