
Kefamenanu, 30 Agustus 2025 – KeuskupanAtambua.org – Suasana penuh semangat terasa di Aula Dekenat Kefamenanu, Sabtu (30/8/2025), ketika Panitia Keuskupan Atambua Youth Day (KAYD) III kembali berkumpul untuk menggelar rapat kedua. Pertemuan ini dihadiri oleh para anggota panitia, para romo, pater, serta Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki, dengan fokus utama membicarakan secara rinci segala persiapan menuju hari besar yang akan berlangsung pada September mendatang.

Rapat dibuka dengan arahan dari Deken Kefamenanu, Rm. Kanisius Oki, Pr.. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang hadir dengan penuh komitmen. Lebih jauh, Rm. Oki menegaskan pentingnya konsistensi kerja sama lintas paroki, seraya memberi penekanan khusus pada Paroki Naesleu, Paroki Sasi, dan Paroki Santa Theresia Kefamenanu yang akan menjadi tuan rumah penerima peserta KAYD III. “Keterlibatan para Pastor Paroki bersama DPP-DKP sangat menentukan kelancaran kegiatan ini,” tegasnya.

Usai arahan pembuka, giliran Ketua Umum Panitia KAYD III, Bapak Yoseph Kuabib, mengambil alih forum. Dengan penuh antusias, ia memaparkan gambaran umum mengenai struktur kepanitiaan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap seksi, serta arahan teknis bagi para ketua seksi. Yoseph mengingatkan bahwa keberhasilan acara ini akan sangat ditentukan oleh sejauh mana masing-masing seksi memahami dan menjalankan perannya. “Saya berterima kasih atas kesediaan semua panitia yang hadir dan aktif pada rapat hari ini. Mari kita pastikan peran kita berjalan maksimal,” ujarnya meneguhkan semangat bersama.

Rapat semakin hidup ketika Rm. Yudelfianus Neno, Pr., Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, membagikan hasil pertemuan panitia dengan Uskup Atambua sehari sebelumnya (29/8/2025). Ia menyampaikan bahwa Bapak Uskup memberi dukungan penuh atas segala usaha yang dilakukan, sekaligus menitipkan beberapa catatan kritis terkait pentingnya partisipasi pastoral OMK dalam perhelatan akbar ini. Pesan itu menjadi pengingat bahwa KAYD III bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi juga momentum pastoral yang membawa dampak nyata bagi kaum muda Katolik.

Diskusi kemudian mengalir dengan penuh antusias. Para ketua seksi kepanitiaan bergantian mempresentasikan rancangan kerja, anggaran, hingga strategi kolaborasi antarseksi. Untuk memperdalam pembahasan, forum dibagi dalam kelompok sesuai bidang kerja, dipandu oleh tiga ketua, yakni Bapak Beato Y. F. Omenu (Ketua I), Rm. Edelbertus Kali, Pr. (Ketua II), dan Bapak Frederikus Tjeunfin (Ketua III). Di forum-forum kecil itu, setiap seksi berusaha merumuskan langkah yang realistis, terukur, dan saling menopang.

“Kita ingin memastikan setiap seksi memiliki rancangan yang matang, sehingga semua persiapan dapat berjalan baik,” demikian salah satu arahan yang mengemuka dalam diskusi kelompok. Dari dinamika yang terjadi, tampak jelas keseriusan dan kedewasaan panitia dalam menata detail kegiatan.
Sebagai informasi, KAYD III di Dekenat Kefamenanu dijadwalkan berlangsung pada 15–18 September 2025. Peserta akan mulai tiba pada 15 September. Semula kegiatan direncanakan hingga 20 September, namun setelah pertimbangan matang dan konsultasi dengan Bapak Uskup, jadwal disesuaikan menjadi empat hari dengan memperhatikan berbagai faktor teknis.
Dari pantauan komisi, rapat kedua ini memperlihatkan betapa besar komitmen panitia untuk menyukseskan acara. Suasana pertemuan bukan hanya serius, tetapi juga penuh semangat kebersamaan. Semua pihak tampak bertekad agar perhelatan OMK terbesar di Keuskupan Atambua ini benar-benar menjadi ajang yang mempersatukan, menginspirasi, sekaligus mempertegas peran kaum muda dalam kehidupan Gereja.
Oleh Tim Komsos Panitia
