
MAUMERE, KeuskupanAtambua.org — Nusra Youth Day atau NYD III resmi dibuka di Gelora Samador, Maumere, Kamis, 2 Juli 2026. Pembukaan ditandai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Ewal, didampingi Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Max Regus; Uskup Larantuka, Mgr. Hans Manteiro; Uskup Weetabula, Mgr. Edmund Woga; serta Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden.
Perayaan ini dihadiri para Ketua Komisi Kepemudaan Regio Nusra, para sekretaris Komisi Kepemudaan, pendamping, serta utusan Orang Muda Katolik dari sembilan keuskupan, yakni Keuskupan Atambua, Kupang, Weetabula, Denpasar, Ende, Labuan Bajo, Ruteng, Larantuka, dan Maumere. Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Maumere, Ketua DPRD Maumere, serta ribuan umat.
Dalam homilinya, Mgr. Ewal menegaskan pentingnya peran Orang Muda Katolik di tengah Gereja, terutama dalam arus besar media digital. Ia mengingatkan OMK agar tidak larut dalam banjir informasi tanpa sikap kritis.
Menurut Mgr. Ewal, di tengah dunia media sosial yang dijejali begitu banyak informasi, OMK perlu menanamkan prinsip bahwa yang harus diutamakan ialah “posting yang penting”, bukan sekadar “yang penting posting”.
Perayaan Ekaristi pembukaan berlangsung meriah, tetapi tetap khidmat. Koor yang mengiringi perayaan tampil dengan nuansa liturgis yang kuat, sehingga menambah kekhusyukan umat dan peserta yang hadir di Gelora Samador.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang juga Sekda Maumere menyampaikan terima kasih kepada para uskup, para pengurus Komisi Kepemudaan dari berbagai keuskupan, para pendamping, peserta, dan semua pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan. Ia mengatakan, kerja sama yang baik membuat seluruh peserta dapat berkumpul di Gelora Samador untuk melangsungkan upacara pembukaan NYD III.

Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Max Regus, mengajak OMK untuk memiliki prioritas hidup yang jelas di tengah dunia digital. Menurut dia, menjadi viral bukanlah hal yang keliru, tetapi viralitas harus tetap mengacu pada nilai.
“Viral boleh, tetapi harus tetap berpijak pada nilai,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam sambutannya. Ia juga mengajak OMK membangun daya saing positif di tengah akses dan ekses dunia digital.
Bupati Maumere dalam sambutannya mengajak orang muda untuk terus bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa dan negara. Ia menilai OMK memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial, budaya, dan iman dalam kehidupan masyarakat.
Usai sambutan, Uskup Maumere juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras demi kelancaran dan suksesnya penyelenggaraan NYD III di Maumere.
Salah satu peserta dari Keuskupan Atambua, Alpine Kono, menyampaikan bahwa pembukaan NYD III memberi kesan mendalam. Menurut dia, perjumpaan ribuan orang muda dari berbagai keuskupan membuatnya merasa bahwa Gereja sungguh hidup dalam semangat persaudaraan.
“Sebagai peserta dari Keuskupan Atambua, saya merasa bangga dan bersyukur. Hari ini kami melihat bahwa orang muda Katolik tidak berjalan sendiri. Kami datang dari tempat yang berbeda, tetapi disatukan oleh iman, sukacita, dan semangat untuk melayani,” ungkapnya.
Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Rm. Yudel Neno, Pr, mengatakan, pesan pembukaan NYD III menjadi peneguhan penting bagi OMK Keuskupan Atambua. Menurut dia, orang muda perlu hadir secara cerdas, bijaksana, dan bertanggung jawab di ruang digital.
“OMK Atambua harus belajar bahwa media sosial bukan hanya ruang tampil, tetapi juga ruang kesaksian. Karena itu, setiap kata, gambar, dan unggahan perlu menjadi tanda iman, persaudaraan, dan harapan,” ujarnya.
Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Rm. Yoris Giri, Pr, menambahkan, NYD III harus menjadi momentum pembentukan karakter OMK. Ia berharap peserta dari Keuskupan Atambua pulang dengan semangat baru untuk terlibat dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
“Pesan bagi OMK Atambua jelas: jadilah orang muda yang beriman, bersaudara, kreatif, dan bertanggung jawab. Dunia digital harus menjadi ladang pewartaan, bukan ruang kehilangan arah,” katanya.
Ditulis oleh Tim Komsos KA
Editor: Yudel Neno
