KEUSKUPANATAMBUA.ORG. Tim Pusat Pastoral Keuskupan Atambua melaporkan kepada media ini bahwa selama bulan April sampai Juni 2020 yang dikenal dengan masa pandemi Covid-19, Keuskupan Atambua tidak tinggal diam. Bapa Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku bersama dewannya merasa prihatin dengan keadaan umat dan masyarakat yang mengalami aneka kesulitan karena akibat covid-19. Banyak karyawan terpaksa harus ‘dirumahkan’ karena perusahaan atau yayasan tidak mampu membayar karyawannya karena tidak ada aktivitas. Karena itu, seperti telah dilaporkan sebelumnya, Bapa Uskup membentuk Tim Aksi Bersama Covid-19 di Tingkat Keuskupan mencari solusi bagaimana bisa membantu umat yang sedang mengalami kesulitan ini. Maka setelah terbentuk pada 3 April 2020,Tim langsung ngebut membuat proposal permohonan bantuan dana. Pertama-tama, proposal ditujukan kepada Caritas Indonesia atau CARINA. Dalam waktu beberapa hari saja Carina sudah mengirimkan dana sebesar 100 juta rupiah. Ketua Caritas Keuskupan Atambua, Rm. Maksimus Sikone Pakaenoni, Pr kepada media ini menyampaikan bahwa dana yang telah dikirimkan oleh Carina harus segera dibelanjakan sesuai permintaan untuk membantu masyarakat yang berkekurangan. Menurut Romo Maksi, demikian ia biasa disapa, “Dana yang sebesar ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, demi membantu umat yang berkekurangan. Carina tidak membantu transportasi. Karena itu, tim harus mengupayakan sendiri”, kata Pastor Paroki Kristus Raja Haumeni itu menegaskan. Tim langsung bekerja ekstra, mengepak bahan bantuan berupa masker, beras, susu, minyak goreng dan sabun mandi. Selain sembako, juga pengadaan kain untuk menjahit masker sebanyak 10.000 masker dan dua tangki air (fiber) untuk cuci tangan yang ditempatkan di Posko Tim ABC Emaus.
Tahap pertama bantuan disalurkan langsung kepada 12 paroki dengan rincian, tiap paroki 50 KK penerima bantuan. Tim ABC dalam surat pengantar kepada para Pastor Paroki penerima bantuan yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris Umum itu mengatakan, “Kami mohon kesediaan para pastor Paroki untuk menghubungi dan mencatatkan 50 KK miskin yang sangat membutuhkan bantuan akibat Covid-19 misalnya para Lansia, Janda/Duda miskin, anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dan lain-lain, yang menurut bapak Pastor Paroki perlu mendapatkan bantuan”. Bantuan tahap pertama disalurkan kepada 610 KK pada 25 April 2020.

Credit Union Kasih Sejahtera Ikut Terlibat

Selanjutnya pada penyaluran bantuan tahap kedua, Lembaga Pemberdayaan Credit Union Kasih Sejahtera Atambua ikut terlibat dengan menyumbangkan dana sebesar 20 juta rupiah. Untuk maksud itu, tim mengalokasikan 8 paroki sasaran penerima bantuan ini atau sebanyak 400 Kepala keluarga, yang disalurkan pada tanggal 13 Mei 2020. Ketua Dewan pengurus CU-Kasih Sejahtera Atambua, Rm. Crisantus Lake, Pr pada saat penyerahan bantuan dana kepada Tim ABC Keuskupan Atambua berharap agar dana bantuan walaupun sedikit, tetapi sebagai tanda keikutsertaan CU-Kasih Sejahtera menghadapi pandemi covid-19, sehingga bantuan ini bisa dinikmati bukan hanya oleh anggota CU-Kasih Sejahtera tetapi juga bagi masyarakat umumnya yang bukan anggota. Sementara itu Ketua Tim ABC Keuskupan Atambua, Rm. Urbanus Hala, Pr menyampaikan limpah terima kasih kepada Dewan Pengurus Credit Union Kasih Sejahtera yang ikut prihatin dan memberikan sumbangannya untuk disalurkan kepada umat yang membutuhkan.

Deken Belu Utara, Rm. Stefanus Boisala, Pr ikut terlibat dalam pembagian sembako kepada umat di Paroki Haliwen (foto.credit dari tim ABC)

Badan Amal Kasih Katolik Keuskupan Agung Jakarta

Pemberitaan mengenai keikutsertaan Keuskupan Atambua dalam menangani kesulitan umat sebagai akibat Covid-19 juga mendorong Dewan Pengurus Badan Amal Kasih Katolik KAJ untuk ikut berpartisipasi. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum BAKKAT, Rm. Samuel Pangestu, Pr menyatakan ingin bekerja sama dengan Tim ABC keuskupan Atambua guna membantu keluarga-keluarga yang sangat membutuhkan bantuan.Badan Amal Kasih KATolik Keuskupan Agung Jakarta yang beralamat di Jalan Gereja Katedral No.7 Jakarta itu memberikan bantuan berupa dana sebesar 150 juta rupaih, 1000 masker, 1000 Vit. C dan APD. Terhadap besarnya bantuan ini, Vikjen Keuskupan Atambua, P. Vincent Wun SVD meminta agar tim ABC dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga dapat menyalurkan bantuan yang diberikan para donatur tepat sasar, tepat jumlah dan tepat waktu. “Saya berharap, para romo, suster dan bapak-ibu yang terlibat dalam tim ini, supaya menjalankan tugas pelayanan ini dengan sebaik-baiknya agar bantuan yang diberikan para donatur dapat sampai kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan tepat sasar, tepat jumlah dan tepat waktu”, tandas mantan Provinsial SVD Timor ini.
Dari dana yang diberikan BAKKAT dapat disalurkan kepada 24 Paroki dalam wilayah Keuskupan Atambua atau kepada 1.200 KK. Dengan demikian total 2.200 Kepala keluarga mendapatkan bantuan sembako, Masker dan APD dari para donatur yang disalurkan melalui Tim ABC Keuskupan Atambua.

Komunitas God’s Love Jakarta
Tidak ketinggalan, Komunitas God’s Love Sunter Jakarta juga terlibat memberikan bantuannya melalui Tim ABC KA berupa Masker 1000 buah, sarung tangan sebanyak 180 dos; Faceshield sebanyak 400 buah; 100 buah baju APD dan 1000 box Vit. C Isap. Ibu Jester Surachman, Koordinator Komunitas God’s Love Jakarta kepada media ini mengatakan sangat berbahagia boleh terlibat membantu para pastor dan umat yang membutuhkan bantuan untuk menjaga kesehatan selama pandemi Covid-19.

Rm. Urbanus Hala Pr (Ketua Tim ABC KA) menyerahkan bantuan sembako yang diterima oleh Pastor Paroki Nurobo, P. Gabriel Bahan CMF. (foto.doc.Tim)

Tugas tim adalah menyalurkan bantuan-bantuan para donatur agar boleh tiba di tangan mereka yang membutuhkan. Saat ini sedang dikirimkan kepada para pastor se- Keuskupan Atambua faceshield; sarung tangan (gloves) steril dan Vitamin C. Sedangkan baju APD dan faceshield lainnya akan dikirimkan kepada Rumah Sakit Swasta Katolik dan Klinik Swasta Katolik se-Keuskupan Atambua. Sedangkan 1000 masker selain diberikan kepada paroki juga dibagikan kepada sekolah-sekolah swasta yang meminta melalui media online facebook atau whatsapp seperti Seminari Lalian, SMK Santo Yosef Nenuk; SDK Nela; Paroki Halilulik; SDK Sarabau; PAUD Santo Nino; PAUD Husar Binan dan PAUD Bunda Penolong.*** (Laporan Kontributor: Yosef Hello & Octo Klau)

Ibu Meliana Lebo mewakili Tim Puspas KA menyerahkan 50 buah masker kepada Br. Anton Klau, SVD dari SDK Nela.

Diedit oleh Yosef Hello

SHARE