
Atambua – KeuskupanAtambua.org – Para frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) tahun pertama dan tahun kedua Keuskupan Atambua mengadakan pertemuan evaluasi bersama pada Kamis, 12 Maret 2026, di Aula Emaus Pastoral Center Keuskupan Atambua. Pertemuan yang dimulai pukul 09.15 WITA tersebut dipandu oleh moderator TOP, Romo Yustus Ati Bere, dan diikuti oleh 29 frater.
Dari jumlah tersebut, 13 frater merupakan peserta TOP tahun pertama, sedangkan 16 frater lainnya berasal dari TOP tahun kedua. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi pengalaman para frater selama menjalani masa orientasi pastoral di berbagai paroki dan lembaga pendidikan dalam wilayah Keuskupan Atambua.
Dalam suasana terbuka dan penuh semangat persaudaraan, para frater membagikan pengalaman yang mereka jalani selama masa pelayanan. Sharing tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan formasi, mulai dari pengalaman pastoral di tengah umat, dinamika kehidupan berkomunitas di pastoran, perkembangan intelektual, kehidupan rohani, hingga relasi antarpribadi yang mereka bangun selama masa TOP.
Dalam aspek pastoral, para frater menceritakan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan paroki, seperti pelayanan liturgi, katekese, pendampingan umat, serta kehadiran dalam berbagai dinamika kehidupan umat sehari-hari. Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran untuk semakin memahami realitas Gereja lokal dan kebutuhan pastoral umat.
Pada aspek kehidupan komunitas, para frater merefleksikan dinamika hidup bersama di pastoran, baik dalam relasi dengan para imam, umat, maupun dengan sesama frater. Kehidupan komunitas dipandang sebagai ruang pembentukan kedewasaan pribadi, tanggung jawab, serta semangat persaudaraan dalam perjalanan panggilan menuju imamat.
Sementara itu, dari segi intelektual, para frater menilai bahwa pengalaman pastoral membantu mereka menghubungkan antara pengetahuan yang diperoleh di seminari dengan praktik nyata dalam pelayanan umat. Dari sisi kerohanian, para frater menegaskan pentingnya menjaga kehidupan doa, perayaan Ekaristi, serta kedekatan pribadi dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam menjalani tugas perutusan.
Dalam arahannya, Romo Yustus Ati Bere menegaskan bahwa masa TOP merupakan waktu pembelajaran yang sangat penting bagi para frater untuk mengenal kehidupan Gereja secara konkret. Ia mengingatkan para frater agar tetap tekun dan setia dalam menjalani proses panggilan, tanpa merasa takut atau cemas terhadap berbagai penilaian yang mungkin muncul selama masa pelayanan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kehidupan rohani secara konsisten melalui perayaan Ekaristi, doa pribadi, doa brevir, serta berbagai devosi. Selain itu, Romo Yustus mengingatkan para frater untuk memperhatikan kesehatan fisik sebagai bagian penting yang menunjang pelayanan dan perjalanan panggilan.
Pertemuan evaluasi ini berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui refleksi bersama ini, para frater diharapkan semakin bertumbuh secara integral, baik dalam kehidupan rohani, intelektual, pastoral, maupun dalam membangun relasi yang sehat di tengah komunitas Gereja.
Penulis : Fr. Valdy Hani
Editor : Rm. Yudel Neno
