keuskupanatambua.org, -Dalam rangka perayaan Yubileum Emas 50 tahun berdirinya Paroki Nela, panitia menyelenggarakan beberapa kegiatan, diantaranya Novena Agung Santo Antonius Padua selama sembilan hari berturut-turut. Novena tersebut dimulai Kamis,3 Juni dan akan berakhir Jumat,11 Juni 2021. Novena agung ini diintegrasikan dalam Perayaan Ekaristi kudus yang dipimpin oleh sembilan orang imam pilihan panitia,yakni hari pertama, P. Salvator Towary SVD; hari kedua, Rm. Leonardus Edel Asuk, Pr; hari ketiga, P. Lukas Lui Uran SVD; hari keempat, P. Ireneus Boli Lolan, SVD; hari kelima, P. Fidelis Jemali SVD; hari keenam, P. Pietter Dile Bataona SVD; hari ketujuh, Rm. Yustus Ati Bere, Pr; hari kedelapan, P. Tarsisius Atok SVD; dan hari kesembilan, P. Provinsial SVD Timor. Setiap hari novena dimeriahkan dengan koor dari setiap lingkungan. Novena agung ini diadakan dengan maksud agar memberi nuansa khusus pada perayaan yubileum 50 tahun paroki serta diharapkan mendatangkan berkat khusus bagi mereka yang tekun mengikutinya. Seluruh doa-doa novena diambil dari buku “Santo Antonius Padua: Orang Kudus yang sakti dan Pelindung Paroki yang saleh” oleh Yosef M.L. Hello, S.Pd.M.Hum, penerbit Bajawa Pres Yogyakarta.

 

P. Salvator Towary SVD terlibat diskusi serius bersama Sr. Rosa SSpS (Magistra PM) dan penulis beberapa waktu lalu

Hari Pertama novena agung dibuka dan dipimpin oleh P. Salvator Towary SVD, Preses Rumah Pembinaan Laat Manekan Noemeto Kefamenanu. Pater Sal, demikian beliau biasa disapa, dalam kotbahnya menyentil beberapa hal antara lain keutamaan-keutamaan Santo Antonius Padua dan mujizat-mujizat yang menyertai kehidupan santo agung ini. Menurut Ketua Komisi Karya Misioner Keuskupan Atambua ini, Santo Antonius dari Padua adalah seorang imam Fransiskan yang berasal dari keluarga kaya raya, namun beliau memilih untuk menjadi imam yang miskin.
“Dia (Santo Antonius Padua) bukan hanya memilih menjadi imam saja, tetapi terutama meninggalkan segala kekayaan keluarganya dan menjadi saudara dina santo Fransiskus, yaitu menjadi imam yang miskin. Santo Antonius bercita-cita untuk menjadi martir di Maroko, namun karena kesehatannya yang tidak memungkinkan, maka ia dikembalikan ke Portugal, tetapi kapal membawanya ke Sesilia. Demikianlah Antonius menjadi pengkhotbah yang luar biasa”, kata Salvator dalam kotbahnya.
Novena agung hari pertama ini dengan intensi atau ujud khusus: “Semoga Tuhan melalui hambaNya Santo Antonius Padua mengembalikan kesehatan, kasih sayang, rejeki dan kehilangan lainnya yang kita alami”.
Umat sangat antusias untuk mengikuti novena agung ini yang terlihat dari kehadiran sehingga seluruh bangku gereja terisi semuanya.

Umat dengan khusuk mengikuti novena agung hari I (ari)

Kepada media ini, Pater Salvator Towary menyatakan kekagumannya terhadap umat Paroki Nela yang sangat antusias mengikuti novena.
Sebelum misa dan novena, umat dapat membeli buku Santo Antonius Padua dan kaos yubileum 50 tahun yang dijual oleh panitia dengan harga khusus untuk pembangunan gereja Paroki Santo Antonius Padua Nela (Laporan dan foto: Ari Hane)Ketua Panitia dan P. Tarsisius Atok SVD, Ekonom Provinsi SVD Timor: “satu buku dihargai dengan Rp 5 Juta”.

Editor: Yosef M.L. Hello

SHARE