Narasi
Musyawarah Pastoral (MUSPAS) IX Keuskupan Atambua telah usai. Satu minggu lamanya, lokasi Emaus dan sekitar Istana Keuskupan dipadati Umat Allah Keuskupan Atambua. Ada dua kegiatan besar yang terlaksana yakni kegiatan Muspas IX dan Pekan Pameran Ekonomi Kreatif.
Kegiatan dibuka pada Senin, 18/09/2023 di Aula Dominikus Emaus Pastoral Center (EPC) oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.
Kali ini Keuskupan Atambua tampil beda. Pada banyak kegiatan sebelumnya, akses publikasi tidak banyak menonjol.
Kegiatan dibuka pada Senin, 18 September 2023. Selain Peserta Offline, peserta online pun memadati laman youtube Komsos Atambua melalui siaran langsung.
Talk Show UpToDate berlangsung tiap hari. Mulanya dibuka oleh Uskup Atambua. Talk Show berikutnya berlangsung tiap hari. Kontribusinya terletak pada mudahnya mengakses informasi sebelum kegiatan dan pasca kegiatan.

Selanjutnya kegiatan berlangsung selalu dalam pantauan Komsos. Wujud pantauan berupa pengambilan gambar dan pengambilan video. Hasil gambar dan video ditayangkan dalam jurnal kegiatan harian.
Kegiatan tidak terlewatkan tanpa dokumentasi. Semuanya diamankan dalam google drive, kemudian dishare dalam grup WA Puspas dan Panitia untuk diunduh oleh peserta.
Sejak hari pertama kegiatan hingga selesai, daftar hadir peserta disebarkan secara online melalui link google drive yang disiapkan Komsos Atambua. Semua Peserta dituntun untuk mendaftar secara online. Untuk memudahkan setiap peserta, dibagikan identitas barcode. Melalui scan barcode, setiap peserta dapat mendaftar dan juga mengakses jadwal kegiatan harian.

Kegiatan MUSPAS IX ditutup Uskup Atambua di lapangan, depan Istana Keuskupan Atambua, Sabtu, 23 September 2023. Sebelumnya dirayakan Ekaristi, dipimpin oleh Uskup Atambua. Kegiatan inipun berlangsung secara offline dan online.
Kegiatan ini berlangsung dalam kerja sama antara Komsos Keuskupan Atambua dan Teknisi Samuel Krismanto, asal Denpasar. Menurut Sosok yang akrab disapa Mas Kris ini, Keuskupan Atambua kali ini tampil beda. Dan ini merupakan siaran yang benar-benar siaran langsung, dan bukan siaran hasil editan.

Dari narasi singkat di atas, terlihat adanya kemajuan dalam Komisi Komsos Keuskupan Atambua. Biasanya kegiatan berlangsung biasa-biasa saja. Akses online tidak biasa terjadi besar-besaran dan habis-habisan. Kali ini memang berbeda.
Peralatan yang dibawa Mas Kris pun bukan kaleng-kaleng. Setiap fotografer mendapat satu kamera. Tak kenal ganti kamera. Spek kamera tidak diragukan lagi. Hasilnya maksimal. Bidik jauh-dekat, hasil gambar dan videonya tetap memuaskan.
Masalah yang Muncul
Ada Gelisah Melintas pada Lembaran Hari Pertama
Hari pertama kegiatan (Senin, 18 September), muncul kegelisahan. Banyak peserta bertanya. Nampak rasa gelisah. Mungkin karena kali ini merupakan kali pertama kegiatan yang diselenggarakan serba online.
Tidak ada rasa nyaman yang tidak teratasi. Semuanya baik-baik saja.
Tersedia Akses dan Isi Daftar Hadir Online
Banyak Peserta merasa kesulitan; Harus mendaftar, ketika panitia instalasi, jika semua akses daftar hadir berlangsung secara online.

Ada yang merasa tenang-tenang padahal belum mendaftar. Barangkali karena keterbatasan memahami progres tahapan mendaftar.
Ada Kesulitan Scan Barcode
Ada yang merasa cukup, dengan melakukan scan barcode. Padahal masih ada tahap selanjutnya untuk mendaftar. Ada yang kesulitan karena pada HP mereka tidak ada aplikasi scan barcode.
Ada yang sibuknya bukan main karena kartu barcode terlupakan, entah di mana diletakkan. Adapula yang merasa gelisah karena jaringan lelet ketika melakukan scan barcode. Pokok rupa-rupanya terjadi di sini.
Menampilkan Perbedaan Potensi antara Yang Muda dan Yang Tua
Muncul banyak komentar. Intinya pada perbedaan potensi antara Yang Tua dan Yang Muda. Mereka yang muda atau yang melek teknologi, aksesnya mudah dan begitu cepat. Umumnya generasi tua merasa kesulitan.Selain kalah mata, akses jari pun tak selancar lentur. Pokoknya seru. Yang Tua ganggu Ya ng Muda; Yang Muda mengganggu Yang Tua. Demikianlah sepasang Tua-Muda berpadu dalam ikatan ganggu.

Situasi sekitaran ruangan di sana berdiri dengan kelompok-kelompok kecil. T erjadi tanya jawab; bagaimana caranya. Menarik! Mereka Yang Tua, tak malu bertanya. Mereka Yang Muda;yang paham, tak disungkan untuk membantu. Proses pembelajaran berlangsung lentur dan lancar.
Ada Rasa Kewalahan Digital
Kegiatan MUSPAS IX berlangsung tertib.Tidak sedikit pula muncul rasa digital. Semuanya terjadi, sebagaimana narasi sebelumnya.
Kewalahan yang terjadi, tepat alasannya, karena memang belum dan tak biasa. Ada ungkapan; ala bisa karena biasa. Ungkapan ini, barangkali benar, mengingat momen selevel MUSPAS yang dekorasi serba digital, baru kali ini terjadi.

Akses digital dalam kegiatan MUSPAS IX Keuskupan Atambua, rupanya memang menimbulkan permasalahan. Namun ada fakta yang menggembirakan. Dari kesulitan yang dialami, ternyata ada upaya keluar dari rasa akustik digital.
Beberapa narasi atas fakta, dapat diikuti di bawah ini:
Indikator Kemajuan
Ada Daya Pacu Digital
Daya pacu digital muncul bervariasi. Sebelumnya ada rasa tidak nyaman. Akhirnya muncul rasa gembira.Sebelumnya tak tahu bagaimana caranya, akhirnya mengamini, ternyata begitu mudah.
Muncul Rasa Ingin Tahu
Di tengah kesulitan digital, rasa ingin tahu muncul tiap saat.Beberapa saat dimanfaatkan sebentar untuk mengakses informasi petunjuk bagaimana cara, pada laman google.
Pasca google memberi jawaban, tetap saja problemnya belum selesai. Dari langkah yang satu menuju ke langkah berikutnya. Semuanya bertujuan untuk mengetahui bagaimana caranya. Kalaupun cara online tak memberi solusi, masih ada langkah offline. Keduanya terlaksana bervariasi.
Muncul Banyak Pertanyaan
Tak dapat dipungkiri tentang munculnya banyak pertanyaan.Seandainya saat MUSPAS IX berlangsung, ada survey potensi kesulitan, pasti banyak ditemukan.
Berbagai kesulitan, diukur dari banyak pertanyaan yang muncul. Hal kecil, yang mudah bagi mereka yang melek teknologi, ternyata tak mudah bagi mereka yang belum biasa dan belum tahu. Inilah cikal bakal, mengapa banyak pertanyaan harus muncul.
Nampak Fenomena Konsultasi
Di beberapa titik, di sana terdapat beberapa sosok berdiri berkumpul. Konsultasi berlangsung di sana. Pertanyaan dan jawaban seputar akses digital yang memusingkan kepala. Beberapa terkesan putus asa. Namun upaya tetap harus dilakukan karena memang tidak ada cara lain selain akses digital.
Munculnya Banyak Fotografer dan Videografer
Pada lembaran kegiatan tiap hari, ada rasa gembira yang muncul. Pada saat tertentu, muncul begitu banyak fotografer dan videografer. Masing-masing berusaha mengamankan momen. Tak peduli jarak, entah jauh atau dekat dari obyek yang ingin diambil. Ada yang segera menghapusnya, jika hasil potretnya tidak terlihat jelas matanya.Ada yang segera menghapusnya, kalau shootnya tidak jitu dan hasilnya tidak stabil karena sebaran daya gerak yang tak stabil.
Nampak pada Story WhatsApp dan Facebook
Sepanjang kegiatan MUSPAS IX berlangsung, jutaan cerita gambar dan video dapat ditemukan di status whatsapp dan facebook. Di Instagram pun tak kalah aksesnya. Tampaknya-olah-olah sementara sedang terjadi perlombaan publikasi. Satu tak mau kalah dengan yang lain. Kalaupun salah; yang salah dihapus dan tetap kembali postingan yang lain.
Makna
Semua fenomena yang terjadi, pada akhirnya mengerucut pada munculnya beberapa nilai yang mengandung makna.

Beberapa nilai di bawah ini ditemukan pasca perjumpaan antara narasi, masalah yang muncul dan indikator kemajuan.
Ada Komitmen
Ada komitmen yang berlangsung antara Tim Komsos dan para Peserta, sebelum kegiatan dimulai dan pasca kegiatan.
Komitmen Tim Komsos tampak pada dinamika pengambilan gambar, video, narasi gambar dan video yang ditayangkan pada jurnal harian.
Berbagai peralatan elektronik untuk kelancaran akses live streaming selalu dipersiapkan sebelumnya dan dilakukan dengan cermat.
Ada Kesabaran
Ada kesabaran yang muncul. Pasca kegiatan, Tim Komsos masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Tujuannya adalah mengamankan kegiatan yang telah terjadi dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kegiatan yang akan datang.

Kalaupun mereka lelah, mereka tak tak mundur. Cukup berhenti sebentar, sambil ditemani segelas kopi dan sebatang rokok, semangat kembali muncul.
Ada Ketekunan
Beberapa anggota Panitia yang bergabung dalam Tim Komsos, benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk belajar. Ya…banyak yang mereka pelajari dari Mas Kris. Keseringan mereka belajar meningkatkan ketekunan mereka untuk tahu. Tidak ada rasa putus asa tatkala pengetahuan yang mudah diperoleh dari depan mata.
Terjadi Proses Belajar
Ada proses belajar di sana. Bagaimana teknik memotret gambar; Bagaimana mengatur pencahayaan saat mengambil gambar dan video, terjadi di sana. Bagaimana teknik mengedit gambar dan video terjadi di sana. Bagaimana melakukan live streaming, terjadi di sana. Semuanya terjadi.
Terjadi Proses Mengajar
Mas Kris tak sungkan dan tak pelit membagi ilmu. Ilmu apa pun yang diketahui, terkait akses digital, semuanya tak pernah pelit dipasarkan. Mudah dan murahnya semangat membagi ini, mendorong rasa ingin tahu dan rasa ingin belajar.
Terjadi Pelatihan Digital
Terjadi juga pelatihan bagaimana menggunakan kamera. Bagaimana memainkan drone ( pesawat kecil berbadan karema….he he he he ). Terutama Tim Komsos, banyak yang belajar dari Mas Kris.
Semuanya terjadi di sini. Semua ini tentang MUSPAS IX Keuskupan Atambua dan kemajuan digital Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Atambua.
Catatan oleh : RD. Yudel Neno

