Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
  • Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
  • Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
  • Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
  • Kristus Tanda Keselamatan
  • TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.
  • Undangan Terbuka
  • Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Komisi Migran Perantau Keuskupan Atambua Gelar Sosialisasi Migrasi Prosedural bagi Agen Pastoral
Berita Keuskupan Atambua

Komisi Migran Perantau Keuskupan Atambua Gelar Sosialisasi Migrasi Prosedural bagi Agen Pastoral

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJune 28, 20251 Comment105 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Emaus – Atambua, Sabtu, 28 Juni 2025 — KeuskupanAtambua.org – Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Keuskupan Atambua, bekerja sama dengan Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Migrasi Prosedural dan Sukses Mencari Solusi Praktis Pastoral bagi Agen Pastoral Migran Perantau Paroki se-Keuskupan Atambua di Aula Dominikus Emaus. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Pak Aleks, perwakilan dari Dinas Kopnakertrans Kabupaten Belu, serta Sr. Laurentin Soeharsi, SDB, perwakilan dari KKP-PMP KWI.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 86 peserta yang merupakan utusan dari paroki-paroki se-Keuskupan Atambua. Komposisi peserta terdiri dari anggota Dewan Pastoral Paroki (DPP) bagian Migran-Perantau serta perwakilan Orang Muda Katolik (OMK). Berdasarkan data daftar hadir, peserta berasal dari 12 paroki di Dekenat Belu (dari total 19 paroki), 9 paroki di Dekenat Mena (dari 10 paroki), 11 paroki di Dekenat Malaka (dari 20 paroki), dan 9 paroki di Dekenat Kefa (dari 20 paroki), sehingga terdapat 29 paroki yang tidak mengutus delegasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pater Vincent Wun, SVD. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menegaskan bahwa meskipun wajah Keuskupan Atambua sungguh Katolik, kenyataannya masih banyak umat yang tergolong miskin. Sejak masa Uskup Pessers hingga Uskup Dominikus Saku, Pr, kemiskinan tetap menjadi realitas yang sulit diberantas.

Pater Vikjen juga menyinggung tingginya semangat konsumtif yang mengakibatkan degradasi ekonomi. Hal ini menjadi pemicu banyaknya orang merantau tanpa prosedur resmi. Ia berharap, sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran umat untuk bermigrasi secara taat prosedur dan akhirnya berkontribusi memperbaiki wajah Keuskupan.

Materi pertama dibawakan oleh Pak Aleks dari Dinas Kopnakertrans Kabupaten Belu, dimoderatori oleh Rm. Eman Siki, Pr, selaku Ketua KKP-PMP Keuskupan Atambua. Dalam pemaparannya, Aleks mengulas dasar hukum dan prosedur legal penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan pentingnya prosedur hukum untuk melindungi pekerja migran. Beberapa syarat legal menjadi PMI antara lain: usia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi dan kesehatan yang layak, terdaftar dalam jaminan sosial, serta memiliki dokumen lengkap dan izin dari keluarga.

Sesi kedua dilanjutkan dengan presentasi dari Sr. Laurentin Soeharsi, SDP yang dimoderatori oleh Rm. Yudelfianus Neno, Pr. Suster Laurentin membawakan materi seputar Ajaran Sosial Gereja (ASG) terkait pekerja migran dan praktik human trafficking. Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap migran-perantau adalah bagian dari partisipasi sosial Gereja dan panggilan untuk membela martabat manusia sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus dalam kisah perempuan Samaria dan perempuan yang berzinah. Dalam penyampaiannya, ia menyentil berbagai dampak migrasi non-prosedural seperti perceraian, penelantaran anak, degradasi budaya, hingga maraknya jenazah yang dikirim dari luar negeri, khususnya dari Malaysia.

Sr. Laurentin menyoroti kebutuhan akan pelayanan pastoral kargo, yaitu pelayanan pemulangan jenazah yang menjunjung tinggi martabat manusia. Ia menolak praktik perdagangan jenazah dan organ tubuh, dan mendorong pendampingan pastoral bagi keluarga korban migran. Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya ketulusan hati dalam menolong, tanpa motivasi lain di baliknya.

Dalam simpulan presentasi, Rm. Yudel Neno menekankan bahwa pastoral migran-perantau adalah panggilan untuk keluar dari zona nyaman dan menembus batas-batas sosial. Ia menegaskan bahwa hukum dibuat untuk melindungi manusia, bukan merendahkannya, dan pelayanan terhadap migran harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sambil menegaskan semangat Yesus sebagai dasar pelayanan.

Diskusi terbuka berlangsung hangat setelah sesi pemaparan yang dipandu oleh Bapak Yosef Hello. Salah satu rekomendasi praktis disampaikan oleh Bapak Alo Bria dari Paroki Besikama, yakni pentingnya sosialisasi secara berkelanjutan di tingkat lingkungan, serta keterlibatan pejabat penting dalam setiap forum perencanaan dan pelaksanaan rekomendasi pastoral migran.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi agen-agen pastoral migran-perantau di Keuskupan Atambua agar lebih sigap, sistematis, dan solutif dalam menanggapi dinamika migrasi umat Allah dewasa ini.

Laporan oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026

RD Yoris Samuel Giri Memberi Pesan Kepada Para Pajurit TNI Katolik Untuk Manfaatkan Bulan Rosario untuk Menimba Semangat Baru Dalam Tugas dan Pengabdian

October 3, 2026

Meriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Pastor Paroki Katedral Atambua bersama Dewan Pengurus Pastoral adakan lomba Kitab Suci

September 29, 2026

Momen 25 Tahun Imamat Rm. Yustus Ati Bere, Ketua Panitia Soroti Pentingnya Doa dalam Hidup Keluarga 

September 24, 2026

1 Comment

  1. Pingback: Uskup Atambua bersama Delegasi asal Keuskupan Atambua Ikut Perpas XII di Larantuka – Keuskupanatambua.org

BERITA TERBARU

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026

Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

Kristus Tanda Keselamatan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?