
Atambua, KeuskupanAtambua.org – Komisi-komisi di lingkup Keuskupan Atambua menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Puspas Lantai II pada Selasa, 25 November 2025. Rakor ini dihadiri 18 orang Ketua dan Sekretaris Komisi, dipimpin oleh Sekretaris Umum Pusat Pastoral, Pak Yos Hello, dan dibuka secara resmi oleh Vikjen Keuskupan Atambua, Pater Vincent Wun, SVD. Pertemuan tersebut digelar untuk memantapkan evaluasi dan penyelarasan program dalam rangka menyongsong EVAPERCA tingkat Keuskupan yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2025.

Dalam arahannya, Pater Vikjen menyampaikan apresiasi atas kehadiran para ketua dan sekretaris komisi, sebagai bentuk penghargaan terhadap undangan dan tanggung jawab pastoral. Beliau menegaskan bahwa evaluasi merupakan sarana penting untuk mengukur pencapaian program, memperbaiki hal-hal yang belum memuaskan, dan memastikan seluruh kegiatan komisi sungguh membantu umat bertumbuh dalam iman, pengembangan ekonomi, dan pembinaan rohani. Ia juga mendorong agar hal-hal baik yang sudah berjalan terus ditingkatkan pada tahun pelayanan berikutnya, seraya berharap proses evaluasi yang dilakukan benar-benar memberi manfaat bagi karya pastoral Keuskupan.

Rapat berlangsung dengan mekanisme pelaporan evaluasi oleh para Sekretaris Komisi, mencakup kegiatan yang terkalender dan tidak terkalender, baik yang terlaksana maupun yang tidak terlaksana. Beberapa komisi menyampaikan pula catatan terkait program di tingkat paroki yang turut melibatkan komisi-komisi keuskupan. Seluruh proses dipandu oleh Pak Yos Hello, yang mengarahkan jalannya evaluasi agar sistematis dan komprehensif.

Komisi-komisi yang hadir berada di bawah tiga bidang utama. Bidang Pembinaan Iman (BPI) membawahi Komisi Kitab Suci, Komisi Liturgi, Komisi Kateketik, Komisi Karya Kepausan Indonesia/Komisi Karya Misioner (KKI/KKM), dan Komisi Teologi. Bidang ini berfokus pada pemantapan iman umat melalui formasi, pendalaman Kitab Suci, pembaruan liturgi, serta pelayanan misioner dan teologis.

Selanjutnya, Bidang Pendidikan Umat (BPU) menaungi Komisi Pendidikan, Komisi Kerawam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial, serta Komisi Keadilan dan Perdamaian dan Migran Perantau (KKPMP). Bidang ini menitikberatkan pada pemberdayaan umat, peningkatan kualitas pelayanan kaum muda, pemanfaatan media komunikasi, serta advokasi sosial dan pendampingan migran.

Sementara itu, Bidang Aksi Kemasyarakatan (BAK) mencakup Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Komisi Keluarga, dan Komisi Hubungan Antar Agama (HAG), dengan perhatian pada penguatan ekonomi umat, pendampingan keluarga, serta pembangunan dialog lintas agama.
Setelah seluruh komisi menyampaikan laporan evaluasi dan catatan lintas komisi, Rakor dilanjutkan dengan pemaparan perencanaan program masing-masing komisi untuk tahun 2026. Pada sesi ini, para ketua dan sekretaris komisi kembali menegaskan pentingnya perencanaan program yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Menutup Rakor, Pater Vikjen menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kerja sama seluruh komisi dalam memajukan karya pastoral Keuskupan Atambua. Ia menegaskan bahwa program-program yang direncanakan perlu benar-benar berakar pada realitas umat dan menjawab kebutuhan pastoral yang aktual.
Rakor ini diselenggarakan setelah EVAPERCA tingkat Dekenat—Malaka, Belu Utara, dan Kefamenanu pada 14 November, serta Dekenat Mena pada 17 November. Pertemuan antar-komisi pada hari ini menjadi langkah penting menuju EVAPERCA tingkat Keuskupan yang akan digelar pada 28 November 2025. Dengan kesiapan yang matang, komisi-komisi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan pastoral yang semakin efektif, terarah, dan menyentuh kehidupan umat.
oleh Yudel Neno
