keuskupanatambua.org; Seluruh umat Katolik Keuskupan Atambua dikejutkan dengan berita wafatnya seorang Pastor Misionaris Timor, Pater Paul Gootee, SVD, di Chicago, Amerika Serikat pada Rabu, 10/2-2021 dalam usia 93 tahun. Pater Guti, demikian biasa dikenal umat di mana beliau bertugas, adalah imam yang disiplin, tegas dan keras. Imam anggota Serikat Sabda Allah (SVD) kelahiran Amerika Serikat, 3 Desember 1927 itu telah berkeliling sambil berbuat baik di seluruh pelosok pulau Timor, khususnya di wilayah Keuskupan Atambua. Pater Gootee selalu ditempatkan di wilayah-wilayah yang sulit, terutama dari segi transportasi. Seluruh pelosok Timor Tengah Utara telah mendapatkan jamahan tangan terurapi P. Paul Gootee SVD sehingga begitu mendengar berita meninggalnya misionaris Serikat sabda Allah itu, seakan-akan tergoncang. Seluruh media sosial dipenuhi dengan ucapan RIP dan doa demi keselamatannya. Ucapan pertama datang dari Rm. Yoris Giri, Pr: Pastor Paroki Atapupu, melalui akun facebooknya beliau menulis: “Selamat jalan sang Misionaris sejati, Pater Paul Gootee SVD, mantan pastor parokiku (di Tunbaba, red.) Separuh hidupnya di TTU. Doa kami semua bahagia di surga abadi”. Rm. Theodorus Silab, Pr: Dosen STSM Kupang, melalui whatsapp menulis: “Pater Paulus Gootee SVD, Misionaris Pulau Timor. AMA TUAN GOOTEE. Selamat jalan. Terima kasih atas jasa dan pengabdianmu untuk umat di Keuskupan Atambua. Doa kami mengiringimu menuju surga abadi. Beristirahatlah dalam Damai Tuhan. Doakan kami. RIP TUAN GOOTEE”. Rm. Paulus Nahak II juga menulis di whatsapp-nya: “RIP P.Paul Gootee. Saya menggantikan beliau sebagai Pastor Paroki Santo Andreas Tunbaba pada tahun 1997. Selamat jalan ke rumah Bapa di surga”. Di barisan awam, beberapa katekis menuliskan ucapannya di whatsapp. Niko Tnano menulis: “RIP yang terkasih Pater Paul Gootee SVD misionaris Timor yang setia melayani umat dan masyarakat di Timor sampai akhir hidup. Pater Gootee SVD meninggal di Amerika Serikat pada hari Rabu, 10/2-2021. Terima kasih atas semua jasa pelayananmu. Banyak orang di Timor telah mengenal dan percaya kepada Kristus oleh karya pelayananmu. Selamat berpulang ke pangkuan Allah Bapa Surgawi. Selamat menikmati sukacita abadi di dalam Kerajaan Tuhan”. Tilde Kosat juga menulis: “Kami keluarga besar Paroki Santo Paulus Haekto mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Pater Paulus Gootee SVD. Semoga ia berbahagia di surga dan menjadi pendoa bagi umat paroki St. Paulus Maubam/Haekto. Pendiri Paroki Maubam dan sekaligus menjadi pelindung parokinya”. Di barisan pemerintah, ucapan datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malaka, Ibu Yosefina M. Neonbeni melalui whatsapp grup IKKAT KA: “RIP Pater Gootee. Berbahagialah bersama para kudus di surga. Terima kasih atas pelayanan Pater di Keuskupan Atambua, khususnya di Dekenat Kefamenanu”.

Dan masih banyak lagi ucapan serupa datang dari para imam, suster dan barisan awam dari seluruh pelosok Keuskupan Atambua. Banyak kisah menarik dalam kebersamaan dengan almarhum, namun tidak bisa diungkapkan di sini karena keterbatasan ruang dan waktu. Banyak paroki di Keuskupan Atambua, khususnya di TTU berdiri karena jasa beliau. Beliau menjadi misionaris di Pulau Timor selama 55 tahun. Tiba di Timor pada tahun 1957. Sebelum kembali ke Amerika Serikat pada tahun 2012, beliau sempat menjadi Kapelan di Rumah Sakit Kusta Naob, TTU. Setiap umat yang mengenal almarhum pasti punya kesan tersendiri terhadap beliau. Kesan yang mendalam datang dari seorang anak Paroki Tunbaba: “Tahun 1995 beliau mengajak saya ke Noelelo, paroki Naekake dengan menggunakan mobil hardtop yang biasa kami sebut jeep. Beliau kalau bicara kita harus dengar baik-baik baru jawab. Saya hanya bisa bilang iya pater, iya pater. Soalnya pater bicara bahasa Indonesia dengan lidah seorang Amerika. Luar biasa, sebuah perjalanan yang menyenangkan. Sepanjang jadi imam, sarapan pagi dan sore adalah roti tawar dan kopi pahit. Betapa sehat beliau sampai uzur usia dan kembali ke negara asalnya Amerika serikat, setelah mengabdi dan melayani di Timor Indonesia puluhan tahun”.
Pater Paul Gootee SVD pernah bertugas sebagai Pastor Paroki di beberapa tempat, antara lain: Paroki Noemuti (1963-1967; 1982-1985); Paroki Eban (1970-1972 sebagai pastor tamu); Paroki Mamsena (1975-1976); Paroki Tunbaba (1995-1997); Paroki Maubesi (1964-1965; 1967-1968; 1968-1972; 1975-1976; 1985-1987); Paroki Naekake (1989-1995); Paroki Kiupukan (1998-2004); dan merintis berdirinya Paroki Santo Paulus Maubam (1982-1985).
Selamat jalan Sang Misionaris Sejati. Terima kasih atas pelayananmu.(Admin)

Keterangan: Foto dari whatsapp
Yosef M.L. Hello
