Foto : Romo Selsus Nesi via WAG Pupas KA

Keuskupanatambua.org- Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr pada Selasa, 22 Februari 2022 menahbiskan 8 orang Imam Projo Keuskupan Atambua bertempat di Aula Santu Dominikus Emuas Pastoral Center (EPC).

Tahbisan kali ini bertepatan dengan Pesta Takhta Santu Petrus. Karena itu tahbisan ini mengambil tema “Imamat Berlandaskan Batu Karang”.

Perayaan Ekaristi mulai tepat pukul 09.30 Wita. Dalam kata pengantarnya, Uskup Domi mengungkapkan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri. Kita patut bersyukur atas tradisi para Rasul yang diwariskan dan ditradisikan secara baik oleh Gereja Katolik dan Orthodoks. Delapan orang Diakon yang akan ditahbiskan pada hari ini dengan berlandaskan pada batu karang.

Selanjutnya dalam kotbahnya Mgr. Dominikus kembali menegaskan bahwa delapan diakon yang akan ditahbiskan ini akan diberi karunia istimewa sebagai nabi, imam, dan raja. Mereka akan mengambil bagian dalam tri tugas Kristus yaitu sebagai nabi, imam dan raja.

Sebagai nabi mereka akan menghayati Sabda dan mengamalkan dalam pengalaman hidup dan pelayanannya terhadap umat yang dilayani.

Sebagai imam, mereka akan memberikan pelayanan Sakramen-Sakramen Gereja kepada umat yang seluruhnya akan berpuncak di dalam Ekaristi.

Sedangkan sebagai raja, mereka senantiasa dipanggil untuk memimpin dan mempersatukan umat. Melakukan rekonsiliasi umat dengan Tuhan dalam Sakramen Pengakuan. Mereka bertugas untuk mendamaikan umat dengan membawa mereka kepada Kristus sebagai satu himpunan umat Allah.

Umat Allah yang menghadiri pentahbisan kali ini memang cukup banyak. Meskipun demikian umat yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Delapan putera terbaik ini akhirnya ditahbiskan menjadi Imam Tuhan untuk melayani di wilayah Keuskupan Atambua.

Usai perayaan pentahbisan dibacakan pula tempat tugas dari para Imam muda ini, yakni  Romo Antonius Kolo, Pr bertugas sebagai staf pengajar di SMK St. Pius X Bitauni. Sebelumnya memang Romo Toni menjalankan praktek diakonatnya di tempat ini. Romo Kristoforus Kali, Pr mendapat tugas sebagai pastor pembantu di paroki Webriamata. Romo Ian, begitulah biasa disapa, sebelumnya menjalani praktek diakonatnya di Paroki Lakulo. Romo Kristoforus Adeodatus Muti, Pr bertugas sebagai staf pengajar sekaligus pembina di Seminari Lalian. Romo Ian sebelumnya bersama dengan Romo Toni menjalani praktek diakonat di SMK St. Pius X Bitauni.

Sementara itu Romo Kornelis Etan, Pr mendapat tugas sebagai pastor pembantu paroki Nualain. Sebelumnya pun Romo Isto menjalankan praktek diakonnya di paroki ini. Romo Laurensius Tnopo, Pr mendapat tugas sebagai pastor pembantu di paroki Wedomu, paroki di mana sebelumnya Romo Ori menjalankan praktek diakonatnya.

Romo Norbertus Nahak, Pr bertugas di Paroki Webora. Romo Yanuarius Meta Uskenat, Pr mendapat tugas di Paroki Noemuti dan Romo Yohanes F. Mali, Pr mendapat tugas sebagai pastor pembantu di Paroki St. Theresia Kefamenanu.

Perayaan misa syukur untuk imam baru akan dilakukan serentak di paroki asal masing-masing imam baru pada Minggu, 27 Februari 2022. Setelah perayaan syukur ini, keesokan harinya Senin, 28 Februari, imam baru langsung menuju ke tempat tugas untuk mempersiapkan perayaan Rabu Abu.

Selamat dan profisiat untuk para Imam Tuhan. Dalam kelemahan ada kekuatan yang mampu dijaminkan Tuhan kepada kalian. Tuhan tidak mendirikan Gereja di tanah berpasir tetapi di atas batu karang yang kokoh. Semoga St. Petrus selalu menjadi suri teladan kedelapan Imam baru dalam mengarungi kehidupan imamatnya ke depan. ***

Peliput/Penulis: Okto Klau

Editor : Yosef Hello

SHARE