
Keuskupanatambua.org, Pagi-pagi buta, Sabtu, 21 Juni 2025, Tim Pastoral Keluarga Keuskupan Atambua bergegas menuju Paroki Naekake, Kecamatan Mutis persis di bawah Gunung Mutis. Sesuai kalender kerja Keuskupan Atambua, pada hari Sabtu (21/6/2025) ada Pendampingan Keluarga/Pasangan Suami istri pasca nikah. Perjalanan ke Paroki terjauh dari Pusat Keuskupan Atambua itu memakan waktu kurang lebih 4,5 jam, selain karena jauh tetapi terutama karena sebagian kondisi jalan sangat jelek (aspal yang telah rusak), sebelum akhirnya tiba di jalan sabuk merah.
Dari kejauhan terlihat beberapa pasangan suami istri sudah hadir menanti kedatangan tim keluarga yang dipimpin oleh Ketua Komisi Keluarga, Sr. Fridolin Elisabeth Teme, SSpS. Yang menarik bahwa kali ini para peserta pendampingan keluarga adalah orang tua para Seminaris, Biarawan-Biarawati, dan imam se-Paroki Santo Bernadus Naekake. Dari raut wajah mereka terlihat kebahagiaan dan sukacita serta keinginan untuk mendapatkan penyegaran rohani seputar kehidupan berkeluarga.
Pastor Paroki Santo Bernadus Naekake, Rm. Fridus Talan, Pr dalam sambutan pembukaannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan kepedulian dari Komisi Keluarga Keuskupan Atambua untuk mendampingi keluarga-keluarga Katolik yang merupakan Gereja Mini dan panggilan menuju kekudusan.
“Kami berharap keluarga-keluarga yang menjadi peserta kegiatan fokus hari ini akan dengan tekun dan setia mengikuti pendampingan sehingga mereka dapat menjadi saksi dan perpanjangan tangan Allah bagi keluarganya dan keluarga-keluarga lain di Paroki Santo Bernadus Naekake ini. Selanjutnya kesempatan seluas-luasnya kami berikan kepada Sr. Fridolin Teme SSpS dan Bapak Yosef Hello sebagai pemateri pada hari ini, “ kata Romo Fridus Talan, Pr.
Sr. Fridolin Teme, SSpS selaku Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Atambua pertama-tama memperkenalkan Visi dan Misi Komisi Keluarga Keuskupan Atambua dan apa saja yang telah dan akan dilakukan Komisi Keluarga kepada keluarga-keluarga yang ada di Keuskupan ini.

Materi kedua dibawakan oleh Bapak Yosef Hello dengan tema: Keluarga dan Habitus Katolik. Menurut Sekretaris Umum Puspas KA itu, dewasa ini di tengah kemajuan teknologi dan komunikasi, keluarga-keluarga Katolik mulai mengabaikan kebiasaan-kebiasaan Katolik dalam rumah tangga seperti makan bersama, doa bersama, merayakan Misa bersama, duduk bercerita bersama suami istri dan anak-anak. Kebiasaan-kebiasaan itu sudah diganti dengan kehadiran teknologi informasi seperti televisi dan HP sehingga mengurangi kebersamaan dan menimbulkan trend baru: “Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.” Karena itu, Ketua Chapter CFC Atambua itu mengajak para keluarga suami istri Katolik untuk kembali menegakkan habitus-habitus Katolik dalam keluarga.
Selanjutnya pada materi ketiga, Sr. Fridolin Teme, SSpS mengajak keluarga-keluarga Katolik di Paroki Naekake untuk menghayati makna Keluarga sebagai Peziarah Pengharapan seturut pesan Paus Fransiskus dalam memasuki Tahun Yubileum 2025 ini.
Mantan Misionaris SSpS di Brasil selama 28 Tahun itu mengajak para keluarga untuk melihat dan menghidupi keluarganya sebagai peziarah yang sedang berjalan bersama Tuhan di duni a ini bersama Istri, Suami dan anak-anak menuju surga.
Dalam pendampingan ini juga disajikan materi tentang Bagaimana Mengatur Ekonomi Keluarga yang dibawakan oleh Bapak Yosef Hello.
“Keluarga beriman selain menghayati habitus-habitus Katolik dalam keluarga, juga harus mengatur dan menghidupi ekonomi keluarga dengan baik. Keluarga dengan ekonomi yang baik bukan berarti harus kaya. Tetapi bagaimana mengatur keuangan keluarga: pemasukan dan pengeluaran secara teratur yang mencerminkan pola hidup keluarga beriman Katolik mencontohi keluarga kudus Nazaret.”

Mengakhiri kegiatan pendampingan keluarga di Paroki Santo Bernadus Naekake, Romo Fridus Talan mengucapkan terima kasih dan sekaligus mengutus keluarga-keluarga peserta pendampingan ini untuk melakukan misi : “Keluarga menyelamatkan Keluarga.”
