keuskupanatambua.org; Dalam mengelola keuangan keuskupan, khususnya 15 pos derma yang biasa disebut “aksi”, Keuskupan Atambua bekerjasama dengan Bank NTT. Hal ini demi mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas. Ekonom Keuskupan Atambua, Rm. Yulius Selsus Nesi, Pr mengemukakan hal tersebut di depan Direktur Dana Bank NTT dan semua pimpinan cabang Bank NTT yang ada di Keuskupan Atambua yakni Bank NTT Cabang Atambua; Cabang Kefa dan Cabang Betun bersama kantor kasnya masing-masing, di Hotel King Star Atambua, Selasa, 18/1/2022.

Sebagian pinca bank NTT

Pada kesempatan tersebut, Rm. Sel – demikian biasa disapa – menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bank NTT untuk membangun kerja sama dengan pihak Keuskupan Atambua dalam menerima dan menghimpun aksi-aksi dari paroki-paroki se- Keuskupan Atambua.
“15 Derma atau aksi-aksi ini adalah uang umat, maka sekecil apapun itu mesti dikelola dengan baik dan transparan. Karena itu terima kasih atas kesediaan Bank NTT khususnya Cabang Atambua untuk membangun kerjasama ini”, tutur imam projo Keuskupan Atambua ini.
Sementara itu dari pihak Bank NTT dalam hal ini Direktur Dana dan Treasury juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Keuskupan Atambua yang telah mempercayakan pengelolaan 15 pos derma dari paroki-paroki kepada Bank NTT Cabang Atambua.

 

Rm. Yustus Ati Bere: “Derma itu pemberian umat untuk Tuhan” (dok. pribadi)

Hadir dalam kesempatan ini, Preses TOR Loo Damian, Rm. Yustus Ati Bere, ketika diminta pendapatnya mengenai kerja sama ini, beliau dengan senang hati mendukung upaya yang dirintis Ekonom Keuskupan Atambua ini agar derma-derma umat dikelola secara transparan dan akuntable.
“Derma artinya pemberian umat kepada Tuhan. Maka berapapun besarnya harus dikelola dengan baik secara transparan dan akuntable. Karena itu saya secara pribadi sangat mendukung upaya kerja sama ini”, tandasnya diamini oleh para peserta yang hadir.
Selain diikuti oleh para pimpinan cabang Bank NTT, hadir juga mewakili pihak Keuskupan Atambua, Rm. Leonardus Edel Asuk, selaku Preses Seminari Lalian; Rm. Emanuel Nautu, selaku Ekonom 2 dan Bapak Yosef Hello, Sekretaris Umum Puspas KA.***

Peliput: Yosef Hello

SHARE