
Atambua, Keuskupanatambua.org – Musyarawah Pastoral (MUSPAS) ke-IX dan Pekan Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua memasuki hari ketiga, Rabu, 20/09/2023.
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr dalam sajian materi tentang Wajah Pastoral Keuskupan Atambua pasca MUSPAS ke-VIII, Rangkuman Berbagai Perspektif mengemukakan banyak hal. Dari banyak poin yang disampaikan, menurut Bapak Uskup, terdapat tiga poin penting yang mengitari pusat kehidupan, yakni pendidikan, ekonomi dan budaya. Poin ketiga ini perlu dibaca, dihayati dan dilakukan dalam terang iman.

Bapak Uskup mengungkapkannya terutama dalam bidang pendidikan. Menurut Bapak Uskup, kemajuan digital saat ini, terlepas dari suguhan positifnya, banyak pula sajian negatifnya. Akibatnya, di sekolah-sekolah, minat membaca menurun.
Sementara tentang budaya, Bapak Uskup mengangkat pentingnya etos, yang harus mengutamakan disposisi bathin. Menurut Bapak Uskup, posisi mandi orang beriman, perlu dilihat dalam dua hal, yakni realitas hidup rohani dan jasmani.

Sajian materi Bapak Uskup dimoderasi oleh Pater Ronny Moensaku, SVD, Deken Dekenat Malaka, Keuskupan Atambua.
Bapak Uskup juga menyebut tiga lembaga penting dalam pendidikan yakni Keluarga, Yayasan dan Sekolah. Yang ketiga perlunya mendorong demi memajukan dan mengembangkan pendidikan. Berkaitan dengan akses yayasan dan sekolah, Bapak Uskup menegaskan tentang pentingnya kerja sama yang dilaksanakan melalui RUA. Dalam RUA nasib banyak orang, terutama kesejahteraan guru-guru dapat dibicarakan dan diatasi dengan baik.
Peserta MUSPAS terdiri dari semua Pendeta se-Keuskupan Atambua, para Suster, DPP/DKP dan utusan dari 67 Paroki yang ada di Keuskupan Atambua.
Sekadar informasi, MUSPAS ke-IX ini dimulai dari Senin, 18 September, dan bakal selesai pada Sabtu, 23 September 2023.
Inti pembicaraan mengerucut pada hal seputar Keluarga, Agen Pastoral, Pendidikan, Ekonomi dan Ekosistem Kemitraan, sambil melihat pentingnya Transformasi Digital sebagai media pewartaan zaman ini.
