keuskupanatambua.org, – Hampir enam tahun sudah Perdhaki bekerja sama dengan Global Fund dalam pemberatasan penyakit Malaria di Kawasan Timur Indonesia: NTT, Ambon dan Papua. Khusus untuk propinsi Nusa Tenggara Timur, terdiri dari 2 (dua) SR atau Sub Receipient yaitu SR Perdhaki Wilayah Keuskupan Agung Kupang berkedudukan di Kupang membawahi 5 (lima) SSR (Sub-sub Receipient), yakni SSR Perdhaki Wilayah Keuskupan Atambua, SSR BP Muder Ignatia Soe, SSR BP Elisabeth-Tombang-Alor, SSR RS. Lindimara-Waingapu dan SSR RSK Karitas-Weetebula; dan SR Perdhaki Wilayah Keuskupan Agung Ende.

SSR Perdhaki Wilayah Keuskupan Atambua sendiri terdiri dari 17 Unit Pelayanan Kesehatan Katolik yakni  Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik dan 16 Klinik Swasta. Selain itu ada lima UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) yakni dua UKBM di Kabupaten Belu: UKBM Manleten di Desa Manleten, Wilayah Puskesmas Wedomu Tasifeto Timur; UKBM Tukuneno di Desa Tukuneno, Wilayah Puskesmas Asu Ulun Atambua Selatan; serta tiga UKBM di Kabupaten Malaka, yakni UKBM Nunponi di Desa Nunponi Wilayah Puskesmas Seon Malaka Timur;UKBM Alkani di Desa Alkani, Wilayah Puskesmas Alkani Wewiku; dan UKBM Weseben di Desa Weseben, Wilayah Puskesmas Alkani Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka.

Setelah melaksanakan tugas berupa penyuluhan masyarakat, pembagian kelambu anti nyamuk terutama kepada ibu-ibu hamil, pemeriksaan dan pengobatan Malaria terstandar baik di UPK oleh dokter/perawat maupun di UKBM oleh Nakes selama hampir enam tahun, hasilnya cukup memuaskan. Hal tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada tanggal 19-21 November 2020 di Hotel Swiss Bell Kupang. Dari hasil evaluasi tersebut, program masih akan dilanjutkan pada periode 2021-2023. Program ini dilaksanakan untuk membantu pemerintah mempercepat program Eliminasi Malaria di Propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2023. Ketua SR Perdhaki Wilayah Keuskupan Agung Kupang, dr. Herly Soedarmadji pada penutupan Monev ini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kerja sama yang baik selama lebih kurang enam tahun sehingga program ini dapat berhasil dengan baik yakni semakin menurunkan angka kesakitan akibat malaria. Sementara itu Program Manager SR PWKA Kupang, Terotji File Sombu atau yang biasa dipanggil Ma Otji dengan optimis menyampaikan keberhasilan yang dicapainya selama program ini berjalan. Untuk itu beliau menegaskan agar keberlanjutan program Malaria Perdhaki-GF pada tahun 2021-2023 dapat dilaksanakan dengan lebih disiplin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam pelaksanaan program ini. (Josi)

Kepala SSR PWK Atambua, Yosef M.L. Hello, M.Hum  sedang memberi penjelasan kepada peserta Monev (foto.dokumen pribadi)

Diedit oleh Yosef Hello

 

 

SHARE